YUCI, Cina (UCAN) – Dua keuskupan tetangga di Propinsi Shanxi, Cina utara, mengadakan pertemuan bersama pertama untuk para katekis dan baptisan baru, guna memperdalam iman mereka dan mendorong mereka untuk melakukan evangelisasi.
Salah satu baptisan baru bercerita bagaimana dia mendapat sambutan hangat dari seorang perempuan awam penjaga pintu di Katedral St. Joseph di kota Yuci ketika dia pergi ke sana tahun lalu untuk bisa memperoleh penghiburan batin ketika sedang mengalami depresi berat.
Dalam kontak pertama dengan Gereja itu, katanya, penjaga pintu itu menasehatinya dan mendaraskan ayat-ayat Kitab Suci, yang membuat dia sadar akan nilai dalam hidupnya.
Dalam pertemuan 3 Januari itu, dia mengatakan kepada 100 peserta, termasuk sejumlah umat paroki setempat bahwa dia akhirnya berbalik kepada Allah dan kepada keselamatan yang dibawa oleh Yesus. “Saya juga akan membawa anak-anak saya untuk tahu tentang Gereja,” lanjutnya.
Perempuan itu dan baptisan baru lainnya dari Keuskupan Yuci (Jinzhong) dan Keuskupan Taiyuan memberi kesaksian dalam pertemuan di Katedral Yuci itu. Kebanyakan dari mereka dibaptis pada 28 Desember, Pesta Keluarga Kudus, yang dirayakan Gereja pada hari Minggu setelah Natal.
Pastor Anthony Pan Lizhong, pastor pembantu di Katedral Maria Dikandung tanpa Noda di Keuskupan Taiyuan, membawa 30 katekis awam dan 30 baptisan baru ke pertemuan itu.
Dia mengatakan pada 21 Januari bahwa aktivitas itu diadakan untuk membantu para baptisan baru memperdalam pengetahuan mereka tentang imannya serta mengakui usaha-usaha para katekis.
Imam itu menambahkan bahwa dia berharap, pertemuan itu akan menjadi “suatu awal pertukaran dan interaksi” antara dua keuskupan di Shanxi itu. Dia mengatakan bahwa pertukaran kaum awam di antara keuskupan-keuskupan yang berbeda itu masih jarang, karena semua orang sibuk.
Taiyuan, ibukota Propinsi Shanxi, berjarak 30 kilometer utara Yuci dan 400 kilometer barat daya Beijing.
Sepasang suami-istri dari Taiyuan mengatakan dalam pertemuan itu, mereka penasaran: kekuatan apa sebenarnya yang mendorong sejumlah besar manusia pergi ke gereja pada Malam Natal. Setelah membaca pamflet dan mendengarkan penjelasan para katekis, mereka tergerak dan mulai pergi ke gereja tiap hari Minggu sejak akhir tahun 2007, kata mereka. Pasangan itu dibaptis pada 28 Desember.
Beberapa baptisan baru juga berbagi pengalaman bagaimana mereka merasa tersentuh oleh orang Katolik yang baik hati yang mengunjungi dan berdoa bagi anggota keluarga mereka yang sakit.
Para imam dan katekis dari kedua keuskupan itu berbicara tentang bagaimana mereka menyebarkan Injil dalam berbagai cara, mulai dari kata-kata sederhana yang mereka ucapkan untuk menolong orang lain.
Pastor Pan mengatakan kepada UCA News, para katekis awam umumnya mengunjungi keluarga dan sahabat non-Katolik dari umat paroki, orang sakit, orang lanjut usia, dan siapa saja yang diketahui sedang menderita berbagai masalah. Selain memberi penghiburan dan perhatian, para katekis mengajak mereka untuk mengikuti pelajaran agama, katanya.
Liu Wenjin, seorang katekis, mengatakan kepada UCA News bahwa parokinya yaitu Katedral Taiyuan kini memiliki sekitar 60 katekis setelah kelas-kelas pelajaran agama dimulai lagi pertengahan tahun 1980-an, setelah agama diijinkan hidup kembali di Cina. Pria awam yang berusia 70-an itu telah menunjukkan dedikasinya pada evangelisasi dengan menulis untuk publikasi-publikasi Gereja dan berusaha menjangkau orang-orang miskin.
“Karena tidak adanya keyakinan agama, sebagian orang menderita kekosongan spiritual dan bahkan melakukan bunuh diri. Karena itu, evangelisasi merupakan misi paling utama dan mendesak dari tiap imam dan umat awam,” tegas Liu.
Untuk memperkuat pemahaman akan Gereja dan iman baptisan baru, para pemimpin paroki mengatur pertemuan-pertemuan dalam berbagai komunitas kecil sesuai usia dan latar belakang budaya, serta kekuatan dan kelemahan pribadi.
Liu mengatakan sejumlah baptisan baru telah menjadi anggota aktif tim katekis dan berbagai pengalaman mereka ternyata memberi keyakinan kepada lebih banyak orang untuk percaya akan Allah.
Ini turut meningkatkan jumlah baptisan baru, demikian pengamatan Liu dan Pastor Pan.
Wu La’ai, ketua dewan Paroki Katedral Yuci, memperkenalkan program evangelisasi parokinya yaitu “Satu-bantu-satu, satu-bawa-satu,” yang mendorong setiap umat paroki menolong satu umat Katolik yang tidak aktif serta membawa seorang non-Katolik untuk berkenalan dengan Gereja.
Setelah pertukaran pengalaman dalam kegiatan evangelisasi, para peserta mengakhiri kegiatan sehari itu dengan puji-pujian, pertunjukan musik, dan menari.
END