UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

VIETNAM – Perayaan Natal Staf Perusahaan Tekankan Nilai Kehidupan

30/12/2008

BA RIA, Vietnam (UCAN) – Sebuah perusahaan, yang kebanyakan staf manajemen puncaknya adalah Katolik, mengadakan perayaan Natal yang terfokus pada  tragedi aborsi.

Dalam peristiwa itu, setelah menyaksikan pemutaran gambar-gambar janin yang digugurkan, Marie Bui Le Xuan, 21, berjalan masuk ke aula perusahaan dan bermeditasi di depan pemandangan Kelahiran yang dibuat di aula itu.

“Saya pahami bahwa Natal bukan hanya merayakan kelahiran Yesus tetapi juga misteri Inkarnasi, yang mengingatkan kita akan untuk mencintai dan menghormati kehidupan,” kata Xuan kepada UCA News.

“Bayi Yesus adalah bayi termiskin di dunia, yang dilahirkan di palungan di malam yang dingin, dan Bunda Maria serta Santo Yosef berusaha melindungi dan merawat-Nya,” kata perempuan Katolik itu. “Namun, banyak pasangan mengatakan, mereka terpaksa menggugurkan bayinya karena mereka hidup dalam kemiskinan.”

Xuan adalah salah satu dari 1.000 karyawan, sekitar 100 dari mereka itu Katolik, yang menghadiri perayaan 20 Desember yang diselenggarakan oleh Perusahaan Kertas Sai Gon bagi karyawannya di bangunan perusahaan itu di Tan Thanh, Propinsi Ba Ria-Vung Tau, 1.780 kilometer selatan Ha Noi.

Dalam perayaan selama sembilan jam yang meliputi Misa, pentas budaya, dan pesta itu, para karyawan menyaksikan gambar-gambar janin yang diaborsi di berbagai rumah sakit pemerintah serta bayi-bayi yang dilahirkan di berbagai panti yang dikelola Gereja, serta kegiatan-kegiatan pro-life dari para pekerja Gereja.

Joseph Nguyen Viet Cuong, 40, seorang staf manajemen perusahaan itu, mengatakan kepada UCA News bahwa dia meminta Pastor Joseph Le Quang Uy CSsR untuk memberi presentasi tentang dampak negatif aborsi serta karya pro-life Gereja. Cuong, sahabat Pastor Uy, mengatakan bahwa dia ingin membangkitkan kesadaran akan nilai kehidupan di kalangan karyawan.

“Banyak orang muda dewasa ini terlibat dalam hubungan seks pra-nikah, dan tidak tahu dampak buruk aborsi,” katanya.

Dalam presentasi itu, Pastor Uy mengatakan bahwa menurut catatan pemerintah, sekitar 2,4 juta aborsi dilakukan setiap tahun di Vietnam. Namun, menurut imam itu, angka sesungguhnya mendekati 3 juta, karena banyak aborsi dilakukan di klinik-klinik swasta yang beroperasi secara ilegal. Banyak perempuan mendatangi klinik-klinik ini untuk melakukan aborsi “rahasia” dan menghindar dari antrian di klinik atau rumah sakit pemerintah.

Perempuan-perempuan muda yang berusia sekitar 15 dan 25 tahun, dan para pekerja migran semakin banyak memilih aborsi, demikian imam yang terlibat dalam karya pro-life itu.

Pastor Uy, 49, juga mengatakan bahwa sejumlah dokter berbohong kepada perempuan-perempuan hamil dengan mengatakan bahwa bayi mereka cacat dengan harapan bahwa perempuan-perempuan itu memilih aborsi.

Imam itu mendorong para karyawan yang hadir, tanpa mempedulikan agama, “untuk bekerja sama melindungi kehamilan dari aborsi dan melindungi perempuan-perempuan hamil dari penderitaan trauma emosional” akibat melakukan aborsi.

“Natal merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk merenungkan kehidupan” dan “menghormati pasangan-pasangan kita,” katanya.

Bui Van Loi, seorang karyawan beragama Tao, mengatakan kepada UCA News bahwa dia menghargai presentasi Pastor Uy. “Allah dilahirkan dalam kondisi miskin untuk menunjukkan bahwa anak-anak berhak untuk dilahirkan,” katanya.

Loi, 37, mengakui bahwa dia sebelumnya tidak cukup mengerti tentang makna Natal, dan biasanya keluar pada Malam Natal untuk bersenang-senang bersama teman-temannya. Ayah dua anak itu mengatakan, dia akan memanfaatkan Natal tahun ini bersama istri dan anak-anaknya untuk memperteguh ikatan kekeluargaan.

Pada perayaan Natal itu, Loi juga bermain drama yang diorganisasikan oleh seorang rekan Katolik. Drama itu menggambarkan seorang imam yang memberi hadiah kepada anak-anak jalanan dan anak yatim piatu, sementara kaum muda Katolik menikmati Natal dan mengabaikan orang-orang miskin.

Marie Quach Bich Tram, manajer personalia perusahaan itu, mengatakan kepada UCA News bahwa banyak karyawati kelihatan tersentuh setelah menyaksikan slide-slide janin yang digugurkan itu.

Tram, 46, mengatakan bahwa perusahaannya telah menyelenggarakan perayaan Natal bertahun-tahun untuk menikmati kegembiraan dan kedamaian Natal bersama para karyawan perusahaan. Dalam perayaan-perayaan Natal itu, perusahaan memberi uang, peralatan dapur, kotak tisu, dan tisu toilet bagi para karyawan yang telah menunjukkan prestasi baik selama tahun itu.

Tram mengatakan bahwa sejak Juli, perusahaan menyelenggarakan Misa setiap Sabtu terakhir setiap bulan. Sekitar 40 karyawan Katolik menghadiri Misa-Misa yang dipimpin oleh para imam Salesian itu. Dia mengatakan bahwa mereka yang menghadiri Misa diberi Kitab Suci dan rosario.

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  9. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00