UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

CINA – Komentar UCAN – Federasi Biblika Katolik Harus Fokuskan Cina

23/07/2008

HONG KONG (UCAN) — Sidang Pleno Ketujuh Federasi Biblika Katolik (CBF, Catholic Biblical Federation) di Tanzania baru-baru ini menekankan dukungan untuk pelayanan pastoral Kitab Suci di Cina daratan sebagai prioritas untuk enam tahun kedepan.

Cecila Chui, koordinator CBF subregional Asia timur laut, mengatakan bahwa ada “rasa lapar dan haus yang luar biasa” akan sabda Allah di Cina daratan dan karena itu para pekerja pastoral dari seluruh dunia bersedia membantu dalam bidang ini.

Dalam komentar untuk UCA News ini, Chui juga mengatakan bahwa dukungan untuk Cina ini akan meliputi pembentukan jaringan para pakar Kitab Suci Cina daratan yang telah menempuh studi Kitab Suci di luar negeri. Ia menganggap prioritas untuk Cina ini sebagai kesaksian akan Sabda Allah “yang berwajah Cina,” dan menekankan peran kaum awam dalam usaha ini.

Sekitar 230 delegasi dari 70 negara berkumpul dalam pertemuan CBF 24 Juni-3 Juli di Dar Es Salaam, Tanzania. Tema pertemuan itu adalah Word of God – Source of Reconciliation, Justice and Peace (Sabda Allah – Sumber Rekonsiliasi, Keadilan, dan Kedamaian).

CBF Subregio Asia Timur Laut yang merupakan bagian dari regio Asia-Oceania itu  terdiri dari Cina daratan, Hong Kong, Jepang, Korea, Macau, dan Taiwan, yang seluruh organisasi anggotanya berjumlah lima belas. Sembilan belas delegasi dari subregio ini menghadiri pertemuan yang diadakan baru-baru ini, termasuk 11 dari Korea selatan dan tiga dari Cina daratan.

CBF, yang didirikan pada tahun 1969, adalah persahabatan lembaga-lembaga internasional, nasional, dan lokal di seluruh dunia yang terlibat dalam pelayanan pastoral Kitab Suci, kajian Kitab Suci, dan penerjemahan Kitab Suci. CBF memiliki lebih dari 330 organisasi anggota di 133 negara dan mengadakan rapat pleno setiap enam tahun sekali.

Chui telah menjadi koordinator CBF subregio Asia timur laut sejak tahun 1990, dan sekarang ini dia juga menjabat sebagai sekretaris liaison (hubungan) Asosiasi Biblika Katolik Seluruh Cina (United Chinese Catholic Biblical Association). Anggota aktif Asosiasi Biblika Katolik Hong Kong itu telah terlibat dalam pelayanan pastoral Kitab Suci selama lebih dari 20 tahun.

Berikut ini komentarnya:

Para wakil Cina daratan telah ambil bagian dalam acara-acara CBF sejak tahun 1996, yaitu tahun ketika Hong Kong menjadi tuan rumah untuk Rapat Pleno CBF yang kelima. Para peserta dari Cina telah mengambil bagian dalam pertemuan-pertemuan CBF di tingkat Asia dan dunia, serta dalam pertemuan-pertemuan Kitab Suci di Cina yang diselenggarakan oleh Asosiasi Biblika Katolik Cina (UCCBA/United Chinese Catholic Biblical Association), sebuah anggota luar biasa CBF.

Dalam pertemuan UCCBA yang kedelapan, yang diselenggarakan di Macau pada 1-5 November 2007, 11 lebih dari 100 peserta dari 18 negara dan daerah adalah orang-orang Cina daratan – sembilan imam, satu suster dan satu seminaris.

Dalam pertemuan di Macau itu, kelompok dari Cina bersama-sama membuat komitmen-komitmen berikut ini:

- Mendorong pembacaan Kitab Suci secara pribadi;

- Menggerakkan kaum klerus dan orang awam untuk berdoa dengan dan membaca Kitab Suci dengan penuh semangat;

- Mendorong kaum awam supaya membaca, belajar, dan berbagi Kitab Suci bersama sebelum atau setelah Misa hari minggu;

- Mempopulerkan pelayanan pastoral Kitab Suci melalui pembentukan organisasi-organisasi Kitab Suci pada tingkat keuskupan dan membimbing para warga paroki dalam kerasulan itu, serta memelihara anggota inti kelompok-kelompok doa Kitab Suci.

- Memperkuat hubungan antara paroki-paroki atau keuskupan-keuskupan supaya memudahkan dalam berbagi sumber-sumber, saling belajar dan saling mendukung; dan

- Menggunakan sumber-sumber setempat yang tersedia dengan sebaik-baiknya, belajar dari komunitas-komunitas Cina di luar negeri yang terlibat dalam pelayanan Kitab Suci, dan memberikan materi-materi pembinaan yang sistematis kepada anggota inti kelompok-kelompok pembacaan Kitab Suci dan orang awam pada umumnya.

Dalam pernyataan terakhir rapat pleno di Dar es Salaam itu, para anggota dan rekan federasi itu menegaskan dukungan mereka bagi pelayanan pastoral  Kitab Suci di Cina sebagai prioritas untuk enam tahun ke depan. Ini merupakan sebuah ungkapan “solidaritas dengan Gereja Katolik Cina dan cinta Tuhan bagi orang Cina yang setia dalam Sabda Ilahi.”

Kami sadar mengenai rasa lapar dan haus yang luar biasa akan Sabda Allah di negeri Cina yang luas itu, dan teman-teman pelayan kami yang terlibat dalam pelayanan pastoral kitab suci, khususnya di regio Asia, bersedia memberikan bantuan dalam bidang-bidang seperti:

1) Pembinaan kaum klerus, religius dan awam dalam pastoral Kitab Suci;

2) Pencetakan dan penyebaran Kitab Suci dalam berbagai bentuk;

3) Penyediaan materi-materi pastoral Kitab Suci dan sharing-sharing pengalaman, terutama dengan membuat jaringan dengan CBF dan UCCBA;

4) Pengembangan kelompok-kelompok, asosiasi, atau pusat yang terorganisasi dan memfasilitasi koordinasi internal kerasulan Kitab Suci;

5) Anjuran dialog dan pelayanan cinta kasih yang berkelanjutan untuk membantu memenuhi misi rekonsiliasi yang bersejarah dalam terang Sabda Allah (bdk. Resolusi No.2 dari pertemuan UCCBA kedelapan); dan

6) Dukungan terhadap pembentukan sebuah yayasan untuk membantu daerah-daerah yang kurang (juga disampaikan dalam Resolusi No.6 dari pertemuan UCCBA kedelapan)

Untuk melanjutkan pengembangan pelayanan pastoral Kitab Suci di Cina, kami mempunyai gagasan untuk membentuk jaringan untuk berhubungan dengan orang-orang Cina daratan yang menempuh studi Kitab Suci di luar negeri. Tujuannya antara lain mendukung dan meningkatkan pertukaran, mendukung para sarjana yang masih muda dan studi-studi di luar negeri, dan meningkatkan pengetahuan Kitab Suci melalui riset dan penerbitan.

Tiga imam Cina daratan ikut dalam rapat pleno CBF di Tanzania, dua dari mereka saat ini belajar Kitab Suci di luar negeri.

Salah satu dari imam-imam itu ikut dalam konggres Alkitab Internasional di Roma, yang diselenggarakan bersama-sama oleh CBF dan Dewan Kepausan untuk Promosi Persatuan Umat Kristen untuk memperingati ulang tahun ke-40 ajaran Dei Verbum (Sabda Allah), Konstitusi Dogmatik tentang Wahyu Ilahi dari Konsili Vatikan Kedua.

Imam lainnya ikut dalam kursus Kitab Suci di Tanah Suci pada awal 2007, yaitu suatu proyek bersama antara CBF dan Ordo Benediktus St. Ottilien.

Perhatian kami pada Cina dan umat Katolik Cina daratan, yang terpusat pada sabda Allah, menggemakan kata-kata penuh cinta dari Bapa Suci, Paus Benediktus XVI, yang mengatakan kepada Kardinal Joseph Zen Ze-kiun dari Hong Kong, Uskup koadjutor Hong Kong, Mgr. John Tong Hon, dan uskup Macau, Mgr Jose Lai Hung-seng dalam kunjungan ad limina mereka yang terjadi baru-baru ini: “Teruslah membantu Gereja Cina. Jangan lupa, Kristus itu juga gembala orang-orang Cina. Gereja tidak bisa tetap diam mengenai Kabar Baik ini.”

Penekanan pada Cina dapat meningkatkan usaha kami dalam mempromosikan bacaan Sabda Allah yang terinkulturasi dan sesuai konteks kehidupan, dengan memperkenalkan wajah Cina Jesus, Sang Sabda Yang Menjadi Manusia. Menghadapi cakupan luas dari ladang anggur pelayanan pastoral Kitab Suci ini, kami melihat bahwa usaha terpadu para anggota CBF dapat memberi kontribusi dalam berbagai cara yang berbeda untuk memungkinkan millennium ketiga sungguh menjadi lebih sebagai sebuah “Millenium Sabda.”

Kami akan berdoa bagi dan mengikuti perkembangan dalam Sinode Sabda Allah pada Oktober 2008 nanti. Setelah himbauan apostolik berdasarkan sinode itu dikeluarkan, kami akan menjadikannya salah satu panduan utama bagi kerasulan Kitab Suci kami.

Kedepannya, kami yakin bahwa semangat Kitab Suci dari semua pelayanan pastoral harus terpusat pada Sabda Allah. Dalam konteks ini, peran dan kontribusi kaum awam dalam pelayanan sabda Allah merupakan hal penting untuk membangun Gereja masa depan.

Mengingat bahwa Yesus adalah seorang awam yang dilahirkan di Asia, pembacaan kami akan “tanda-tanda zaman” mengilhami kami untuk memberi prioritas pada pembinan yang kokoh bagi para penggerak, fasilitator, dan koordinator awam untuk pelayanan pastoral Kitab Suci. Mereka mempunyai peran khusus dalam “evangelisasi baru” itu.

Kami akan terus mempromosikan Dei Verbum agar dikenal. Kami juga akan mendukung tujuan penciptaan dan promosi sebuah “budaya Kitab Suci” dan kerja sama yang terorganisasi di antara komunitas-komunitas awam untuk memperkokoh pembinaan para pelayan awam yang kompeten, yang pada gilirannya dapat membina orang awam yang lainnya.

Dalam gaya profetis Yesus dari Nazaret, pewartaan Sabda Allah “harus tampak bagi setiap orang sebagai penyelesaian atas berbagai masalahnya, jawaban atas pertanyaannya, perluasan nilai-nilainya, dan pemenuhan menyeluruh atas cita-citanya” (Pertemuan Umum Luar Biasa Ke-12 Sinode Para Uskup, Instrumentum Laboris No. 51).

Dengan Gereja di Cina dan seluruh dunia, kami berdoa agar dalam Milenium Kristen ketiga, “panen iman yang luar biasa akan dituai di benua Asia yang luas dan penuh daya hidup ini” (Ecclesia in Asia, No. 1).

Pelayanan bersama kami akan seperti sebuah himne dengan banyak suara, yang mewartakan Sabda Allah dalam berbagai bentuk dan cara. Kami dipenuhi dengan pengharapan dan kepercayaan dalam bimbingan Roh Kudus menjadi kerinduan doa St. Paulus “bahwa Sabda Allah beroleh kemajuan dan dimuliakan” (2 Tes 3:1).

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  9. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00