UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

KAMBOJA – Kaum Muda Katolik Belajar Baik dan Buruknya Media

29/08/2008

BATTAMBANG, Kamboja (UCAN) – Kaum muda Katolik dari Prefektur Battambang menganalisa kekuatan media modern dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Gereja baru-baru ini. Dalam seminar itu, mereka dilatih tentang cara membuat berita tentang Gereja lokal.

“Saya sadar bahwa saya terlalu banyak menonton televisi,” kata Soa Sony, satu dari 20 lebih peserta dalam seminar tentang “Pengaruh Media,” yang diselenggarakan di paroki di kota Battambang, 255 kilometer barat laut Phnom Penh.

Sony, 22, mengatakan kepada UCA News setelah seminar 11-15 Agustus itu bahwa dia menonton program “Sport Live” tiga kali seminggu dari jam 7.00 malam hingga jam 2.00 pagi, dan juga mengalami kerugian dalam taruhan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa olahraga.

Inilah salah satu dampak buruk media yang dibicarakan dalam seminar itu. Kini, Sony berjanji untuk hanya menyaksikan acara-acara televisi yang bermanfaat baginya, seperti berita, sains, dan acara bahasa Inggris. Dia juga memutuskan untuk melanjutkan sekolah menengahnya yang sudah ditinggalkannya beberapa tahun lalu.

Seminar itu diadakan oleh Prefektur Apostolik Battambang, satu dari tiga daerah yurisdiksi Gereja di negara itu, dan  Komunikasi Sosial Katolik (CSC, Catholic Social Communications) di Phnom Penh. Seminar itu disenggarakan untuk menyadarkan kaum muda Battambang tentang pengaruh media dan untuk mengembangkan para reporter lokal untuk CSC.

Dalam lima hari seminar itu, para peserta belajar tentang sejarah dan pengaruh media, serta berbagai cara Gereja menggunakan media. Mereka juga mempelajari dasar-dasar peliputan, penulisan berita, dan perencanaan peliputan.

Direktur CSC, Pastor Omer Giraldo, mengatakan kepada kaum muda bahwa teknologi komunikasi sedang berkembang pesat dan media dewasa ini dapat memanfaatkannya untuk berbagai maksud. Imam dari Serikat Misi Asing Yarumal yang berpusat di tempat asalnya di Colombia itu menekankan bahwa Gereja harus menggunakan media untuk pewartaan Injil Kerajaan Allah dan kasih Allah.

Beberapa peserta mengatakan kepada UCA News bahwa mereka kini sadar bahwa media terlalu sering melakukan apa yang bertentangan dengan tujuannya dan bahkan memprovokasikan berbagai konflik.

Lon Sao, 20, bercerita bahwa bulan lalu, dalam pertikaian wilayah dengan tetangga Thailand, dia sangat marah ketika membaca berita-berita bahwa tentara Thailand berada di perbatasan. Dia mengatakan bahwa dia yakin 100 persen akan berita media lokal itu dan ingin pergi berperang jika perlu.

Um Kung, juga berusia 20 tahun, bercerita tentang bagaimana media lokal mendukung sentimen nasionalistis pada tahun 2003 setelah seorang bintang televisi Tailand diduga membuat pernyataan hinaan terhadap Kamboja. Para mahasiswa Kamboja bereaksi dengan membakar bendera Thailand di Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh.

Senada dengan itu, Nop Samnang mengatakan bahwa dia kini sadar bahwa media dapat meningkatkan atau menghancurkan manusia dan masyarakat.

Semua peserta mengatakan bahwa mereka kini siap memberi kontribusi kepada Gereja lokal dengan menggunakan keterampilan yang baru mereka pelajari yaitu menulis berita Gereja.

Panitia seminar, Pastor Totet Banaynal mengatakan kepada UCA News, “Kami ingin orang muda tahu tentang pengaruh media, memperoleh keterampilan baru, memberi mereka kesempatan untuk menyadari kekuatan dan kelemahan mereka.”

Imam Yesuit yang menjadi vikjen prefektur itu mengatakan, seminar itu dibuka untuk umat Katolik usia 18 tahun ke atas yang aktif dalam Gereja atau tertarik akan pewartaan Kabar Gembira.

END

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  9. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00