UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

KAMBOJA – Yesuit Thai Ditahbiskan di Kamboja

12/06/2009

BATTAMBANG, Kamboja (UCAN) — Gereja di  Kamboja menahbiskan imam Yesuit pertama sejak Gereja itu dihidupkan kembali di negeri itu pada awal tahun 1990-an.

Pastor Phongphand Phokthavi, seorang warganegara Thailand, ditahbiskan oleh Uskup Emile Destombes, vikaris apostolik Phnom Penh, pada 24 Mei, dalam sebuah upacara khusus di Battambang yang dihadiri oleh 2.000 orang.

Pentahbisan Pastor Phongphand, 53, menambah jumlah imam Thai yang berkarya di Kamboja menjadi empat orang.

Ham Sok, salah seorang yang hadir dalam pentahbisan itu mengatakan, peristiwa itu merupakan tanda bahwa bahwa Gereja di Kamboja sedang bertumbuh.

Dalam upacara itu prefek apostolik Battambang Monsignor Enrique Figaredo SJ mengatakan, Pastor Phongphand “selalu memberi dirinya untuk orang lain, mencintai orang miskin, dan membesarkan hati orang yang kehilangan pengharapan.”

Monsignor yang telah mengenal imam itu seama 20 tahun menyebut salah satu kesempatan ketika Pastor Phongphand melihat beberapa orang tanpa sepatu dan memberi mereka sepatu-sepatunya sendiri, dengan mengatakan, “saya masih punya sepatu ekstra.”

Kamboja telah menjadi tempat istimewa di hati imam Thai itu. Tahun 1980-an dia menolong para pengungsi Kamboja di Thailand ketika sedang berkarya bersama Pelayanan Pengungsi Yesuit (JRS, Jesuit Refugee Service). Kemudian tahun 1990-an dia pergi ke Kamboja bersama para pengungsi yang pulang dan membantu membangun sebuah pusat keterampilan bagi orang cacat dekat Phnom Penh.

Ketika berbicara dengan UCA News, imam Thai itu mengatakan bahwa inspirasinya untuk menjadi imam di Kamboja itu muncul ketika dia melihat senyuman para pengungsi. Sekalipun menderita, mereka bertahan selama bertahun-tahun terjadinya perang saudara.

Dia mengatakan, tantangan-tantangan yang akan dihadapinya sebagai seorang imam di Kamboja bukanlah soal bahasa dan kebudayaan, tetapi bagaimana menghadapi kemiskinan dan penderitaan, dan bagaimana menyebarkan kasih Allah.

Dia menambahkan bahwa karyanya mulai sekarang adalah sebagai imam paroki di Kompong Thom di Prefektur Apostolik Battambang. Dia juga mengatakan bahwa dia ingin berkarya di Kamboja selama hidupnya.

Selaim empat imam Thai, ada juga lima suster Thai yang berkarya di Kamboja. Pentahbisan terakhir imam di Kamboja terjadi tahun 2001. Saat itu empat orang imam Khmer ditahbiskan.

Dari sekitar 50 imam di Kamboja sekarang ini, hanya ada lima imam lokal Khmer.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Karitas kecam pembubaran 'tidak manusiawi' terhadap protes damai petani
  2. Jesuit Asia Selatan menekankan pentingnya rasa kepedulian terhadap Rohingya
  3. PBB ingatkan Myanmar terkait empat RUU tentang 'ras dan agama'
  4. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  5. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  6. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  7. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  8. Para pemimpin Katolik ditahan di Tiongkok
  9. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  10. Kardinal Myanmar menyerukan pemerintah untuk bersikap belarasa dan peduli dengan Rohingya
  1. Renungan Hari Raya Tritunggal Mahakudus bersama Pastor Bill Grimm
  2. PBB ingatkan Myanmar terkait empat RUU tentang ‘ras dan agama’
  3. Gubernur Ahok: Banyak politikus bersaing menjual agama
  4. Karitas kecam pembubaran ‘tidak manusiawi’ terhadap protes damai petani
  5. Jesuit Asia Selatan menekankan pentingnya rasa kepedulian terhadap Rohingya
  6. Sektarianisme telah mengerus kebhinnekaan Indonesia
  7. Para pemimpin Katolik ditahan di Tiongkok
  8. Ratusan biksu radikal Myanmar memprotes ‘tekanan’ internasioal terkait Rohingya
  9. Alkitab dengan kata ‘Allah’ akan dilarang di Semenanjung Malaysia
  10. Dituduh penghujatan, orang Kristen Pakistan enggan pulang rumah, takut diserang
  1. Kalaupun bantuan itu merupakan "first aid", sudah menolong juga. Ada yang menye...
    Said on 2015-05-28 07:14:00
  2. Beberapa daerah gelombang panas. Apakah daerah lain dapat membantu dengan member...
    Said on 2015-05-28 06:51:00
  3. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  4. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  5. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  6. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  7. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  8. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  9. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  10. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
UCAN India Books Online