Oecusse, Timor Leste (UCAN) — Para biarawati Fransiskan tengah membantu keluarga-keluarga miskin membangun rumah dan mendidik anak-anak mereka sebagai upaya untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi ratusan orang yang menderita kemiskinan di Oecusse, Timor leste.
Seorang biarawati Fransiskan berbicara dengan sebuah keluarga di sebuah rumah baru yang dibangun kongregasinya untuk mereka di Desa Sakato di Distrik Oecusse pada 26 Oktober.
“Ketika kami tiba di sini, kami sedih melihat kondisi kehidupan orang-orang ini. Hati kami tergerak untuk membantu orang-orang ini dengan membangunkan rumah bagi mereka dan mendidik anak-anak mereka,” kenang Suster Maria da Lux Freire Henriques, superior Kongregasi Suster-Suster Fransiskan dari Orang Miskin (Franciscan Sisters of the Poor) di Oecusse.
Ia mengatakan kepada UCA News bahwa ketika mereka tiba tahun 2002, masyarakat miskin sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak. “Rumah asli mereka sangat tidak layak untuk dihuni,” katanya.
Kebanyakan orang di daerah pedesaan Oucesse membangun rumah mereka, yang biasanya hanya memiliki satu ruang, dari daun palma. Wilayah ini terletak di pesisir barat Pulau Timor, yang adalah teritori Indonesia.
Marcos Da Costa, istrinya, dan tujuh anak mereka tinggal di sebuah rumah semacam itu di Sakato, sebuah desa di sepanjang perbatasan. Ia telah dua kali membangun kembali rumahnya karena rumahnya rusak akibat hujan deras. Kini para biarawati telah membangunkan sebuah rumah tembok untuk dia.
“Saya ingin berterima kasih kepada para suster Fransiskan yang telah membantu kami. Sekarang kami bisa tinggal dengan aman di rumah baru kami, puji Tuhan,” kata da Costa kepada UCA News pada 26 Oktober.
Para biarawati Fransiskan datang ke Oucesse atas undangan Uskup Carlos Filipe Ximenes Belo, administrator apostolik Dili saat itu. Mereka mendirikan Centro Social Sociedade Fatima (pusat sosial serikat Fatima) untuk membantu keluarga-keluarga miskin. Hingga kini, para biarawati telah membangun 119 rumah untuk keluarga miskin di Sakato saja.
Kongregasi Suster-Suster Fransiskan dari Orang Miskin didirikan oleh Beata Mary Frances Schervier (1819-1876) di Jerman tahun 1845. Menurut website-nya, karya utama kongregasi ini adalah pelayanan kesehatan, pastoral, dan sosial, kebanyakan di Brazil, Italia, Senegal, dan Amerika Serikat.
Oucesse merupakan sebuah distrik di Timor Leste. Kota utamanya, dengan nama yang sama, terletak 240 kilometer sebelah barat Dili. Sekitar 47.000 orang tinggal di wilayah yang tidak memiliki jalan penghubung dengan wilayah lainnya di Timor Leste ini. Wilayah ini hanya bisa dijangkau dengan helikopter atau kapal ferry dua kali seminggu dari Dili. Jalanan di distrik ini sangat parah kondisinya, dan tidak ada fasilitas bank. Sambungan telepon atau listrik ada di luar Kota Oucesse.
Menurut Asian Development Bank, lebih dari 40 persen dari 1 juta penduduk Timor Leste menganggur, yang sesuai dengan prosentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Bank tersebut memperkirakan bahwa lebih dari 75 persen dari orang miskin tinggal di daerah pedesaan, yang bertahan hidup dari pertanian musiman, dan rata-rata setiap orang berpenghasilan kurang dari US$1 sehari. Sekitar 95 persen penduduknya beragama Katolik.
END