INDORE, India (UCAN) – Umat Katolik di sebuah keuskupan di India tengah berdoa bagi kesembuhan uskup mereka, yang sudah sakit lebih dari 18 bulan lalu.
Beberapa orang di Keuskupan Indore mengatakan kepada UCA News bahwa masalah tulang belakang uskup itu telah melumpuhkan berbagai kegiatan di wilayah itu.
Uskup George M. Anathil SVD, yang berusia 76 tahun pada 28 Juni, adalah uskup kedua yang telah memimpin keuskupan itu selama 34 tahun.
“Kami selalu berdoa mohon kesehatan dan kesembuhan uskup kami,” kata Albert D’Souza, yang datang bersama istri dan dua anaknya untuk membakar lilin di depan gua Maria di katedral di Indore, sekitar 810 kilometer selatan New Delhi.
Pria awam Katolik berusia 66 tahun itu menambahkan bahwa Uskup Anathil “dengan sangat baik” telah memimpin keuskupan itu dengan membuka stasi-stasi misi untuk melayani orang miskin. “Kami setiap hari berdoa mehon kesehatan baginya.”
Yang juga berdoa bagi uskup itu adalah Sherry Francis, editor Rachana (menulis), majalah berbahasa Hindi milik keuskupan itu. “Kesehatan yang memburuk dari Uskup Anathil telah menghentikan momentum dari berbagai kegiatan keuskupan,” kata pria awam Katolik berusia 68 tahun itu, karena Uskup Anathil “cukup lama” tidak bisa berjalan.
Victor Antony, ketua Sabha (dewan) Katolik di keuskupan itu, mengatakan bahwa berbagai kegiatan keuskupan menjadi “tertinggal” dan “seluruh kepengurusan keuskupan” menjadi “terhenti” sejak Uskup Anathil jatuh sakit. “Tidak ada kegiatan-kegiatan penting dilakukan. Tidak ada suara Gereja yang terdengar selama satu setengah tahun,” kata tokoh awam berusia 44 tahun itu.
Menurut Francis, seluruh keuskupan berdoa bagi “kesehatan dan kesembuhan,” sejak umat merasa tidak berdaya dan ketiadaan pemimpin. “Tak seorangpun berada dalam posisi untuk mengambil keputusan penting apapun,” tambahnya.
Namun, Vikjen Pastor Jolly John SVD menepis kalau sakitnya uskup itu mempengaruhi berbagai kegiatan keuskupan. “Keuskupan berjalan baik dan kami semua berdoa bagi kesehatan uskup kami,” kata imam itu kepada UCA News.
Pastor John sependapat bahwa situasi kesehatan uskup memang “menjadi keprihatinan” bagi keuskupan. Uskup itu sudah dua kali menjalani operasi tulang belakangnya. “Kedua operasi itu tidak berhasil seperti yang diharapkan, dan uskup sekarang praktis hanya tergeletak di tempat tidur dan sangat menderita,” kata imam berusia 46 tahun itu. Vikjen itu menyatakan bahwa mereka sedang berusaha mendapatkan “perawatan kesehatan yang terbaik” bagi uskup.
Pastor Prasad Kuzhivelil, ketua komisi ekumene dan dialog antaragama di keuskupan itu, menggambarkan Uskup Anathil sebagai “kekuatan penggerak semua kegiatan keuskupan.” Tetapi ketika berbicara dengan UCA News, dia juga menegaskan bahwa keuskupan tetap berjalan baik, sekalipun mengakui bahwa sakitnya uskup itu “jelas mempengaruhi berbagai kegiatan Gereja.”
Uskup Anathil, yang sedang beristirahat di kediamannya di kompleks katedral, mengatakan kepada UCA News pada 27 Agustus bahwa ia ingin pensiun dan memiliki seorang pengganti ditunjuk. Ketika ditanya berapa lama harus menunggu datangnya seorang pengganti, uskup itu mengatakan bahwa prosesnya sudah berjalan. “Saya tidak bisa berbicara lebih dari itu,” tambahnya.
Keuskupan Indore, yang luas 19.073 kilometer persegi, memiliki sekitar 20.000 umat Katolik di antara 4,5 juta penduduk. Keuskupan itu memiliki 25 paroki dan stasi misi, tempat 21 kongregasi religius pria dan wanita berkarya.
END