UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

INDIA – Keuskupan Percaya Para Katekis Perempuan Bisa Meningkatkan Iman Katolik

24/09/2008

KEORAPUKUR, India (UCAN) – Marcella Corraya berdoa di depan patung Maria di gereja ketika dia menunggu para siswanya.

Corraya, perempuan awam yang berusia 70 tahun itu, mempersiapkan calon pengantin yang akan menikah jam 09.00 pagi. Dia juga masih akan mengajar mereka dua jam lagi tentang iman Katolik.

Perempuan yang sudah sepuh itu termasuk dalam 22 katekis yang kini berkarya di Keuskupan Baruipur, di India bagian timur, setelah keuskupan itu menghadapi kekurangan pria untuk melakukan tugas ini. Corraya yang berbusana Sari itu bukanlah satu-satunya katekis perempuan di Paroki St. Antonius di Keorapukur, 25 kilometer tenggara Kolkata — dia adalah satu-satunya katekis di paroki itu.

Kolkata, ibukota Negara Bagian West Bengal, berjarak 1.460 kilometer tenggara New Delhi.

Corraya mengatakan kepada UCA News bahwa dia “mempersembahkan” hidupnya untuk “mengajarkan nilai-nilai dan ajaran Gereja” setelah pensiun dari tugasnya sebagai guru di sebuah sekolah formal tahun 1996. Sekarang, dia menangani “kelas-kelas khusus untuk perkawinan” di pagi hari kerja, selain tugas tetapnya “mengajar sekolah Minggu” di paroki.

Janda dan nenek itu juga memberi bimbingan bagi kaum muda, berusaha merukunkan keluarga yang “tegang,” dan mengunjungi umat untuk mendengarkan persoalan mereka dan memberi bimbingan kepada mereka secara rohani. Dia mengatakan bahwa pengalaman mengajar selama 39 tahun dan “berbagai persoalan orangtua yang dihadapinya” telah memberinya “banyak pengalaman” untuk menghadapi berbagai kelompok.

“Berbagai macam tukar pikiran” dengan banyak orang turut menguatkan imannya, kata perempuan sepuh bersuara lembut dengan latar belakang “pendidikan biara Katolik” itu.

Di sekolah Minggu yang reguler, Corraya mengajar anak-anak yang mempersiapkan diri untuk menerima Komuni Kudus Pertama atau untuk menerima Krisma, dan memberi pengarahan bagi orang-orang muda yang melangkah ke jenjang hidup perkawinan.

Kepala paroki tempat Corraya berada, Pastor Pankaj Poty, mengatakan bahwa keuskupan akhirnya beralih ke kaum wanita untuk mengajar iman kepada umat setelah kaum pria pergi ke kota dan luar negeri untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Paroki itu memiliki sekitar 6.000 umat Katolik dan “sangat sulit” baginya untuk mengunjungi semua umat, kata imam itu kepada UCA News. Kaum awam, terutama perempuan, “masuk” untuk menjadi perpanjangan tangan kepala paroki, dengan mengambil “pesan Kristus dan Gereja Bunda,” katanya. Pastor Poty mengakui bahwa para katekis perempuan di keuskupan itu “sangat aktif.”

Seorang katekis perempuan lain yang berpengalaman adalah Paulina Mondol dari Paroki St. Stefanus di Kalyanpur, sekitar 10 kilometer selatan dari Baruipur. Mondol yang pemalu di depan umum mengatakan kepada UCA News bahwa dia “gembira melakukan pekerjaan Allah.”

Pastor Himangshu Poti, sekretaris Uskup Baruipur Mgr Salvadore Lobo, melihat para katekis perempuan lebih taat dibanding kaum pria.

Mereka “melakukan sangat baik” dalam memperhatikan berbagai kebutuhan Gereja, katanya. Pastor Poti juga mengatakan bahwa para perempuan itu, seperti halnya Corraya, adalah “aset” Gereja, karena umat biasa tidak merasa ada kendala dalam berbagi persoalan dengan mereka.

Pastor Indrajit Sardar, seorang imam diosesan lainnya, mengatakan hal serupa bahwa para perempuan yang sudah sepuh seperti halnya Corraya memahami situasi dan persoalan umat lebih baik daripada para imam muda seperti dirinya.

Jhuma Sardar (tidak ada hubungan dengan imam itu), seorang bekas penganut Hindu sependapat. Perempuan berusia 28 tahun itu mengatakan kepada UCA News bahwa Corraya “mendengarkan dia dengan penuh perhatian” ketika dia ingin menikah dengan seorang Katolik dan berusaha mengikuti agama suaminya.

Selama tiga bulan, Corraya mengajar Sardar setiap pagi, setelah itu Sardar dibaptis. Pelajaran itu membuatnya mengerti dan menghargai imannya yang baru, kata Sardar, sambil menambahkan bahwa Corraya juga menjadi “ibu baptis” baginya.

Sekali setahun, keuskupan mengumpulkan semua katekis perempuan untuk seminar sehari dan pada kesempatan itu mereka menyempatkan waktu untuk berdoa, meditasi, dan berbagi pengalaman.

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  9. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00