HO CHI MINH CITY, Vietnam (UCAN) – Dalam sebuah retret untuk memperingati Hari Dokter nasional di Vietnam, orang-orang Gereja mendorong para pekerja kesehatan Katolik untuk melayani pasien mereka dengan rasa hormat dan kasih.
“Perlakukanlah para pasien dengan rasa hormat untuk menyembuhkan mereka secara fisik dan rohani,” kata Uskup Auksilier Ho Chi Minh City Mgr Pierre Nguyen Van Kham kepada sekitar 600 dokter dan perawat Katolik yang menghadiri sebuah retret pada 22 Februari. Hari Dokter itu diperingati setiap tahun pada 27 Februari.
Para peserta retret bertema “God’s home of love” (Rumah Kasih dari Allah) itu berasal dari berbagai rumah sakit pemerintah, pusat-pusat pemeliharaan kesehatan, dan klinik-klinik Katolik. Acara itu diselenggarakan di kapel Seminari Tinggi St. Joseph di Ho Chi Minh City.
Dalam retret itu, Uskup Kham mendesak para pekerja kesehatan setempat untuk memperlakukan para pasien sebagai “pribadi” dan tidak mendiskriminasikan kaum miskin dari mereka yang berpendidikan. “Itu merupakan cara efektif untuk mewartakan Injil kepada masyarakat,” tegasnya.
Pastor Joseph Le Quang Uy CSsR juga meminta para pekerja kesehatan untuk membawa kasih Allah kepada para pasien melalui kebaikan. Dia mengamati bahwa banyak dokter mengatakan banyak hal menyakitkan kepada perempuan-perempuan hamil yang datang ke berbagai pusat kesehatan dan rumah sakit pemerintah untuk melakukan aborsi. “Perempuan-perempuan ini merasa ditolak dan kecewa,” katanya. Dia mendorong para pekerja kesehatan berdoa “Bapa Kami” sebelum menemui pasien.
Pastor Uy, yang aktif dalam kegiatan pro-life, mengatakan bahwa banyak dokter di lain pihak memperoleh uang dengan mengatakan kepada perempuan-perempuan bahwa kehamilan mereka itu abnormal dan menganjurkan mereka menjalani aborsi yang legal di Vietnam.
Agnes Le Thi Khen, yang telah berkarya di sebuah pusat kesehatan pemerintah selama 22 tahun, mengatakan bahwa dia memperoleh hal-hal yang berguna dari retret itu. “Rumah sakit-rumah sakit hendaknya merupakan rumah kasih dari Allah, tempat kehidupan dihormati,” katanya. Khen berjanji akan menasehati mereka yang ingin melakukan aborsi untuk menemui orang-orang Gereja. Khen juga mengatakan bahwa dia akan meminta perempuan-perempuan untuk menggunakan metode keluarga berencana alamiah ketimbang alat kontrasepsi artifisial.
Marie Elizabeth Tran Bui Thanh Dung, yang berkarya di sebuah institut riset jantung setempat, mengakui bahwa dia memiliki cara yang menyakitkan dan melontarkan kata-kata yang membuat marah kepada pasien karena tekanan pekerjaan. Dia mengatakan bahwa dia akan berdoa sebelum menemui pasien.
Dokter John Baptiste Dao Ti Tach, panitia retret, mengatakan kepada UCA News bahwa retret itu dimaksud untuk berbagi nilai-nilai Kristen dengan para pekerja kesehatan sehingga mereka dapat melayani para pasien dengan lebih baik.
Acara itu diselenggarakan oleh sebuah kelompok pekerja kesehatan yang didirikan tahun 2002 oleh Jean Baptiste Kardinal Pham Minh Man dari Ho Chi Minh City. Kelompok itu beranggotakan sekitar 700 orang.
Kelompok itu mengadakan retret pada masa Prapaskah dan Advent. Mereka mengunjungi dan memberi perawatan medis kepada para pasien di wilayah-wilayah terpencil, kepada para penderita HIV/AIDS, dan kepada para religius dan imam yang sudah lanjut usia. Mereka juga menyediakan pendidikan seks untuk orang muda.
END