UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

INDIA – Gereja di Orissa Berkabung Atas Kematian Imam yang Terluka Saat Terjadi Kekerasan Anti-Kristen di Sana

29/10/2008

BHUBANESWAR, India (UCAN) – Gereja di Negara Bagian Orissa, India timur, sedang berkabung atas kematian seorang imam Katolik yang diserang dalam kekerasan anti-Kristen yang lalu.

Pastor Bernard Digal, 47, meninggal pada 28 Oktober di Chennai, India selatan, 62 hari setelah kelompok fanatik Hindu memukulnya hingga menderita luka parah.

Imam yang menjabat sebagai bendahara Keuskupan Agung Cuttack-Bhubaneswar itu menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Mumbai, India barat, setelah itu dia dipindahkan ke Chennai, Negara Bagian Tamil Nadu, untuk beristirahat karena di sini ada orang-orang yang dikenalnya. Pada 25 Oktober, dia kembali diopname di St. Thomas Hospital karena demam tinggi.

Mulanya para dokter mengira demam berdarah, tetapi kemudian ternyata dia harus dioperasi untuk mengeluarkan gumpalan darah mati di otaknya, yang diduga terjadi karena cedera fisik yang sedemikian parah yang dideritanya. Segera setelah operasi, Pastor Digal langsung koma, dan meninggal dunia jam 8.45 sore pada 28 Oktober setelah mengalami serangan jantung, demikian sumber-sumber keuskupan agung kepada UCA News.

Pemakaman dijadwalkan 30 Oktober di Raikia, sebuah pusat utama Katolik di Distrik Kandhamal di Orissa, tempat yang paling parah menderita kekerasan anti-Kristen. Wilayah Keuskupan Agung Cuttack-Bhubaneswar mencakup distrik itu. Kekerasan anti-Kristen selama tujuh minggu itu dimulai 24 Agustus, hari setelah kelompok Maois membunuh seorang pemimpin populer Hindu di Kandhamal yang selalu menentang kristenisasi.

Kekerasan itu mengakibatkan sedikitnya 59 orang meninggal dunia dan 50.000 lainnya kehilangan tempat tinggal, karena para ekstrimis Hindu itu membakar sekitar 4.500 rumah dan 100 gedung gereja dihancurkan.

Pastor Manj Nayak menggambarkan Pastor Digal, yang diserang pada 26 Agustus itu, sebagai “salah satu pilar” Gereja di Orissa. Dia dan para imam lainnya di keuskupan agung itu sulit untuk percaya bahwa Pastor Digal, seorang teman yang baik dan saudara penuh kasih bagi semua itu, meninggal dunia, kata Pastor Nayak.

Lebih dari itu, dia menyebut Pastor Digal itu seorang martir demi iman. “Saya yakin, darahnya akan membantu Gereja Orissa mengatasi pencobaan sekarang ini.”

Pastor Digal ditahbiskan imam tahun 1992 dan melayani keuskupan agung itu sebagai imam paroki, dosen, promotor panggilan, moderator kaum muda, penasihat keuskupan, bendahara, dan pembimbing rohani, kata Pastor Nayak. Mendiang imam itu dilahirkan di Tiangia, sebuah desa di distrik Kandhamal.

Pastor Richard Vaz, seorang imam senior di keuskupan agung itu, mengatakan kepada UCA News: “Marilah berdoa semoga pemakaman berlangsung lancar tanpa ada kekerasan.” Dia melaporkan bahwa situasi di Kandhamal masih terus tegang dan kebanyakan orang Kristen dari distrik itu belum pulang.

Pastor Rabindra Swalsingh, seorang imam lain di Cuttack-Bhubaneswar, mengatakan, pengalaman luas Pastor Digal di bidang administrasi dan kehidupan pastoral dapat terus dilanjutkan untuk menolong Gereja di Orissa. Dia mengakui, berita kematian itu mengejutkannya dan membuatnya sedih.

Suster Britto Bojja, yang berkarya di keuskupan agung itu, mengatakan kepada UCA News bahwa Gereja lokal kehilangan salah satu kandidat yang dinominasi untuk menjadi uskup di Orissa. Biarawati dari tarekat St. Joseph dari Annecy itu mengatakan bahwa mendiang imam itu adalah seorang penasehat untuk keuskupan agung itu.

Pastor Mathew Puthyadom, seorang imam senior yang telah mengenal Pastor Digal sejak masih sebagai siswa sekolah menengah, mengatakan bahwa konfraternya itu mempertahankan kesederhanaan dan ketulusan sampai akhir hayatnya. Sejak usia muda, Pastor Digal memegang posisi yang baik di keuskupan agung, dan kini keuskupan agung mengalami kehilangan besar bagi Gereja di Orissa, katanya kepada UCA News.

Ashok Nayak, teman mendiang imam itu sejak masa kanak-kanak, menyebut kehilangan imam itu sebagai sesuatu yang “tak terduga.”

Pada September, sebelum pergi ke Mumbai, mendiang imam itu mengatakan kepada UCA News bahwa ia melarikan diri dari gerombolan ekstrimis Hindu itu, namun ditangkap dan dipukul dengan tongkat dan linggis hingga babak belur. “Pukulan-pukulan itu datang seperti hujan lebat. Mereka menelanjangi saya,” katanya. “Segera setelah itu saya melihat darah mengalir dari kepala dan kemudian saya tidak sadar lagi. Mereka kira saya sudah mati dan kemudian meninggalkan saya.”

Pastor Digal bercerita bahwa pada saat setengah sadar, dia berpikir dia sedang mendengar lolongan serigala dan takut jangan-jangan binatang-binatang itu malah datang memangsanya: “saya pikir, mungkin saya tidak sempat lagi dimakamkan. Saya berdoa kepada Tuhan.” Bantuan baru datang di pagi hari, ketika ia dibawa ke rumah sakit setempat, dan dari sana ke sebuah rumah sakit yang lebih baik di Bhubaneswar.

“Tidak ada bagian tubuh saya yang luput dari pukulan,” katanya.

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  9. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00