UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

INDIA – Misi di Kalangan Manusia yang Remuk Redam Dilihat Pemimpin Misionaris Cinta Kasih

26/03/2009

KOLKATA, India (UCAN) – Pemimpin tarekat Misionaris Cinta Kasih (MC, Missionaries of Charity) yang baru terpilih, Suster Mary Prema, mengatakan bahwa dia akan meneruskan karya pendiri mereka, Beata Teresa dari Kolkata, untuk menunjukkan belas kasih Allah bagi “manusia yang remuk redam.”

Biarawati kelahiran Jerman yang terpilih 24 Maret untuk memimpin tarekat itu mengatakan, dia merasa “merasa tidak pantas untuk jabatan itu” yang sebelumnya dijabat oleh Suster Nirmala Joshi selama 12 tahun menggantikan Beata Teresa.

Ketika diwawancarai sehari setelah pemilihannya, Suster Prema mengatakan, dia merasa tidak pantas memimpin misi pelayanan dari tarekatnya untuk melayani “orang termiskin dari yang miskin.”

“Dengan kekuatan Allah, saya akan melaksanakan karya ini dan menjadi bagian dari misi ini,” katanya.

Suster itu terpilih di akhir sidang umum tarekat itu. Sidang itu dimulai 1 Februari. Sidang itu, menurut laporan, lebih dahulu memilih Suster Nirmala untuk ketiga kalinya, namun Suster Nirmala menolaknya karena kesehatannya yang buruk. Menjadi pemimpin tarekat itu untuk ketiga kalinya juga membutuhkan persetujuan paus karena konstitusi tarekat itu hanya membolehkan dua kali menjabat masing-masing selama enam tahun.

Sidang umum yang dihadiri 163 delegasi dari seluruh dunia itu kemudian memilih Suster Prema, yang selama enam tahun lalu menjadi anggota tim penasehat Suster Nirmala. Sidang itu merupakan pertemuan wajib para suster setiap enam tahun untuk membahas karya dan masa depan tarekat itu.

Pemimpin baru itu mengatakan, para anggota MC “dipercayakan dengan suatu tanggung jawab yang besar untuk membawa manusia yang remuk redam kepada Yesus.”

“Jeritan kaum miskin harus ditanggapi setiap hari karena kita harus memberi belas kasih Allah kepada semua orang,” katanya.

Para suster dipanggil untuk berkarya “bagi persatuan di semua tingkat dan membuat Gereja hadir di dunia kita dewasa ini, melalui sarana-sarana sederhana dan karya-karya kasih,” katanya.

Suster Prema mengatakan, dia “sangat sadar akan panggilan Yesus” sejak masih sebagai seorang perempuan muda, untuk berkarya bagi kaum papa. Buku “Something Beautiful for God” karya Malcolm Muggeridge tahun 1971 tentang karya Ibu Teresa membuatnya sadar akan tarekat Misionaris Cinta Kasih.

Dia pertama kali bertemu dengan Ibu Teresa tahun 1980 di Berlin, Jerman. Ketika mereka bertemu lagi, perempuan Jerman yang masih muda itu mengungkapkan kerinduannya untuk bergabung dengan tarekat itu.

Menurut seorang imam yang dekat dengan tarekat itu, Suster Prema adalah seorang administrator yang handal.

Uskup Agung Calcutta Mgr Lucas Sircar, yang memimpin pemilihan tertutup di biara MC, 30 kilometer dari Kolkata, mengatakan bahwa Suster Prema terpilih dalam pemungutan suara pertama dengan dua pertiga mayoritas suara.”

Beata Teresa mendirikan tarekat itu tahun 1950 dan memulai karyanya di kalangan kaum miskin di kota itu, yang sebelumnya dikenal dengan nama Calcutta. Dia wafat tahun 1997 dan dimakamkan di rumah induk MC di Kolakata.

Para delegasi sidang umum itu kembali ke rumah induk pada 25 Maret dan merayakan Misa syukur di makam Beata Teresa. Suara tepukan tangan, nyanyian gembira, dan ucapan selamat dapat didengar di luar tembok, yang dekat dengan para pengunjung.

Sebuah pesan tulisan tangan yang mengatakan “tidak terima tamu” dipasang di pintu masuk. Seorang suster di pintu itu menjelaskan bahwa biara itu tidak punya cukup ruang untuk pengunjung karena para suster “telah berdatangan dari seluruh dunia.”

Para suster yang menghadiri sidang umum itu sudah mulai kembali ke misi-misi mereka yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  2. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  3. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  9. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00