HONG KONG (UCAN) – Uskup bawah tanah Zhengding Mgr Julius Jia Zhiguo diciduk dari kediamannya oleh aparat keamanan pada hari penutupan Olimpiade Beijing.
Sebuah sumber Katolik mengatakan kepada UCA News bahwa uskup yang berusia 73 tahun itu sedang beristirahat di kamarnya di kompleks Katedral Kristus Raja dan sedang berbicara dengan sejumlah umat Katolik ketika aparat keamanan menciduknya pada jam 11.20 pagi. Keuskupan Zhengding terletak di Propinsi Hebei, yang sebagian besar mengelilingi Beijing.
Insiden itu, kata sumber itu, terjadi setelah prelatus itu merayakan Misa Minggu pada 24 Agustus di katedral di Wuqiu, sebuah desa dekat Shijiazhuang, ibukota propinsi itu, 270 kilometer barat daya Beijing.
Para aparat dari wilayah Shijiazhuang itu mengatakan kepada umat Katolik di tempat kejadian itu bahwa pemerintah telah mengatur “sebuah perjalanan musim panas uskup uskup” dan bahwa “dia tidak akan segera kembali,” lanjut sumber itu.
Ratusan umat Katolik yang menghadiri Misa pagi yang dipimpin uskup itu masih berada di katedral dan menyaksikan para aparat keamanan membawa Uskup Jia.
Sebuah siaran pers dari Yayasan Kardinal Kung dari Amerika Serikat pada 24 Agustus mengatakan, “enam aparat keamanan pemerintah dalam dua mobil menangkap Uskup Jia” di katedral sekitar jam 10.45 pagi.
Hingga 25 Agustus, prelatus yang kondisi kesehatannya kurang baik itu masih berada dalam tahanan rumah di Shijiazhuang, kata sumber itu kepada UCA News.
Umat Katolik setempat tidak tahu alasan penahanan uskup mereka, kata sumber itu, tetapi dia menduga bahwa penangkapan itu bisa saja terkait dengan Paralympic Games (Pertandingan Olimpiade Penyandang Cacat) di Beijing mendatang, yang diselenggarakan 6-17 September. Uskup Jia mengelola sebuah panti asuhan yang juga memperhatikan anak-anak cacat, tulis sumber itu.
Sebelumnya, pada 15 Agustus, Uskup Jia memimpim Misa di Wuqiu yang merayakan Pesta Maria Diangkat ke Surga. Lebih dari 1.000 umat Katolik menghadirinya sekalipun aparat keamanan sudah memberi peringatan kepada umat Katolik di keuskupan itu untuk tidak menghadiri Misa pada hari pesta itu di katedral itu.
Umat Katolik bawah tanah menolak berafiliasi dengan struktur administratif yang diakui pemerintah untuk Gereja.
END