TASHKENT (UCAN) – Setelah pembacaan Injil, Pastor Lucjan Szymanski turun dari altar menuju sekelompok anak-anak berusia antara 4-10 tahun.
Dalam kotbahnya, kepala Paroki Hati Kudus itu menggunakan bahasa Rusia sederhana dan sering melemparkan pertanyaan untuk melihat apakah anak-anak itu mengerti.
Sekitar 10 anak menghadiri “Misa mingguan untuk anak-anak” itu. Paroki itu merupakan satu-satunya gereja di ibukota negara itu yang memulai kegiatan itu sejak empat bulan lalu untuk meningkatkan cinta akan perayaan Ekaristi dalam diri anak-anak itu. Para orangtua dan sejumlah suster Misionaris Cinta Kasih (MC, Missionaries of Charity) mendampingi anak-anak itu dalam Misa khusus yang diselenggarakan di sebuah kapel kecil di aula utama paroki itu. Misa untuk anak-anak itu dirayakan sebelum Misa biasa hari Minggu dimulai.
Sebelumnya, anak-anak hanya bisa menghadiri Misa biasa bersama sekitar 150 umat dewasa. “Anak-anak sangat merasa bosan dan mereka mengganggu yang lain,” dan lebih senang bermain di belakang gereja, kata Pastor Szymanski.
Eduard Chudov, seorang ayah tiga anak, mengatakan, dalam suasana seperti itu anak-anak “tidak berkontak dengan Yesus. Saya juga tidak bisa menangkap sepenuhnya apa yang dikatakan imam, karena saya harus memperhatikan anak-anak saya.”
Nastya Kamaryan, 8, yang menghadiri Misa anak-anak itu mengakui bahwa “Misa orang dewasa” itu tidak menarik baginya.
Seorang gadis lain, Vika, mengatakan, sulit mengerti kotbah. Namun, dia senang jika imam berbicara kepada anak-anak dan memberkati mereka dalam Misa anak-anak.
Pastor Lucjan yakin bahwa harus ada Misa untuk anak-anak. Dalam Misa anak-anak, dia bicara tentang hal-hal yang sesuai dengan anak-anak, seperti sekolah, mainan, dan kartun.
Seorang psikolg yang menghadiri Misa anak-anak itu bersama putrinya yang berusia 11 tahun mengatakan, Misa seperti itu juga berguna bagi orang dewasa, karena membantu mereka melihat perayaan Ekaristi dari suatu perspektif yang lain.
Menurut Suster Mary Grace MC, anak-anak menunjukkan minat besar terhadap Misa khusus ini karena mereka merasa diperhatikan.