INDONESIA – SMA De Britto Merayakan 60 Tahun Pendidikan Liberal

03/09/2008

SLEMAN, Indonesia (UCAN) — Uskup Agung Semarang Mgr Ignatius Suharyo meminta para guru dan siswa dari sebuah sekolah yang dikelola Jesuit untuk secara mendalam  memahami dan menghargai kebebasan yang ditawarkan melalui pendekatan pendidikan liberal sekolah itu.

Prelatus itu berbicara kepada para guru, siswa, dan alumni SMA Kolose De Britto  di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, sekitar 430 kilometer tenggara Jakarta, dalam misa perayaan ulang tahun ke-60 sekolah tersebut.

Kebebasan yang diberikan sekolah itu jangan dipahami sebagai “bebas dari berbagai aturan, hukum, atau ikatan lainnya,” tetapi “bebas untuk bertindak dengan penuh tanggung jawab dan berdasar pada suara hati dan kasih,” katanya kepada 1.500 orang yang berkumpul di sekolah itu pada 23 Agustus.

Menurut kepala sekolahnya, Theodorus Sukristiyono, sekolah tersebut menerapkan pendekatan pendidikan liberal yang memungkinkan para siswanya mengembangkan diri. Para guru, katanya kepada UCA News pada 28 Agustus, berperan sebagai pendukung dalam membantu para siswa menentukan pilihan hidup yang berguna bagi dirinya sendiri dan masyarakat.

Tidak seperti sekolah-sekolah lain di Indonesia, katanya, para siswanya tidak diwajibkan mengenakan seragam sekolah dan diijinkan berambut gondrong. Di kelas, mereka bebas mengungkapkan pendapat yang berbeda secara bertanggungjawab. Mereka juga bebas memprakarsai kegiatan-kegiatan sosial, kata Sukristiyono.

Website SMA De Britto (www.debritto-yog.sch.id) mengatakan bahwa sekolah itu mendukung nilai-nilai kasih, kebebasan, keterbukaan dan pluralitas. Website itu juga mengungkapkan filsafat ada di balik semua itu. Kasih, demikian website itu, membentuk para siswa menjadi orang yang mau melayani dan memperjuangkan kebenaran dan keadilan, sedangkan kebebasan mendorong mereka untuk bertindak dengan penuh tanggung jawab dan berdasarkan suara hati. Sekolah itu melihat keterbukaan dan penghargaan terhadap pluralitas sebagai bagian dari kedewasaan yang ditanamkan sekolah itu dalam diri para siswanya.

Dalam misa pada 23 Agustus itu, Uskup Agung Suharyo mengatakan bahwa kata “pendidikan” berasal dari bahasa Latin /ex/ dan /ducere/, yang berturut-turut berarti “keluar” dan “memimpin.” Ia mendesak para guru dan siswa untuk memimpin orang-orang keluar menuju kebebasan. “Saya yakin, kebebasan yang dikembangkan di sekolah ini dimaknai sebagai kebebasan untuk berbuat demi kepentingan bersama, selaras dengan motto sekolah ini “Man for and with others,” tambah prelatus yang keuskupannya meliputi Yogyakarta itu.

Sembilan belas imam, kebanyakan alumni De Britto, menjadi konselebran dalam misa itu. Di antara mereka adalah Pastor rektor SMA De Britto Josephus Ageng Marwata SJ dan provinsial Yesuit Pastor Robertus Bellarminus Riyo Mursanto SJ.

Menurut Sukristiyono, pendekatan pendidikan liberal di sekolah itu didasarkan pada spiritulitas pendiri Serikat Jesus, Santo Ignatius Loyola. Tujuan pendekatan itu adalah untuk melatih para siswa agar percaya diri.

Ketika ditanya oleh UCA News tentang sejauh mana pendekatan liberal ini telah berpengaruh terhadap para siswa, awam Katolik itu mengatakan bahwa pendekatan tersebut membantu mereka mencapai hasil yang bagus dalam hal akademik, olahraga, dan seni. Pendekatan itu juga mendukung para siswa untuk melakukan karya sosial sesuai dengan inisiatif mereka sendiri.

“Sehari setelah gempa bumi melanda Yogyakarta pada 27 Mei 2006,” katanya, “beberapa siswa berinisiatif memberikan bantuan nasi bungkus kepada para korban. Hari-hari berikutnya, mereka mengumpulkan teman-teman mereka dan mendirikan posko-posko bantuan.”

Alvin Egan Natanael, siswa kelas dua, mengatakan pendekatan itu telah membantunya dalam mengembangkan kepribadian. “Kami tidak hanya dibekali pengetahuan akademik tetapi juga nilai-nilai kehidupan,” kata siswa yang berumur 16 tahun itu.

Sebelum Misa pada 23 Agustus itu berakhir, Sweida Zulalhamsyah, seorang alumnus Muslim yang mengetuai perkumpulan alumni sekolah itu, mengumumkan bahwa sekolah tersebut menyediakan beasiswa bagi siswa yang miskin “untuk memastikan bahwa tidak ada siswa akan berhenti belajar karena masalah keuangan.”

Setelah Misa, Uskup Agung Suharyo melepaskan 60 merpati yang melambangkan 60 tahun sekolah itu. Pagi berikutnya, wakil-wakil dari sekolah itu berziarah ke makam para romo rektor, guru, dan alumni.

Didirikan pada 19 Agustus 1948, SMA Kolose De Britto kini memiliki lebih dari 800 siswa dari berbagai agama dan sekitar 9.500 alumni, 37 dari mereka menjadi imam.

END




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pro dan kontra seputar rencana pembangunan patung Yesus di Papua
  2. Vatikan desak pemerintah global melibatkan masyarakat adat dalam pembangunan
  3. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  4. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  5. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  6. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  7. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  8. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  9. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  10. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  1. Kira kira Yesus akan bilang apa?...
    Said Jenny Marisa on 2017-04-28 20:01:14
  2. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  3. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  4. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  5. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  6. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  7. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  8. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  9. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  10. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
UCAN India Books Online