UCAN Indonesia Catholic Church News
LA CIVILTÀ CATTOLICA

INDONESIA – Umat Islam dan Kristiani Merefleksikan Semangat Pengorbanan Dalam Agama Mereka

22/01/2009

WONOSOBO, Jawa Tengah (UCAN) — Para pemimpin umat Kristiani dan Islam baru-baru ini men-sharing-kan semangat pengorbanan yang dilakukan oleh dua tokoh besar dalam agama mereka: Al Husein, cucu Nabi Muhammad, dan Yesus Kristus.

Sekitar 100 umat Islam dan Kristiani, sebagian besar Katolik, menghadiri sarasehan yang digelar 19 Januari dengan tema “Refleksi Pengorbanan Al Husein dan Yesus Kristus untuk Kemanusian” tersebut. Acara ini diadakan di aula Paroki St. Paulus di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Wonosobo, Dewan Pastoral Paroki St. Paulus, dan Sangkakala Syiah, sebuah komunitas Muslim Syiah yang berbasis di kabupaten itu, bersama-sama mengadakan sarasehan tersebut.

Abaz Zahrotin, seorang penyelenggara, mengatakan kepada UCA News bahwa tiga kelompok itu memutuskan untuk mengadakan acara tersebut karena mereka prihatin dengan ketegangan hubungan antara agama-agama di dunia saat ini. “Kami resah, selama ini agama dijadikan alat perpecahan,” jelasnya. “Peperangan dan kerusuhan terjadi. Hari ini kami ingin mengubah pandangan itu. Semua agama mengajarkan kebaikan dan kedamaian.”

Dua ulama Muslim, seorang imam, dan seorang pendeta berbicara tentang tema sarasehan itu.

Ustadz A.M. Syafwan dari Yayasan Rausyanfikri yang berbasis di Yogyakarta mengatakan kepada peserta tentang bagaimana Al Husein dan keluarganya mengorbankan nyawa mereka di padang Karbala di Irak dalam sebuah pertempuran melawan Kalifah Yazid.

Ia menggambarkan Yazid, putra Muawiyah, seorang pemimpin Islam dan pendiri Dinasti Umayyad, sebagai seorang pemimpin yang korup dan diktator yang menggunakan agama untuk membenarkan perbuatan buruknya.

“Pengorbanan Al Husein ingin mengungkapkan bahwa watak Islam itu bukan kekuasaan,” katanya. Pengorbanan semacam itu “menunjukkan bahwa Islam berwatak agung dan indah, yaitu pengorbanan dan cinta pada umatnya.”

Peristiwa ini “menunjukkan bahwa tantangan terbesar bagi sebuah agama berasal dari kemunafikan … dan kebohongan yang mengatasnamakan agama,” lanjutnya.

Al Husein wafat pada hari ke-10 bulan Muharram tahun 61 Hijriyah, menurut kalender Islam, atau 10 Oktober 680. Kematiannya diperingati oleh umat Islam sebagai Hari Asyura. Tahun ini, Hari Ashura dirayakan pada 7 Januari.

Pastor Stefanus Sumpana MSC, kepala Paroki St. Paulus, berbicara tentang penderitaan fisik dan mental yang dialami Yesus dalam perjalanan-Nya menuju Kalvari. “Ketika Ia dicambuk, Ia mengeluarkan darah. Ketika Ia dipaku di kayu salib, Ia merasa sakit bukan main,” katanya kepada peserta.

Imam itu menggambarkan bagaimana Yesus “dihina, dipermalukan, dan dilucuti martabat-Nya sebagai manusia” selama penyiksaan-Nya.

“Yesus atau Isa al-Masih kami pandang sebagai Allah yang mau merelakan diri menjadi manusia. Ia mengosongkan diri sebagai manusia … terlebih saat mati di kayu salib sebagai orang yang dipandang sebagai penjahat.”

Pendeta Samuel Sambudi dari Gereja Kristen Jawa di Wonosobo mengutip sebuah perikop Kitab Suci tentang perumpamaan orang Samaria yang murah hati untuk menekankan rasa persaudaraan yang diajarkan Yesus.

Dalam perumpamaan itu, seorang Yahudi dipukuli oleh para penyamun dan ditinggalkan dalam keadaan setengah mati ditolong oleh seorang Samaria, seseorang dari sebuah kelompok etnis yang dianggap hina oleh orang Yahudi.

“Kita tidak perlu membedakan siapa dari agama apa,” tegas Pendeta Sambudi. ”Kita diciptakan untuk bersaudara tanpa dibentengi agama atau ras apa pun.”

Haqqi El Ansary, seorang ulama Muslim yang aktif dalam dialog lintas-agama, menjelaskan tentang bagaimana Yesus dan Al Husein dianggap sebagai orang yang menantang kekuasaan di jaman mereka.

“Kita harus berani menyuarakan kebenaran,” tegasnya.

Leonardus Ngaspan, seorang peserta dari paroki itu, menganggap acara itu membantu peserta Kristiani dan Muslim mengenal satu sama lain secara lebih baik. “Perbedaan merupakan suatu anugerah, namun dengan adanya perbedaan kita bisa mengkaji agama-agama lain,” katanya.

Pendeta Sambudi, juga berbicara kepada UCA News, mengatakan bahwa ia merasa pertemuan lintas-agama semacam itu ”harus terus dibangun.”

Acara itu merupakan program serupa yang pertama yang diadakan bersama oleh PMII, Dewan Pastoral Paroki St. Paulus, dan Sangkakala Syiah.

Syiah terdiri atas 10-15 persen dari kaum Muslim di dunia, demikian berbagai sumber. Hampir semua sisanya adalah Muslim Sunni.

END




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Imam Filipina tolak usulan ‘mengajukan calon kepala desa”
  2. Biarkan anak-anak Down syndrome menikmati hidup yang layak
  3. Vatikan ajak penganut agama Jain berkolaborasi untuk perdamaian
  4. Pengamat: Agama digunakan karena kalah adu program
  5. Kebencian berakar pada dosa kemalasan
  6. Pengadilan Filipina lamban memutuskan nasib Mary Jane
  7. Aborsi bayi perempuan terus menghantui Nepal
  8. Wartawan Vatikan protes mahalnya tiket untuk terbang bersama Paus
  9. Seorang imam di Cina diadili tanpa ada putusan
  10. Umat Katolik ikut protes menentang rudal Korea Selatan
  1. "orang semacam ini" justru ada banyak... dan ingin menguasai segala peraturan......
    Said Jenny Marisa on 2017-03-30 23:09:16
  2. Gereja itu siapa sih gereja yg dimaksud adalah kita smua baik wujud aslinya(gedu...
    Said Eduardustanjung on 2017-03-30 15:47:35
  3. Hem, SALAM... Saya sependapat jika setiap pribadi sadar bahwa dirinya adalah ge...
    Said Egas on 2017-03-29 13:25:19
  4. Saya setuju dengan pendapat Pak Boni di atas. Keselamatan itu bukan nanti akhir ...
    Said Edelbertus Jara on 2017-03-29 11:58:49
  5. Halo.... para pakar. Jangan lupa siapa itu Gereja? kita di jaman Pasca Konsili V...
    Said Jose Baptiste on 2017-03-29 07:03:27
  6. bagaimana cara pengajuan bantuan pembangunan gereja?...
    Said TABEBALAZI on 2017-03-28 19:16:51
  7. tidak nyaman untuk Hongkong......
    Said Jenny Marisa on 2017-03-28 16:18:04
  8. Salut utk postingan ini, rupanya kerajaan Allah sangat dekat dihati jika org org...
    Said Oklan liunokas on 2017-03-28 12:52:25
  9. Bagaimana mau memperhatikan kesejahteraan umatnya, di bebera desa, umatnya dimin...
    Said Boni on 2017-03-28 06:58:45
  10. Sangat bagus untuk kami renung...
    Said Paulus Parmos on 2017-03-27 20:24:30
UCAN India Books Online