UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

KOREA – Usaha Inkulturasi Di Korea Melahirkan Lagu-lagu Gereja Yang Baru

20/06/2008

Sekelompok kerasulan awam sedang mempromosikan lagu-lagu Gereja berbahasa Korea untuk membantu dalam inkulturasi liturgi.

Pada 19 Juni, Dewan Kerasulan Awam Katolik Korea mengumumkan para pemenang lomba “Our Hymns” (lagu Gereja kita) baru-baru ini, dengan menampilkan mereka dalam sebuah Misa khusus sore hari di Katedral Myeongdong, Seoul.

Thomas Han Hong-soon, ketua dewan awam, menjelaskan kepada UCA News pada hari itu juga: “Menyanyikan lagu-lagu Gereja itu banyak artinya bagi kehidupan religius kita sehari-hari. Kita berdoa dan memuji Tuhan dengan bernyanyi. Namun, hanya ada sedikit lagu Gereja yang cocok dengan kebudayaan Korea.”

Mengingat masalah itu, dewan menyelenggarakan lomba-lomba setiap tahun sejak tahun 2006 “untuk menciptakan lebih banyak lagi lagu Gereja dan memperkenalkannya kepada khalayak,” katanya.

Salah satu lomba tahunan itu adalah lomba menulis syair lagu dalam bahasa Korea dan satu lagi adalah lomba menggubah lagu dengan menggunakan syair yang telah diseleksi. Para penggarang lagu memasukkan 66 lagu Gereja dalam lomba paling akhir itu.

“Menciptakan lagu-lagu Gereja dengan sentimen kebudayaan Korea, yaitu lagu-lagu Gereja yang mudah dinyanyikan oleh orang-orang Korea, akan membantu Gereja lokal meningkatkan inkulturasi liturgi,” dan dengan  menyanyikannya dapat “meningkatkan iman umat Katolik Korea,” kata Han.

Uskup Auksilier Seoul Mgr Yeom Soo-jung, yang memimpin Misa itu, mengatakan dalam homilinya bahwa lagu-lagu Gereja membantu dalam memperkaya doa-doa umat dan juga sebagai suatu cara untuk berkomunikasi dengan Allah.

“Dalam hal ini, menciptakan lagu-lagu Gereja berbahasa Korea yang sesuai sentimen kebudayaan Korea itu tidak lain daripada mengungkapkan perasaan-perasaan kita kepada Allah dalam bahasa kita sendiri,” jelasnya.

Menciptakan lagu-lagu Gereja yang baru itu tidaklah gampang, kata uskup yang mengetuai Komisi Kerasulan Awam dari Konferensi Waligereja Korea itu. Namun, dia mendorong para pencipta syair dan komponis untuk meneruskan karya evangelisasi dalam konteks kebudayaan lokal dan karya inkulturasi liturgi ini.

Benedict Lee Don-oung, seorang komponis, mengatakan kepada UCA News bahwa gubahan-gubahan lagu Gereja yang baru ini berbeda secara lirik dan nadanya dari lagu-lagu Gereja yang sampai sekarang digunakan dalam berbagai Misa. Lee, salah satu dari empat juri lomba itu, menjelaskan bahwa irama dari lagu-lagu Gereja yang umum dipakai sekarang itu berasal dari luar negeri dan tidak cocok dengan sentimen religius orang-orang Korea. Lagu-lagu Gereja yang baru dengan gaya Korea ini, jelasnya, lebih mudah dinyanyikan oleh orang-orang Korea dan memiliki syair yang umumnya dikenal dalam Kitab Suci dan berbagai puisi Korea.

Yang menjadi pertimbangan para juri itu adalah bagaimana irama dan lirik cocok satu sama lain, dan bagaimana bagaimana lagu-lagu Gereja itu “mengungkapkan kegembiraan atau kesedihan dalam konteks religius,” lanjut profesor musik dari Universitas Nasional Seoul itu.

Seusai misa, dewan itu memberikan hadiah kepada enam pemenang, yang  komposisinya digunakan dalam liturgi misa saat itu.

Hadiah pertama diraih oleh Pastor Paul Lim Seok-su, yang mengarang lagu berjudul Prayer. Direktur Pusat Pendidikan Musik dari Universitas Katolik Pusan itu menerima sebuah sertifikat dan uang sebesar 2 juta won (sekitar US$1,900). Dua komponis lain menerima hadiah kedua, masing-masing mendapat sebuah sertifikat dan uang 500.000 won. Tiga pengarang lainnya masing-masing menerima hadiah penghargaan dengan uang sebesar 300.000 won.

“Suatu kehormatan besar bagi saya untuk menerima hadiah ini,” kata Pastor Lim kepada UCA News. “Sebagai seorang imam, saya gembira mendapat kesempatan untuk ikut dalam usaha dewan awak ini. Saya berharap, lebih banyak lagi komponis dalam Gereja akan menciptakan lagu-lagu Gereja yang bagus.”

Timothy Lee Chan-young, yang mendapat hadiah penghargaan, mengatakan kepada UCA News, “Ketika menggubah lagu Gereja, saya merenungkan makna syair-syairnya secara mendalam dan berusaha fokus pada pengungkapan maknanya.” Proses ini, katanya, “memperdalam iman saya.”

Banyak paduan suara akan menyanyikan lagu-lagu Gereja yang menjadi pemenang itu dalam lomba paduan suara tahunan yang akan diselenggarakan oleh dewan awam itu pada November nanti.

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kenapa Pria Modern Perlu Belajar dari Santo Yosef?
  2. Jelang prosesi Jumat Agung di Larantuka, rumah warga jadi "home stay"
  3. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  4. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  5. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  6. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  7. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  8. Ketakutan dan kemarahan orang Kristen menyusul pemboman gereja di Pakistan
  9. Menteri Anies: Tarik buku agama ajarkan membunuh kafir
  10. Otoritas Tiongkok di Harbin menahan dua imam 'bawah tanah’
  1. Setengah juta orang dukung petisi online membebaskan Asia Bibi
  2. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  3. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  4. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  5. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  6. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  7. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  8. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  9. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  10. Pemerintah didesak revisi UU Kebebasan Berbicara dan Berkumpul untuk melawan ISIS
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online