UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

INDIA – 10 Tahun Pembunuhan Misionaris Australia Dikenang dengan Doa

26/01/2009

NEW DELHI (UCAN) – Kelompok-kelompok Katolik dan Protestan mengadakan pertemuan-pertemuan dan doa-doa khusus pada 22 Januari untuk memperingati 10 tahun pembunuhan seorang misionaris Australia dan dua putranya di Negara Bagian Orissa, India bagian timur.

Gereja-gereja Protestan di seluruh India menyelenggarakan ibadat untuk mengenang Graham Stuart Staines dan dua putranya, demikian Pendeta Richard Howell, sekjen Persekutuan Injili India.

“Jika kita tidak mengenang kemartiran mereka dan menyebut hal itu secara terbuka, maka hal itu tetap tak terlihat,” kata Pendeta Howell kepada UCA News pada 23 Januari. Acara peringatan itu, katanya, membantu Gereja-Gereja Protestan dan Injili untuk “mengenang dan menimba inspirasi dari kemartiran (Staines).”

Pada 22 Januari 1999 malam, segerombolan fanatik Hindu membakar hidup-hidup Staines, 58, dan dua putranya — Philip, 9, dan Timothy, 7 –  di Manoharpur, Distrik Keonjhar. Orang-orang fanatik itu membakar mobil ketika ketiga korban itu sedang tidur di dalamnya, seusai sebuah kebaktian kebangkitan rohani di desa itu.

Staines dan keluarganya tinggal di Baripada, di Distrik Mayurbhanj, 1.500 kilometer tenggara New Delhi. Di distrik tetangga itu, mereka mengelola sebuah panti kusta yang sudah berjalan 34 tahun.

Kelompok-kelompok fanatik Hindu menuduh Staines memanfaatkan panti itu untuk mwenutup-nutupi kegiatan kristenisasi, namun sejumlah tim investigasi, termasuk tim kementerian federal yang berjumlah tiga orang yang mengunjungi Manoharpur setelah pembunuhan itu, tidak menemukan bukti apapun tentang kristenisasi. Kelompok-kelompok Gereja melihat intoleransi yang berkembang di bawah pemerintahan nasional yang waktu itu dipimpin oleh Partai Rakyat India (Bharatiya Janata Party) yang bersifat nasionalis Hindu sebagai alasan pembunuhan itu.

Pendeta Howell mengatakan bahwa Gladys, janda Staines, dan putrinya ikut dalam ibadat peringatan khusus di Baripada itu. Keduanya telah kembali ke Australia tahun 2004, segera setelah Graham Staines Memorial Hospital dibuka di Baripada. Misionaris yang dibunuh itu memang menginginkan fasilitas seperti itu.

Keuskupan Agung Cuttack-Bhubaneswar mengadakan ibadat khusus pada 22 Januari, dengan menekankan “kemartiran misionaris itu bersama kedua putranya,” kata Pastor Dibakar Parichha, jurubicara keuskupan agung itu..

Menurut imam itu, sekitar 100 orang mengikuti ibadat di katedral di Bhubaneswar, ibukota negara bagian itu, 1.745 kilometer tenggara New Delhi.

Di New Delhi, beberapa kelompok Gereja secara bersama mengadakan doa dan tuguran lilin pada 22 Januari untuk mengenang Staines.

John Dayal, tokoh awam Katolik yang menjadi seorang anggota panitia, menggambarkan misionaris dan kedua putranya itu sebagai korban dari sentimen fanatik agama yang berkembang. Sentimen itu berkembang di “Orissa dan banyak wilayah di India,” sementara masyarakat sipil kelihatan “defensif,” katanya kepada hadirin. Negara bagian itu merosot, lanjutnya, dan “konstitusi kelihatannya terselubung dalam kegelapan.”

Kekerasan anti-Kristen terjadi lagi di Orissa pada Agustus 2008, yang mengakibatkan lebih dari 60 orang tewas dan sekitar 50.000 orang yang hampir semuanya orang Kristen kehilangan tempat tinggal. Ketika mulai di Orissa, berbagai serangan terhadap orang Kristen dan gereja-gereja terjadi juga di negara bagian lainnya.

Dayal mendorong peserta tuguran untuk “menjangkau masyarakat.” Jika masyarakat tidak disadarkan dengan “peringatan-peringatan seperti ini,” anarki akan  tetap terjadi, katanya mengingatkan.

Pastor James Toppo, koordinator Komisi Keadilan dan Perdamaian dari Keuskupan Agung Delhi, mengatakan kepada UCA News bahwa dia mengenal keluarga Staines secara pribadi. Seluruh keluarga  membantu menyembuhkan orang lepra, dan mereka “tidak pernah fanatik, tidak juga melakukan kristenisasi,” katanya.

Dalam acara di New Delhi itu, Chinnamma Jacob, ketua Dewan Wanita Katolik nasional, mengatakan bahwa apa yang terjadi di Orissa 10 tahun lalu itu kini masih berlangsung. “Tujuan kami adalah menciptakan kesadaran publik untuk melawan hal itu,” katanya.

Sebuah pertemuan doa lain diselenggarakan di Bangalore, ibukota Negara Bagian Karnataka, selatan India, tempat kelompok fanatik menyerang sedikitnya 24 gereja dan ruang doa pada September 2008, dengan tuduhan bahwa umat Kristen membuat masyarakat pindah agama.

Dewan Global Umat Kristen India menyelenggarakan pertemuan itu, yang dihadiri oleh sekitar 100 orang.

Dalam acara itu, Sajan K.K. George, pemersatu kelompok relawan, mengumumkan penghargaan perdamaian baru atas nama Staines.

Dua perempuan, Nirmala Carvalho dan Kavita Karkare, menerima penghargaan itu tahun ini. Karkare adalah janda Hemant Karkare, seorang polisi yang meninggal di 26 November dalam serangan teroris di Mumbai. Carvalho adalah seorang wartawan Katolik.

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  9. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00