UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

FILIPINA – Institut Siapkan Pendidikan Online bagi Katekis dan Guru Agama

28/08/2008

MAKATI CITY, Filipina (UCAN) –  Aleth dan Willie Hernandez, keduanya pekerja Gereja, menekan tombol komputer dan mengklik mouse di sebuah sekolah dekat Manila untuk mendaftarkan diri mengikuti program pembinaan berbasis Internet bagi katekis dan guru agama.

Pasangan itu terlibat dalam Pelayanan Hidup Keluarga di sebuah paroki di Las Pinas City, selatan Manila. Mereka mendaftarkan diri bersama lima orang lain pada 15 Agustus untuk mengikuti pelatihan sebagai “learning facilitators” (fasilitator belajar) di Komunitas Belajar Virtual untuk Pembinaan man (VLCFF, Virtual Learning Community for Faith Formation), yang dimulai oleh University of Dayton, di Ohio, Amerika Serikat.

Selain seorang guru agama, kelompok itu terdiri dari tamatan dan mahasiswa program S2 dalam Pendidikan Agama di bawah bimbingan Pastor Renato de Guzman SDB, yang mengembangkan Koneksi Asia dari VLCFF, sebuah kursus bersertifikat selama setahun untuk para katekis, guru agama, dan pembina kehidupan Kristen. Kursus itu diberikan secara lokal pada bulan Januari berdasarkan tes, sebelum dibuka untuk mahasiswa-mahasiswa dari seluruh Asia.

Mulai 31 Agustus di Institut Teknik Don Bosco di Makati City, tenggara Manila, tujuh calon fasilitator akan memberi pelatihan online selama lima minggu. Setiap fasilitator memberi pelatihan tentang sebuah pokok yang dipilih. Setelah pelatihan selama lima minggu, dari September hingga November, mereka akan belajar khususnya tentang penggunaan Internet untuk pengajaran dan pembinaan.

Institut Prakarsa Pastoral (IPI, Institute of Pastoral Initiatives) di University of Dayton mengembangkan VLCFF tahun 1990-an, demikian website VLCFF (http://vlc.udayton.edu).

Pastor de Guzman mengatakan kepada UCA News bahwa hubungan dengan IPI dimulai dengan diskusi-diskusi tahun 2004 dengan rektor institut itu yaitu Suster Angela Ann Zukowski. Waktu itu, imam itu adalah pemimpin studi di Pusat Studi Don Bosco, di Paranaque City, selatan Manila. Biarawati dari Tarekat Pembantu Misi dari Hati Kudus itu datang untuk memberi presentasi tentang The Gospel in Cyberspace: Nurturing Faith in the Internet Age (Injil dalam Ruang Maya: Membina Iman dalam Abad Internet).

Kursus setahun itu akan terdiri dari enam sampai delapan subyek, dan para mahasiswa bekerja dari komputer mereka sesuai jadwal mereka sendiri.

IPI akan menyediakan akses gratis ke fasilitas VLCFF online bagi para fasilitator dan mahasiswa. Institut Kateketik dan Pelayanan Kaum Muda di Pusat Don Bosco itu juga akan mengadaptasi kursus-kursus sesuai keperluan Filipina dan Asia, melatih dan membiayai fasilitator, serta mengelola berbagai operasi Asia.

Pastor Guzman mengatakan bahwa setiap fasilitator akan menangani sebuah komunitas maya yang terdiri dari 15 mahasiswa per subyek. Kegiatan-kegiatan belajar meliputi refleksi personal, diskusi online menyangkut buku dan bahan, diskusi kelompok online, konsultasi pribadi, dan situasi-situasi yang disimulasikan. Sebuah subyek akan meliputi seminggu kerja pribadi dan interaksi online.

Imam Salesian itu mengatakan, dia berharap bahwa VLCFF “menyiapkan katekis-katekis yang terampil dalam menggunakan berbagai teknologi baru” untuk meningkatkan evangelisasi. Dia menambahkan bahwa dia berencana untuk berusaha mendapatkan subsidi bagi para katekis yang berasal dari “paroki-paroki miskin,” termasuk dana untuk membeli komputer untuk komunitas-komunitas terpencil dan miskin.

Biaya penerimaan akan diumumkan kemudian, katanya.

Gina Esporlas, pemimpin katekis dari Keuskupan Paranaque, mengantisipasi bahwa kursus online itu akan menjadi suatu “bantuan besar” bagi para katekis yang memiliki sedikit waktu dan uang untuk pergi ke sekolah. Perempuan itu mengatakan kepada UCA News bahwa banyak katekis meninggalkan rumah mereka jam 6.00 pagi pada hari-hari biasa dan kembali malam hari setelah mengajar full-time di sekolah-sekolah negeri dengan 60-100 murid per kelas.

Dalam waktu luang mereka, para katekis itu membantu di paroki untuk mempersiapkan para calon Komuni Pertama, dan memberi pengarahan bagi mereka dan orangtua baptis mereka, kata Esporlas.

Dia mengatakan bahwa upah para katekis profesional di Metro Manila berkisar antara 8.000 hingga 10.000 peso (US$174-$218) per bulan.

Hasil awal survei 2008-2009 dari Keuskupan Agung Manila dan lima keuskupan lain di Metro Manila mencatat ada 1.764 katekis yang digaji dan katekis relawan di wilayah Metro Manila.

Menurut survei Asosiasi Paroki Keuskupan Agung Manila 2007-2008, 465 orang mengajar agama di 67 dari 90 sekolah yang menjadi anggota asosiasi itu.

Di seluruh Filipina, sedikitnya ada 14.381 katekis yang digaji dan yang suka rela, demikian survei nasional Komisi Pendidikan Katolik dari konferensi waligereja. Namun, survei hanya dijawab oleh hanya 30 persen dari paroki-paroki yang ada.

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  9. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00