UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

INDIA – Kerja Sama Protestan-Katolik Tekankan Pendidikan di Seminari

24/02/2009

MANGALORE, India (UCAN) – Misi Basel memperingati 175 tahunnya di India dengan seruan untuk kerja sama yang lebih besar dengan umat Katolik dalam pendidikan di seminari.

Ini akan menjadi suatu “strategi penting” dalam menghadirkan Kristus kepada masyarakat India, demikian pertemuan konsultasi kelompok Protestan itu dalam sebuah pernyataannya.

Misi Basel didirikan di Kota Basel di Switzerland tahun 1815. Para anggota berasal dari banyak negara dan banyak denominasi Protestan.

Sekitar 150 delegasi dari Kanada, India, Jerman, dan Switzerland menghadiri pertemuan 19-21 Februari itu. Pertemuan di Kota Mangalore di selatan India itu mengambil tema “Celebrating Transformation.” Pertemuan itu menekankan inkulturasi, inter-dependensi, dan integrasi.

Pendeta John S. Sadananda, panitia dan ketua Kolese Teologia Karnataka yang berpusat di Mangalore, menekankan bahwa umat Kristen India perlu memperkuat kerja sama dan persatuan ekumene mereka dalam situasi aksi anti-Kristen yang sedang mereka alami.

Dia mencatat bahwa kerja sama Katolik-Protestan sekarang ini terbatas pada peristiwa-peristiwa budaya dan olahraga, kegiatan-kegiatan sosial, dan sejumlah lokakarya antar-seminari, tetapi bukan pembinaan pastoral.

Dalam sebuah wawancara dengan UCA News, Pendeta Sadananda mengatakan, Universitas Serampore, sebuah seminari Protestan di Negara Bagian West Bengal, sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah seminari Katolik di India. Konsultasi baru-baru ini menggarisbawahi perlunya meningkatkan hubungan-hubungan seperti itu dalam pendidikan teologi, lanjutnya.

Pernyataan konsultasi itu menekankan perlunya membuat lebih seragam pendidikan para imam dari berbagai denominasi. Juga dianjurkan lebih banyak kerja sama dengan seminari-seminari Katolik untuk mendidik para imam dan awam dengan pandangan dan ideologi yang sama.

Pertemuan itu memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan universitas-universitas sekular guna mengadakan pertukaran pandangan tentang topik-topik seperti agama, pendidikan, dan filsafat.

Teolog Protestan Pendeta H. M. Watson mengatakan dalam konsultasi itu bahwa kerja sama dengan denominasi lain hendaknya terarah pada apa yang sama ketimbang perbedaan-perbedaan di antara umat Kristen. Aksi kekerasan belakangan ini terhadap umat Kristen di India merupakan suatu bukti kegagalan umat Kristen dalam memperlihatkan wajah yang sama di negeri ini, katanya.

Pendeta Watson mengatakan, kerja sama dalam pembinaan pastoral akan turut meningkatkan kerukunan dan ekumene.

“Seorang Kristen harus belajar untuk hidup dalam masyarakat India dengan menerima dan menghormati berbagai masyarakat, agama, dan kebudayaan lain … dan bukan menjerumuskan diri dalam berbagai perbedaan teologis,” katanya dalam sebuah presentasi di akhir pertemuan itu.

Pensiunan Uskup Gereja India Selatan, C.L. Furtado, dari Mangalore mengatakan dalam konsultasi itu bahwa persatuan Gereja itu perlu untuk menghadapi kelompok-kelompok radikal yang berusaha menerapkan kebijakan devide et impera dalam masyarakat.

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  9. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00