UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

INDONESIA – Pemuka-Pemuka Agama Desak Kerjasama Menghadapi Krisis Keuangan Global

31/12/2008

JAKARTA (UCAN) – Para pemuka dari enam agama besar di Indonesia telah menekankan pentingnya kerjasama antaragama dalam menghadapi konsekwensi sosial dari krisis keuangan global.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada akhir kongres nasional, yang diadakan pada 21-23 Desember di Jakarta, tokoh-tokoh agama itu mengatakan krisis keuangan akan mengakibatkan “krisis multidimensional yang harus segera diantisipasi oleh masyarakat, bangsa, dan negara.”

“Krisis finansial ini,” kata mereka, “tentunya akan menimbulkan dampak negatip secara luas seperti pengangguran, kemiskinan, depresi, pesimisme, dekadesi moral, kriminalitas, dan konflik-konflik yang membahayakan keutuhan negara.”

Kongres yang kedua ini diadakan oleh Departemen agama dan dihadiri 320 orang dari berbagai organisasi yang mewakili enam agama yang diakui pemerintah. Kongres pertama dilaksanakan tahun 2006. 

Konferensi Waligereja Indonesia mengirimkan 40 delegasi, termasuk 10 imam. Organisasi-organisasi lainnya yang terlibat adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi), Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI, dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin).

Kongres itu terdiri dari seminar, diskusi, dan pertemuan antara para delegasi.

Haji Toha Abdurrahman dari MUI, satu dari 10 anggota tim yang merumuskan pernyataan itu, membacakan pernyataan itu dalam upacara penutupan di hadapan Menteri Agama Republik Indonesia, Muhammad Maftuh Basyuni.

Pernyataan itu menegaskan bahwa untuk menyikapi krisis saat ini, “umat beragama perlu meningkatkan kerukunan dan hubungan antar umat beragama yang lebih terbuka, adil, dan demokratis. Mereka juga perlu mengedepankan nilai-nilai keagamaan yang dapat membawa masyarakat dalam pola pikir dan tindakan yang optimistik dalam menghadapi kesulitan hidup.”

Pernyataan itu juga mengharapkan pemberantasan korupsi dan mendesak pemerintah untuk menciptakan program-program ekomoni yang membantu masyarakat supaya lebih mandiri secara finansial.

Para peserta setuju bahwa tokoh-tokoh agama harus mendampingi komunitas-komunitas mereka untuk menghadapi apa yang diprediksikan ahli-ahli ekomoni lokal – yaitu, Indonesia akan mengalami krisis finansial terberat pada Februari dan Maret – dan mereka harus melakukanya dalam ibadat dan melalui media lainnya.

Menteri Basyuni mengatakan kepada para peserta, “sekarang bukan zamannya lagi bertikai satu sama lain hanya karena berbeda keyakinan dan agama yang dianut.” Malahan, katanya, “para pengurus agama pusat dan daerah perlu kerja sama dengan membentuk kelompok-kelompok kerja guna merespon masalah-masalah bersama dan menemukan solusi bersama.”

Ia mengharapkan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dapat lebih berperan aktif dengan turut membantu meningkatkan keadaan sosial-ekonomi masyarakat, tidak hanya memberikan rekomendasi pendirian tempat ibadah. Biasanya, FKUB berdialog dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat dan menyampaikan umpan balik (feedback) dan pandangan dari agama-agama kepada pemerintah. FKUB juga mengusulkan undang-undang dan kebijakan yang berhubungan dengan kerukunan antaragama.

Beberapa peserta mengatakan kepada UCA News bahwa mereka berencana untuk meminta teman-teman mereka yang seagama supaya berkerja sama dengan agama lain untuk menanggapi krisis keuangan.

Pastor Antonius Benny Susetyo, sekretaris eksekutif Komisi Antaragama dan Kepercayaan KWI, menekankan perlunya untuk “menciptakan kerja sama dalam mengatasi berbagai masalah” seperti meningkatnya pengangguran dan kriminalitas. Ia mengatakan para peserta kongres yang beragama Katolik “akan meminta para imam dan tokoh Katolik supaya mendorong warga paroki agar berinisiatif dalam meningkatkan solidaritas” dengan orang yang berbeda agama.

Demikian juga, Wong Sandana, sekretaris jendral Matakin, mengatakan organisasinya akan mendorong komunitas umat Konghucu untuk “berdialog dan bekerja sama dengan umat agama lain.” I Wayan Soama, tokoh Hindu dari Sulawesi tenggara, mengatakan PHDI akan mempublikasikan keprihatinan-keprihatinan yang diungkapkan dalam kongres itu dan mendorong dialog antaragama dan kegiatan-keagiatan kerja sama lainnya.

Haji Muhamad Josan, salah satu ketua MUI Maluku, mengatakan, “Saya akan meyakinkan umat bahwa krisis ini merupakan ujian dari Allah dan meminta mereka supaya sabar dan bekerja lebih keras.” Pendeta Japet Ginting dari propinsi Riau di Sumatra Timur, mengatakan ia juga akan mengajak umat untuk “bekerja lebih keras,” sekaligus waspada, mawas diri, dan tetap “beriman kepada Tuhan.”

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  2. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  3. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  4. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  5. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  6. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  7. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  8. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  9. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  10. Renungan Hari Raya Pentakosta bersama Pastor Bill Grimm
  1. Sektarianisme telah mengerus kebhinnekaan Indonesia
  2. Para pemimpin Katolik ditahan di Tiongkok
  3. Ratusan biksu radikal Myanmar memprotes ‘tekanan’ internasioal terkait Rohingya
  4. Alkitab dengan kata ‘Allah’ akan dilarang di Semenanjung Malaysia
  5. Dituduh penghujatan, orang Kristen Pakistan enggan pulang rumah, takut diserang
  6. Kardinal Myanmar menyerukan pemerintah untuk bersikap belarasa dan peduli dengan Rohingya
  7. Lebih dari 1.100 orang tewas di India akibat gelombang panas ekstrim
  8. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  9. Misionaris merajut kembali kebersamaan hidup yang hancur di Mindanao
  10. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online