UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

KOREA – Janji Donasi Organ Tubuh Meningkat Mengikuti Teladan Kardinal Kim

25/02/2009

SEOUL (UCAN) – Membangun sebuah budaya donasi organ tubuh merupakan suatu cara menghormati mendiang Stephen Kardinal Kim Sou-hwan, yang berjanji menyumbangkan matanya segera setelah wafatnya, kata seorang imam Korea.

Pastor Joseph Kim Yong-tae adalah direktur Gerakan Satu Tubuh Satu Roh keuskupan agung itu. Gerakan itu mendorong donasi organ tubuh, menghimbau promosi suatu budaya cinta kasih seperti itu, memperhatikan kebutuhan mendasar terhadap pencangkokan organ tubuh saat ini guna menyembuhkan penyakit-penyakit serius.

Dalam sebuah komentar kepada UCA News, Pastor Kim, yang juga direktur Caritas Seoul, organisasi pelayanan sosial Gereja lokal, mengatakan bahwa ketika tersiar berita bahwa Kardinal Kim berjanji menyumbangkan matanya, banyak orang di Korea berlomba-lomba membuat janji untuk menyumbangkan organ tubuhnya.

Menurut “The Korea Times” online, dua pasien berhasil dalam pencangkokan kornea sebagai hasil dari keputusan kardinal itu.

Pastor Kim, dalam komentarnya, menganalisa budaya donasi organ tubuh di negeri itu.

Pada 16 Februari, Kardinal Kim meninggal. Maka banyak orang di seluruh negeri itu mengenang kematiannya. Di Katedral Myeongdong sendiri, lebih dari 400.000 orang memberikan penghormatan terakhir mereka kepada kardinal Korea pertama itu. Ini membuktikan presitasinya yang luar biasa selama hidupnya.

Lebih dari itu, ia menunjukkan cintanya yang luar biasa kepada orang lain dengan menyumbangkan kedua bola matanya sebagai hadiahnya yang terakhir. Menurut Jaringan Sharing Organ Tubuh Korea (KONOS, Korean Network for Organ Sharing), sebuah lembaga pemerintah, setelah sumbangannya itu dipublikasi, ada gelombang besar donasi organ tubuh di Internet — 10 kali lebih banyak dari hari sebelumnya.

Sejak pencangkokan ginjal pertama di Korea Selatan tahun 1969, pencangkokan organ tubuh telah muncul sebagai suatu perawatan efektif bagi penyakit-penyakit serius.

Namun, juga benar bahwa banyak pasien menderita akibat tidak adanya donasi organ tubuh.

Menurut laporan KONOS, hingga akhir Januari, 14.509 pasien masih menunggu mendapatkan satu organ tubuh. Data Desember 2007 menunjukkan bahwa para pasien harus menunggu rata-rata 375 hari untuk memperoleh satu organ tubuh, dan dari tahun 2003 hingga tahun 2007, 4.085 orang meninggal ketika sedang menunggu.

Seorang donor, yang dinyatakan “otak mati,” dapat memberikan kehidupan baru kepada tujuh pasien, dan penglihatan baru bagi dua orang buta.

Tahun 1956, Paus Pius XII mendeklarasikan posisi resmi Gereja Katolik tentang pencangkokan organ tubuh, dengan mengatakan bahwa dengan organ-organ utama atau jaringan otot dari orang yang meninggal dapat digunakan untuk terapi atau riset ilmu pengetahuan.

Tahun 1995, Paus Yohanes Paulus II mengatakan dalam ensikliknya “Evangelium Vitae” (Injil Kehidupan) bahwa organ-organ yang disumbangkan dengan cara yang dapat diterima secara etis adalah contoh terpuji khususnya dari orang yang memberikan dirinya secara total, suatu tindakan heroik untuk mewartakan Injil kehidupan.

Dalam Gereja lokal, Gerakan Satu Tubuh Satu Roh dibentuk sebagai persiapan untuk Kongres Ekaristi Internasional ke-44 di Seoul tahun 1989. Untuk meningkatkan semangat Ekaristi dalam kehidupan kita sehari-hari, gerakan itu mulai dengan sekitar 3.700 umat Katolik, termasuk mendiang Kardinal Kim dan para imamnya. Mereka berjanji untuk menyumbangkan darah mereka, serta mata mereka dan organ-organ lain ketika meninggal. Pada saat itu, masyarakat lokal tidak memberi banyak perhatian pada donasi organ tubuh. Maka gerakan itu merupakan “gerakan massa” untuk donasi seperti itu.

Hingga tahun 2008, 52.561 orang telah membuat perjanjian dengan gerakan itu, yang memiliki jumlah terbesar kedua donasi organ tubuh dari total 295 organ tubuh yang tercatat di negeri itu.

Dorongan besar muncul ketika banyak imam Keuskupan Agung Seoul ikut aksi itu tahun 1997, yang disusul oleh para imam Keuskupan Suwon tahun 1998. Juga, berbagai upaya selanjutnya turut meningkatkan keterlibatan kaum awam.

Namun, menurut KONOS, hingga 2008 sebanyak 545.705 orang di negeri itu yang terdaftar akan menyumbangkan organ tubuh mereka setelah meninggal. Jumlah itu hanya 1,16 persen dari total penduduk negeri itu. Benar bahwa jumlah ini sangat kecil dibandingkan dengan sejumlah di negara-negara lain.

Budaya donasi organ tubuh belum mengakar dalam masyarakat di sini. Perjanjian sering tidak ditanggapi karena pihak keluarga dari yang meninggal menolak kalau organ tubuh dari yang meninggal itu diambil.

Gereja mengajarkan bahwa kehidupan kita, sebuah anugerah Tuhan, akan sangat berguna bila kita membagikannya dengan sesama kita. Donasi organ tubuh merupakan suatu manifestasi iman kita. Kini, saatnya bagi kita untuk menanamkan budaya donasi organ tubuh di seluruh negeri, melampaui Gereja. Saya kira, ini sesuai dengan kehendak mulia mendiang Kardinal Kim.

END

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  9. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00