UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

TIMOR TIMUR – GEREJA DAN PEMERINTAH MINTA PENGUNGSI PULANG

22/05/2008

Gereja Katolik di Timor Timur tengah membantu pemerintah mendorong ribuan orang yang meninggalkan rumah mereka karena rasa takut akan kekerasan untuk pulang ke rumah sekarang.

 Pada Misa 15 Mei untuk 2.000 pengungsi yang tengah mempersiapkan kepulangan mereka dalam beberapa hari mendatang, Uskup Dili Mgr Alberto Ricardo da Silva mengatakan, “Gereja selalu siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi masalah IDP (internally displaced people).”

 Ketua Parlemen Fernando de Araujo, anggota parlemen lainnya, dan pejabat pemerintah menghadiri Misa di Taman Bunda Maria dari Fatima, sebuah taman umum dekat pelabuhan Dili, itu.

 Para pengungsi telah menjadi pusat perhatian karena 100.000 orang mencari keselamatan akibat adanya kekerasan kelompok yang terjadi 2006 dan yang menewaskan sedikitnya 20 orang. Kekerasan ini muncul setelah terjadi perselisihan di dalam angkatan bersenjata. Sekitar 60.000 orang masih tinggal di kamp-kamp pengungsian, banyak di antaranya di lahan milik Gereja, di seluruh wilayah ibukota itu.

 Menurut data terakhir dari Departemen Solidaritas Sosial, sekitar 10.000 pengungsi telah menerima kompensasi dari pemerintah dan pulang ke rumah sejak Januari.

 Timor Timur yang miskin telah berjuang melawan kekacauan politik dan kekerasan sejak merdeka tahun 2002, setelah lebih dari tiga dekade berada di bawah pemerintahan Indonesia dan lebih dari tiga abad sebelumnya menjadi koloni Portugis. Sekarang pemerintah berusaha membersihkan kamp-kamp pengungsian.

 Saat Misa, Uskup da Silva mengatakan kepada para pengungsi bahwa masalah mereka bukan hanya menjadi perhatian pemerintah tetapi juga keprihatinan Gereja, “karena kalian bukan hanya warga negara tetapi juga anak-anak Allah.”

 Pemimpin Gereja itu mengatakan, ia meminta semua pengungsi di kamp-kamp pengungsian untuk memutuskan pulang dan melanjutkan kehidupan mereka. “Sudah dua tahun kalian tinggal di tenda, dan sekarang saatnya pulang dan melanjutkan kehidupan normal kalian sebagai manusia, warga negara, dan anak-anak Allah,” katanya.

 Uskup da Silva juga mendesak para pengungsi untuk menolak kekerasan dan kebencian, dan memulihkan perdamaian.

 Seusai Misa, de Araujo mengatakan kepada para pengungsi bahwa pemerintah akan menjamin keamanan mereka. “Tidak akan ada kelompok-kelompok atau individu-individu yang tidak bertanggung jawab yang akan mengintimidasi kalian, dan pemerintah akan melindungi kalian,” tegas ketua parlemen itu.

 Ia juga berterima kasih kepada Gereja atas dukungan dan upayanya untuk membantu membangun negeri itu. Jika kamp-kamp pengungsian sudah kosong, lanjutnya, pemerintah bisa lebih memfokuskan pembangunan nasional.

 Leopoldino Pinto mengatakan kepada UCA News pada acara itu bahwa ia senang bisa pulang ke rumah dan membangun kembali kehidupannya dengan kompensasi yang diterimanya dari pemerintah, sekitar US$4,000. Menurut ayah dari empat anak itu, pemerintah memberi US$4,000 untuk keluarga-keluarga yang rumahnya habis terbakar seperti rumah miliknya, dan US$1,500 untuk rumah-rumah yang mengalami kerusakan.

 “Saya ingin berterima kasih kepada Gereja dan pemerintah yang telah mencarikan cara sehingga kami bisa pulang ke rumah,” katanya. 

 Maria dos Santos, 37, merasa gembira akhirnya mendapat kesempatan untuk pulang ke rumah. “Saya dan keluarga saya telah memimpikan hidup damai di rumah kami,” katanya. “Mimpi ini akan segera terwujud.”

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ziarah Santa Maria Fatima
  6. Ketegangan menyusul kekerasan
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  9. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00