UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

INDONESIA – Gereja dan Polisi Peringatkan Kaum Muda Katolik akan Ancaman Narkoba

29/08/2008

KUPANG, NTT (UCAN) – Konsentrasi dalam belajar serta keterlibatan yang menunjang dalam berbagai kegiatan Gereja dan masyarakat akan membantu kaum muda untuk tidak jatuh ke dalam penyalahgunaan obat-obat terlarang, demikian disampaikan kepada orang muda Katolik dalam sebuah program khusus.

Komisi kepemudaan Keuskupan Agung Kupang dan Polisi Daerah (Polda) NTT bekerja sama  mengadakan acara itu, yang diikuti 400 peserta dari enam paroki dan enam SMA di Kupang. Kota Kupang yang berada di Timor bagian barat itu, di mana orang Protestan menjadi komunitas mayoritas, adalah ibukota Propinsi Nusa Tenggara (NTT), sebuah propinsi yang penduduknya mayoritas Katolik.

Program animasi kaum muda dan penyuluhan itu berfokus pada narkoba (narkotika, psikotropika dan zat-zat adiktif).

“Narkoba memberdaya kita terus menerus, tetapi kita sebagai orang muda harus bijak diberdayakan sebagai pribadi yang berguna bagi lingkungan Gereja, masyarakat dan negara,” kata Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang kepada kaum muda pada 16 Agustus di aula Gereja Assumpta.

Pemimpin Gereja lokal itu memberi nasehat bagaimana cara menciptakan kehidupan yang sehat. ”Anak-anak muda harus membangun disiplin diri dan belajar dengan giat agar tidak mudah terjebak dalam lingkungan negatif,” katanya. Ia juga mendesak orang muda supaya meneguk nilai-nilai iman dan sosial yang baik, dan meminta keluarga-keluarga agar membantu membentuk kepribadian orang muda.

Kapolda NTT Antonius Bambang Suedi mengatakan kepada para peserta bahwa narkoba adalah masalah sosial yang harus ditanggulangi semua orang, bukan hanya polisi saja.

“Umat Katolik khususnya generasi muda berperan” dalam pemberantasan narkoba, tegas Suedi, seorang umat Paroki St. Yosef di Naikoten, Kupang. Namun, ia mengakui bahwa pemberantasan ancaman narkoba adalah sebuah tugas yang menantang karena jaringan penyelundupannya luas dan sangat rahasia.

Kapolda itu mendesak kaum muda agar terlibat secara aktif, baik dalam kegiatan Gereja maupun masyarakat untuk mencegah mereka jatuh ke dalam penyalahgunaan obat-obat terlarang.

Dalam sesi lainnya, Agus Nugroho, direktur reserse narkoba polda NTT, mengatakan bahwa beberapa daerah di kota Kupang diketahui telah menjadi tempat penjualan narkoba secara ilegal.

Pejabat Muslim itu mengatakan bahwa polda NTT mencatat ada enam kasus narkotik dan empat kasus psikotropika dari Januari hingga pertengahan Agustus tahun ini, yang melibatkan 18 orang muda. Jika dibandingkan dengan data tahun lalu, ada empat kasus narkotik dan tiga kasus  psikotropika, yang melibatkan 16 orang muda.

Nugroho mendesak para audiens, sebagai anggota generasi masa depan, supaya tidak merusak tubuh mereka dengan narkoba. Obat-obatan semacam itu, ia memperingatkan, juga “memberikan dampak buruk bagi penggunanya dan bisa merasuki mental seseorang untuk bertindak kriminal.”

Theresia Hilda Parera, 25, menyadari penyuluhan itu berguna. “Saya sebagai orang muda memberikan apresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan pihak Gereja kepada kaum muda,” katanya kepada UCA News, seraya menambahkan bahwa kegiatan itu membantunya menjadi ”lebih sadar akan bahaya-bahaya” narkoba.

Ia berjanji akan menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan.

Pastor Agustinus Pareira, ketua Komisi Kepemudaan keuskupan agung Kupang, mengatakan narkoba ”adalah masalah sosial yang menjadi keprihatinan Gereja Katolik.”

Ia mengatakan kepada UCA News bahwa komisinya juga mengadakan sesi-sesi rekoleksi, katesekese dan refleksi tentang isu itu. Tujuan utama upaya-upaya ini, katanya, adalah untuk menyadarkan orang muda bahwa narkoba dapat mengancam masa depan mereka dan juga masa depan bangsa Indonesia.

Imam itu menambahkan bahwa polda NTT membuat program penyuluhan berkelanjutan bagi para siswa, pegawai negeri sipil, dan pelacur tentang masalah itu.

Pastor Stefanus Mau, kepala Sekolah Menengah Atas Giovanni di Kupang, melaporkan bahwa sekolah itu mengambil tindakan pencegahan meskipun tak satu pun siswa sekolah itu terbukti menggunakan obat terlarang itu.

“Setiap tahun ajaran baru, kami menyelenggarakan penyuluhan narkoba kepada semua siswa,” katanya kepada UCA News pada 18 Agustus. Sekolah itu melakukan razia dua kali sebulan untuk mencari obat-obatan terlarang, ”dan hingga saat ini tidak satu pun ditemukan,” katanya.

“Sekolah juga selalu mengadakan pembinaan rohani secara efektif berupa rekoleksi dan retret untuk mempertebal iman mereka sehingga mereka tidak mudah menjadi korban narkoba,” tambahnya.

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Wapres: Masih banyak pemimpin yang "jual murah" surga
  2. Paus Fransiskus: Aborsi, euthanasia adalah dosa
  3. Indonesian Youth Day 2016, KWI berencana undang Paus Fransiskus
  4. Tiongkok bebaskan Uskup Yujiang setelah enam bulan ditahan
  5. Mgr Soegijapranata dan Romo Mangun jadi tokoh kesetaraan Indonesia dalam acara Bandung Lautan Damai
  6. Jutaan orang diharapkan akan menghormati relikwi Santo Fransiskus Xaverius
  7. Paus Fransiskus: Anak-anak berhak memiliki ibu dan ayah
  8. Konferensi Vatikan mencari bahasa baru terkait perkawinan
  9. Para uskup Jepang dan Korea meningkatkan hubungan akibat ketegangan politik
  10. Pelanggaran kebebasan beragama diperparah kebijakan pemerintah
  1. Wapres: Masih banyak pemimpin yang “jual murah” surga
  2. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus adakan undian barang hadiah untuk menggalang dana bagi tunawisma
  4. Forum Keagamaan: Perubahan iklim adalah sebuah masalah moral
  5. Amnesty Internasional kritik UU Penodaan Agama di Indonesia
  6. Belajar Toleran seperti Warga Desa Boro
  7. Unika Atma Jaya sponsori penanaman 55.000 mangrove dengan melibatkan 1.500 relawan
  8. Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan SIGNIS Asia
  9. Jutaan orang diharapkan akan menghormati relikwi Santo Fransiskus Xaverius
  10. Intoleransi masih dibiarkan
  1. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  2. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  3. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  4. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  5. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  6. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  7. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  8. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  9. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  10. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
UCAN India Books Online