UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

INDIA – Gereja Tangani TBC Sebagai Bagian Dari Perjuangannya Melawan AIDS

23/07/2008

NEW DELHI (UCAN) – Sebuah koalisi kesehatan Gereja bergabung dengan aksi pemerintah federal untuk melawan tuberkolosis (TBC) sebagai bagian dari usahanya yang sedang berjalan untuk melawan HIV dan AIDS.

Koalisi itu mengumumkan keputusan dalam sebuah pertemuan 8-9 Juli di New Delhi. Sekitar 60 wakil dari 11 organisasi Katolik dalam Koalisi Katolik Nasional untuk Kesehatan dan HIV/AIDS itu menghadiri pertemuan yang diadakan Komisi Kesehatan Konferensi Waligereja India (CBCI, Catholic Bishops’ Conference of India) itu.

Koalisi itu diprakarsai oleh komisi itu tahun 2003 untuk membantu “usaha keras” Gereja memerangi penyebaran HIV (human immunodeficiency virus) yang menyebabkan AIDS, suatu kondisi yang hampir senantiasa fatal.

Pertemuan itu membahas kontribusi Gereja bagi pencegahan, pemeliharaan, dan perawatan HIV dan AIDS, dan penyakit-penyakit yang terkait dengan itu. Pertemuan itu juga memutuskan untuk bekerja sama dengan pemerintah federal dalam peluncuran Program Pengendalian TBC Nasional India Yang Direvisi (RNTCP, India’s Revised National Tuberculosis Control Program).

Ketua Komisi Kesehatan CBCI, Uskup Agung Bangalore Mgr Bernard Moras, mengatakan kepada UCA News bahwa dia “gembira dan puas bahwa kita dapat terlibat di banyak organisasi kesehatan” dalam aksi Gereja.

Pastor Alex Vadakumthala, sekretaris komisi itu, mengatakan bahwa koalisi itu memutuskan untuk bergabung dengan aksi pemerintah karena TBC merupakan salah satu penyakit yang terkait dengan HIV dan AIDS. “Banyak orang yang menderita HIV juga terinfeksi TBC, dan penting bahwa kita memberi obat kepada mereka. Pemerintah memberi pengobatan dan obat-obatan yang terbaik. Kita hendaknya memanfaatkan semua itu,” kata Pastor Vadakumthala kepada UCA News pada 8 Juli.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, World Health Organization), para pasien yang sistem kekebalan tubuhnya hancur karena HIV atau AIDS itu 30 kali lebih mudah terkena TBC. Ini penting bagi India, yang memiliki lebih dari 3,4 juta penderita TBC, atau seperlima total penderita TBC di seluruh dunia. Sebuah laporan pemerintah India mengatakan, seorang yang menderita TBC menyebarkan kuman TBC lewat udara dan seorang pasien TBC dapat menulari 10 orang lebih setiap tahun.

TBC, seperti HIV, menyangkiti kelompok paling miskin, terutama para pekerja migran, dan “kinilah waktunya bagi Gereja untuk bekerja sama dengan pemerintah” untuk memeranginya, kata Pastor Vadakumthala. Gereja Katolik memiliki lebih dari 4.500 pusat kesehatan di seluruh India, kebanyakan di desa-desa, katanya. Pusat-pusat itu akan mengidentifikasi orang-orang yang menderita TBC dan membantu mereka dengan obat-obatan yang disediakan pemerintah.

Perjuangan memerangi TBC di India dimulai tahun 1906, ketika para misionaris membangun dua pusat pertama bagi pasien TBC di India yaitu di dua kota di India bagian utara — Ajmer dan Almora. “Dua orang meninggal setiap tiga menit karena TBC. Tetapi kematian ini dapat dicegah dengan penanganan dan perawatan yang memadai,” demikian laporan dari pemerintah federal.

Kerja sama Gereja akan membantu penerapan RNTCP di 11 dari 28 negara bagian di India, khususnya di desa-desa yang kehadiran Gereja sangat signifikan, demikian Pastor Vadakumthala.

Contoh pencapaian itu adalah Forum Dokter Suster India, yang terdiri dari 600 biarawati yang sekaligus dokter yang berkarya umumnya di desa-desa. Suster M. Lina, ketua forum itu, mengatakan kepada UCA News bahwa para anggota forum orang-orang medis yang sangat mampu dan ahli yang berkarya di “setiap wilayah terpencil yang tidak bisa dicapai oleh agen-agen pemerintah.”

Suster Lina mengatakan bahwa forum yang merupakan anggota koalisi Katolik itu membantu memperbaiki kerja melalui jaringan, berbagi informasi, dengan memanfaatkan teknologi dan bekerja sama dengan organisasi-organisasi lain.

Wakil-wakil dari Yayasan Medis Katolik yang berpusat di Amerika Serikat dan Pelayanan Bantuan Katolik juga menghadiri pertemuan itu sebagai rekan kerja asing koalisi itu. Pertemuan itu juga dihadiri oleh wakil-wakil dari Agen Pembangunan Internasional dari Amerika Serikat (USAID, United States Agency for International development), Program Bersama HIV/AIDS dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNAIDS, the Joint United Nations’ Programme on HIV/AIDS), dan pemerintah India.

Berbicara tentang perjuangan melawan AIDS, Dileep Kumar, ketua Dewan Perawat India, mengatakan, “Gereja telah melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk memerangi penyakit ini.”

Seorang lain yang memuji karya Gereja adalah Denis Broun, koordinator UNAIDS India. Pria ini mengatakan kepada UCA News pada 9 Juli bahwa organisasinya melihat bahwa bekerja dengan Gereja itu mudah karena orang-orang Gereja “sudah berada di lapangan.”

Pastor Vadakumthala menceritakan bahwa sebelum koalisi itu dibentuk, berbagai fasilitas dan lembaga Gereja berkarya dengan para penderita HIV/AIDS secara indenpenden dan tanpa kebijakan bersama.

Menurut berbagai perkiraan resmi, India memiliki 2,5 juta penderita HIV, jumlah tertinggi ketiga setelah Afrika Selatan dan Nigeria.

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  9. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00