UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

INDONESIA – Keuskupan-keuskupan Regio Nusa Tenggara Sepakat Mengembangkan Gereja yang Inklusif dan Transformatif

01/10/2008

KUTA UTARA, Bali (UCAN) – Para pekerja Gereja yang mencakup Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (Komisi HAK) keuskupan di Regio Nusa Tenggara (Nusra) ingin menghidupkan Gereja mereka dengan mengatasi perbedaan diperkuat melalui dialog.

Sebanyak 40 perwakilan Komisi HAK dari delapan keuskupan regio itu berkumpul tanggal 12 hingga 14 September di Bali untuk pertemuan pertama mereka, dengan tema: “Menuju Gereja yang Inklusif dan Transformatif.”

Sebanyak 12 imam dan 28 orang awam merumuskan sebuah kesepakatan yang terdiri dari delapan butir pada pertemuan yang diadakan di Rumah Retret Tegaljaya di Kuta Utara itu.

Dalam kesepakatan mereka itu, mereka mengatakan mereka menyadari kehidupan Gereja tidak bisa terpisah dari aspek-aspek lain dari kehidupan modern. Sinergi dari ”altar” ke ”pasar,” tegas mereka, diterjemahkan dalam pendirian, pemihakan dan pembelaan yang kuat terhadap realitas sosial yang diwarnai dengan ketidakadilan dan kekerasan.

“Gereja Regio Nusra,” lanjut mereka, “memiliki keunggulan sebagai komunitas yang selalu berkumpul. Kebersamaan menjadi salah satu sumber kekuatan pembaharuan (transformatif).”

Mereka mengakui panggilan Gereja untuk merangkul semua orang dan nilai-nilai kemanusiaan menjadi rujukkan utama karya pastoral, namun diakui “posisi umat Katolik di tengah konteks  masyarakat plural menjadi tantangan konkret karya Gereja dewasa ini.”

Dalam situasi seperti itu, kata mereka, “dialog yang jujur menjadi kebutuhan pastoral,” dan dialog ini harus dirancang dalam multidimensi baik relasi Gereja dengan pemerintah maupun masyarakat yang lebih luas.

Dengan mencontohkan bahwa 36 persen umat Katolik Indonesia yang tinggal di regio Nusra, mereka mengatakan Gereja lokal di sini “memiliki potensi yang besar untuk merumuskan posisi dan peran transformatif di Indonesia.”

Komisi HAK Keuskupan Denpasar yang mencakup Bali, mengadakan pertemuan itu dalam kerja sama dengan Komisi HAK KWI dan Dirjen Bimas Katolik Departemen Agama RI.

Regio Nusra terdiri dari Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, Keuskupan Ruteng, dan Keuskupan Weeetebula.

Para peserta pertemuan merumuskan hambatan internal dan hambatan eksternal yang dihadapi dalam proses mengembangkan Gereja inklusif dan transformatif di regio itu. Diantara hambatan internal: Gereja masih terbelenggu ketakutan untuk menerima resiko, sikap puas dengan keadaan, kuatnya kecurigaan sosial, apatisme umat, lemahnya solidaritas, KBG yang liturgi sentris.

Di antara hambatan eksternal: mereka mengidentifikasikan — persoalan ekonomi, puritanisme religius yang eksklusivistis, dominasi kekuatan politik dan kelompok tertentu.

Dalam kaitan hambatan-hambatan ini, para pekerja Gereja itu sepakat meningkatkan kegiatan-kegiatan lintas agama di keuskupan mereka masing-masing, merancang program-program konkret berdasarkan kebutuhan pastoral, melaksanakan program itu dalam jangka waktu satu tahun dan kemudian dievaluasi dalam pertemuan Komisi HAK regio itu tahun depan.

Di antara para pembicara adalah Pastor Antonius Benny Susetyo, sekretaris eksekutif Komisi HAK KWI dan Pastor Ignatius Ismartono SJ, direktur Pusat Krisis dan Rekonsiliasi KWI.

Pastor Eman Embu SVD, seorang peneliti dari Pusat Penelitian Agama Candraditya yang berbasis di Maumere, dan I Wayan Suastika, anggota staf Kantor Departemen Agama propinsi itu, juga berbicara pada sesi-sesi itu.

Dengan merujuk pada tema pertemuan itu, Pastor Evensius Dewantoro, yang mengetuai Komisi HAK Keuskupan Denpasar, mengatakan kepada UCA News, “Kami menyadari bahwa Gereja Nusra adalah ‘Gereja perjumpaan.’”

Ia menjelaskan bahwa regio itu mencakup tiga propinsi, masing-masing berhadapan dengan agama berbeda. Propinsi Bali, Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Propinsi Nusa Tenggara Timur masing-masing memiliki mayoritas Hindu, Muslim dan Kristen. Pastor Dewantoro menjelaskan dengan “agama, budaya dan suku yang berbeda” sebagai sebuah  “kekuatan.” Namun, ia mengakui perbedaan itu “bisa juga menjadi tantangan” untuk membangun  relasi.

Pada Misa pembukaan, Administrator Keuskupan Denpasar Pastor Yosef Casius Wora SVD mengatakan dialog adalah penting bagi Gereja yang ingin mengalami transformasi. “Dialog,” ia menekankan dalam homilinya, “tidak hanya dilakukan di tingkat para pemimpin atau mereka yang berpengetahuan, tapi harus sampai pada masyarakat akar rumput.”

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Seorang calon imam dianiaya, seminari tinggi diserang
  2. Universitas Yesuit di Asia-Pasifik bahas peran mereka dalam bidang keadilan sosial
  3. Gereja minta Jokowi ungkap kelompok garis keras yang kacaukan Papua
  4. Empat orang Asia masuk Komisi Teologi Internasional
  5. Menag: Pemaksaan kehendak salahi etika Islam
  6. Ancaman ISIS membuat para uskup Filipina gugup
  7. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  8. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  9. Paus Fransiskus tunjuk lebih banyak perempuan untuk Komisi Teologi Internasional
  10. Egoisme agama muncul karena pendidikan tidak mengajarkan etika
  1. Tim pelayanan penjara Yesuit mengunjungi keluarga para napi Laos di Thailand
  2. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  3. Universitas Yesuit di Asia-Pasifik bahas peran mereka dalam bidang keadilan sosial
  4. PID: Wadah pemuda lintas agama menyatukan perbedaan
  5. Kebebasan beragama dinilai jadi persoalan serius buat Jokowi
  6. Biarawati juara The Voice luncurkan album Natal
  7. Vatikan: Hari Komunikasi Sedunia 2015 fokus pada keluarga
  8. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  9. Paus Emeritus Benediktus XVI disebut kakek dari semua kakek
  10. Sambil berdemontrasi demi pro demokrasi, para mahasiswa Kristiani menyalurkan makanan
  1. Hendaknya banyak paroki di wilayah keuskupan-keuskupan meniru hal yang baik yang...
    Said pandenaker simanjuntak on 2014-09-23 09:39:00
  2. Tujuan Paus mungkin yang terpenting adalah bahwa orang tidak dijauhkan dari Sakr...
    Said on 2014-09-21 06:16:00
  3. Puji Tuhan, kalau ada titik terang dari Pak Mengeri Agama yang baru.. Terkabull...
    Said on 2014-09-19 11:42:00
  4. Mantap... hidup santo paulus... Dari muka semua guru, yg kukenal banget itu pak...
    Said Ria on 2014-09-17 22:11:00
  5. KWI sudah mengeluarkan pernyataan resmi menolak PP tersebut. Berarti Ibu Menteri...
    Said chris on 2014-09-13 19:50:00
  6. Bravo... sudah didaftar untuk hak paten? Mau dengar lebih lanjut kalau sudah ad...
    Said on 2014-09-12 07:20:00
  7. Hukuman pilihan...atau nilai emasnya itu... baru tahu ini.. Kalau diberi kesemp...
    Said on 2014-09-12 07:03:00
  8. K-13: guru yang sudah mendapat pelatihan pun msh tetap bingung. Sekarang buku pe...
    Said Lakestra on 2014-09-08 13:49:00
  9. apapun argumennya, masalah patung itu suda beda sejak dulu, tidak heran.......
    Said tri siwi ibar santoso on 2014-09-08 13:13:00
  10. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
UCAN India Books Online