UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

CINA – Mendiang Imam Mengilhami Orang Lain dengan Imannya ketika Berada di Penjara

30/04/2009

GUANGZHOU, Cina (UCAN) – Mendiang Pastor Francis Xavier Tan Tiande dari Guangzhou menghabiskan sepertiga masa hidupnya di penjara, tempat dia mempersembahkan Misa secara tersembunyi dan memberi dukungan rohani bagi rekan-rekan Katoliknya.

Dua dari rekannya itu kemudian menjadi uskup dari komunitas Gereja “bawah tanah.”

Pada 27 April, lebih dari 1.000 umat Katolik lokal dan asing memberi penghormatan terakhir mereka bagi “imam bijak ini,” yang dihormati karena karakter moralnya. Dia melayani umat di Katedral Hati Kudus Yesus lebih dari 25 tahun sejak dibebaskan setelah Revolusi Kebudayaan (1966-1976).

Pastor Tan wafat 23 April di usia 94 tahun. Misa pemakamannya diselenggarakan di katedral granit pada 27 April pagi dan abunya dikuburkan di pemakaman pada hari yang sama.

Kebesaran hati imam itu, ketika menjalani tahanan sebagai buruh tani dalam kerja paksa di Propinsi Heilongjiang, mengilhami banyak seminaris dan imam dalam kamp yang sama, kata Pastor Peter Peng Jiandao, imam setengah baya dari Handan, Propinsi Hebei, dalam sebuah wawancara.

Dua dari para seminaris yang menjalani kerja paksa bersama Pastor Tan itu kemudian menjadi tulang punggung Gereja “bawah tanah” – Uskup Yongnian, Hebei, Mgr John Han Dingxiang dan Uskup Yantai dan Zhoucun di Propinsi Shandong Mgr John Gao Kexian. Keduanya meninggal dunia dalam tahanan, masing-masing tahun 2005 dan tahun 2007.

Pastor Peng mengatakan, ketika dia belajar di seminari tahun 1980-an, yang rektor seminari waktu itu adalah Pastor Gao. Pastor Gao sering bercerita betapa luar biasa dukungan spiritual Pastor Tan bagi para seminaris di kamp kerja paksa itu.

Sekalipun para tahanan dilarang berbicara satu sama lain, pada masa Natal dan Paskah, Pastor Tan akan menulis huruf Cina di telapak tangannya dan diam-diam menunjukkannya kepada para tahanan Katolik. “Hari ini adalah pesta Gereja, berdoalah lebih banyak,” tulisnya, saat dia menguatkan hati mereka untuk teguh dalam iman akan Allah.

Pastor Tan juga merayakan Misa dengan sejumlah umat terpercaya secara sembunyi-sembunyi. Mengenai roti dan anggur untuk Ekaristi, dia secara diam-diam mengumpulkan bagian-bagian keras dari jatah rotinya sendiri, dan memetik anggur liar ketika dia dikirim untuk mengumpulkan kayu bakar. Kemudian, kegiatan-kegiatannya itu tercium juga, dan masa tahanannya diperpanjang.

Pastor Tan menerima hukuman itu dengan tenang. Dalam buku kenang-kenangannya, dia mengatakan, dia merasa terhormat untuk diumumkan sebagai “elemen buruk” dalam pertemuan-pertemuan kamp.

Keteguhan imannya mengilhami para imam dan seminaris di kamp itu dan membesarkan hati mereka untuk berkarya untuk membangun Gereja di seluruh Cina setelah dibebaskan, catat Pastor Peng.

Nama Pastor Tan dikenal banyak imam muda, bahkan mereka di Cina bagian utara yang tidak pernah bertemu dengannya, seperti halnya Pastor Peng sendiri, katanya mengakui.

Daniel, seorang awam yang menjaga para tahanan di kamp kerja paksa yang sama, mengatakan kepada UCA News bahwa dia dulu mengikat Pastor Tan yang sering terlambat pulang setiap sore dari kerja paksa. Daniel menyaksikan bahwa imam itu memasuki pemakaman kamp, membuat tanda salib, dan berdoa bagi jiwa-jiwa. Daniel dan tiga sipir Katolik lain memutuskan untuk melindunginya dari hal-hal yang mencelakakannya karena mereka merasa bahwa dia bisa menjadi seorang pembimbing rohani mereka.

Uskup Guangzhou Mgr Joseph Gan Junqiu yang merayakan Misa pemakaman itu mengatakan kepada UCA News bahwa mendiang imam itu juga telah menunjukkan perhatian besar terhadap pembinaan para pastor, suster, dan seminaris. Dia juga selalu menerima tamu di katedral dengan penuh kehangatan dan memberi penjelasan kepada mereka tentang agama Katolik.

Pastor Tan dilahirkan di Guangdong tahun 1915 dan memulai studinya di Seminari Regional Cina Selatan di Hong Kong, kini Seminari Roh Kudus, tahun 1934. Dia ditahbiskan menjadi imam di katedral Guangzhou tahun 1941.

Tahun 1953, dia ditangkap karena imannya, dan dua tahun kemudian dikirim ke kamp kerja paksa. Setelah dibebaskan tahun 1983, dia kembali melakukan karya pastoral di katedral Guangzhou.

Keuskupan Guangzhou, yang dipimpin oleh Uskup Gan, memiliki dua imam sepuh, 15 imam muda, dan 34 suster yang melayani sekitar 40.000 umat Katolik di Gereja terbuka yang diakui pemerintah.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  2. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  3. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  9. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00