UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

MONGOLIA – Umat Kristen Menyatukan Kitab Suci Dengan Peternakan Dan Pelajaran Bahasa Inggris

26/06/2008

Sekelompok dokter hewan dan guru di Mongolia sedang melayani masyarakat dengan keahlian profesional sambil mewartakan Yesus di sebuah negara di mana agama Kristen tidak dikenal secara luas.

 “Kami terus menerus menyapa mereka dengan cinta kasih Yesus sewaktu kami memberi pelayanan standar di bidang kesehatan hewan,” kata Karen Smirmaul, seorang dokter hewan berkebangsaan Amerika Serikat di klinik Jaringan Pelatihan Dokter Hewan dan Pendidik (V.E.T.Net, Veterinarians and Educators Training Network) di Ulaanbaatar.  

 “Dalam doa pagi setiap hari, kami berdoa untuk setiap pelanggan kami. Kami juga menempatkan sebuah kotak untuk ujub-ujub doa di tempat penerimaan tamu dan, tentu saja, kami bersikap baik dan berbelas kasih kepada seluruh pelanggan kami,” kata perempuan itu.

 Sementara itu, tambahnya, “kami mengadakan sesi-sesi pelatihan rutin untuk staf kami, tidak hanya dalam hal-hal teknis dan profesional tetapi juga dalam pembentukan watak Kristen.

 Setiap tahun dalam bulan-bulan musim panas — Juni, Juli, dan Agustus — V.E.T.Net, sebuah LSM yang dikelola oleh 7 orang asing dan 70 orang Mongolia, mengontrak sekitar 150 guru Mongolia untuk bekerja secara temporer di daerah pedesaan. Semua staf tetap dan guru musim panas itu adalah orang-orang Kristen yang berasal dari 200 lebih kelompok Protestan dan Injili yang aktif di Ulaanbaatar.

 Rombongan itu berkeliling ke tempat-tempat yang sudah ditentukan terlebih dahulu dan mendirikan sebuah ger, tenda bundar tradisional orang Mongolia, sebagai ruang kelas dan tempat tinggal mereka. Kemudian, mereka mengajar orang-orang selama dua bulan dalam memelihara ternak dan dasar-dasar agama Kristen. Mereka juga mengajar anak-anak untuk membaca, menulis, dan berhitung sebagai persiapan sekolah mereka setelah liburan musim panas itu.

 Banyak keluarga Mongolia menjadi penggembala dan kelangsungan hidup mereka bergantung pada hewan ternak. Menurut Bank Dunia, hasil peternakan hewan di Mongolia mencapai 87 persen dari produk domestik kotor (GDP) pertanian dan 30 persen dari total produk domestik kotor negara itu.

 V.E.T. Net memperkirakan bahwa Mongolia, negara yang berpenduduk 2,5 juta jiwa, memiliki 40 juta hewan ternak dan 1 juta orang menjadi gembala.

 Selama musim semi bulan Maret, April, dan Mei, LSM tersebut juga mengadakan sesi-sesi pelatihan selama sepekan bagi kelompok-kelompok dokter hewan yang mereka undang dari daerah pedesaan yang jarang penduduknya. “Kami mengundang para dokter hewan praktek dari setiap propinsi dan mengadakan sesi pelatihan bagi mereka,“ jelas Smirmaul.

 Pelatihan gratis itu tentang sapi, kuda, domba, kambing, dan unta serta tentang obat-obatan terbaru, operasi, peduli pelanggan, anggaran, dan praktek-praktek bisnis yang sehat, isu-isu praktis yang dihadapi para dokter hewan, lanjutnya. 

 “Kami juga mengadakan sesi-sesi tentang nilai-nilai dan etika medis, yang berperan dalam situasi-situasi di mana terjadi pencurian, penyelewengan dokumen, dan mabuk-mabukan,” kata Smirmaul. Ia mengamati bahwa para dokter hewan itu bukan orang Kristen dan mereka sering heran karena perbuatan-perbuatan ini umum terjadi dan dianggap normal.

 Ganzorig, ketua program pelatihan dokter hewan yang diselenggarakan oleh LSM itu, mengatakan kepada UCA News: “Kami mencoba untuk menanamkan nilai-nilai Kristen dan etika kepada para dokter hewan, tetapi kami juga ingin mereka mampu menasehati para gembala bahwa jika mereka menginvestasikan 5 sen saja pada setiap sapi, mereka akan mendapat anak sapi yang berkualitas, susu yang lebih baik, daging yang lebih bagus.” Seperti orang Mongolia lainnya, Ganzorig hanya menggunakan satu nama.

 Klinik di Ulaanbaatar itu juga menyelenggarakan kelas-kelas rutin untuk mahasiswa kedokteran hewan, yang bertemu setiap hari Rabu untuk mendalami Kitab Suci dan belajar bahasa Inggris di kantor V.E.T.

 Zulaa, salah satu peserta program itu yang telah menjadi Kristen, bercerita bahwa Gerard dan Frances Mitcham, sepasang misionaris berkebangsaan Amerika Serikat, memulai pertemuan rutin dengan mereka pada tahun 1995. “Dia (Gerard) dan istrinya secara rutin mengundang para mahasiswa kedokteran hewan ke rumah mereka, membagikan makanan mereka dan bercerita dengan mereka tentang Kitab Suci,” kata Zulaa, yang sekarang ini menjadi ketua program penelitian kesehatan masyarakat di LSM itu.

 Gerard Mitcham, seorang dokter hewan, melihat kebutuhan di daerah pendesaan itu, di mana biasanya tidak terdapat obat-obatan dan banyak hewan yang sakit karena parasit atau kedinginan, atau mati ketika lahir. “Ia memulai sebuah klinik tahun 2000 dan V.E.T.Net baru dimulai tahun 2003,” kata Zulaa.  Frances Mitcham adalah seorang guru.

 Mercy Corps, World Vision, dan berbagai Gereja dari Amerika Serikat serta individu-individu menyumbangkan hampir dana V.E.T.Net itu.

 Sekitar setengah penduduk Mongolia itu penganut agama Buddha dan 40 persen lainnya tidak beraffiliasi dengan agama resmi manapun. Penganut Shaman dan Islam masing-masing sekitar 4 persen dari seluruh populasi, sementara umat Kristen hanya 2 persen, termasuk umat Katolik yang jumlahnya kurang dari 500 orang. Pemerintah Mongolia mengundang Gereja Katolik dan kelompok Kristen lainnya ke negara itu tahun 1991, setelah runtuhnya Uni Soviet, yang sebelumnya menguasai negara itu.

 END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ziarah Santa Maria Fatima
  6. Ketegangan menyusul kekerasan
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  9. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00