HAJIPUR, Pakistan (UCAN) – Pekerja Caritas membagikan bantuan dan obat-obatan kepada sejumlah keluarga yang selalu menderita akibat banjir di Propinsi Punjab, Pakistan selatan, Agustus lalu.
“Saya memelihara sejumlah ternak dan menjual susu. Semuanya kini lenyap. Berkat ember yang disediakan Caritas, saya dapat mengambil dan menyimpan air,” kata Jannat Bibi ketika perempuan ini menunjukkan putrinya yang berusia dua tahun kepada dokter di kamp medis gratis dari Caritas untuk para korban banjir di Hajipur.
Bibi adalah salah satu dari sekitar 90.000 orang yang kehilangan tempat tinggal karena tanah longsor akibat hujan lebat dan banjir Agustus lalu. Menurut laporan media, banjir melanda lahan pertanian dan rumah di lebih dari 160 desa sehingga warga desa kini tinggal di rumah-rumah darurat dari lumpur tanpa toilet.
Caritas Pakistan Multan, sebuah badan pelayanan sosial Gereja lokal, melakukan survei di wilayah itu sesudah bencana. Pada 22-23 Februari, Caritas menyelenggarakan pembagian bahan bantuan dan pelayanan kesehatan gratis di Desa Hajipur dan Desa Deragedi.
“Kami menunggu bantuan dari para donor. Kami hanya memiliki dana terbatas dan hanya bisa memberi sedikit sumbangan,” kata Samuel Clement, sekretaris pelaksana Caritas setempat. Paket bantuan yang dibagikan oleh Caritas itu berisi tepung, beras, teh, gula, dan minyak. Organisasi itu juga memberi pot, cangkir, piring, ember, tikar, selimut, dan tenda.
Menurut Izhaque Dulanda, koordinator program kesehatan dari Caritas Pakistan Multan, batuk, deman, diare, alergi kulit, infeksi tenggorokan merupakan penyakit yang umum terjadi di wilayah itu. “Obat untuk sedikit seminggu diberikan kepada 375 pasien atas rekomendasi dokter,” katanya.
END