UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

SRI LANKA – Misa Requiem Diadakan untuk “Generasi yang Hilang”

25/06/2009

JAFFNA, Sri Lanka (UCAN) – Warga masyarakat Tamil, yang terpukul secara fisik dan mental, menghadir sebuah Misa requiem baru-baru ini. Mereka berdoa bagi ribuan orang yang tewas dalam 25 tahun perang saudara di negeri itu.

“Kita telah kehilangan satu generasi,” kata Rajan Seemanpillai, 69, seorang warga Tamil yang berduka, dari Katedral Jaffna. Lima anggota keluarganya meninggal dunia dalam perang itu. Dia mengatakan bahwa dia bahkan tidak bisa bertemu dengan anggota-anggota lain dari keluarganya yang masih hidup karena mereka kini berada di berbagai kamp penampungan yang berjauhan.

Liturgi peringatan di Katedral St. Maria di kota di bagian utara negeri itu diadakan pada 20 Juni, sebulan setelah perang saudara antara pemerintah dan kelompok Pembebasan Macan Tamil Eelam (LTTE, Liberation Tigers of Tamil Eelam) itu berakhir. Dalam perang itu, pemerintah mengklaim kemenangan.

“Mereka yang selamat, yang masih berada di kamp-kamp penampungan dan di berbagai rumah sakit, masih menderita,” kata Pastor Amirthanathar Francis Xavier Jayasegaram, ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian dari Keuskupan Jaffna, kepada UCA News. “Mereka tidak bisa merayakan Misa requiem di berbagai tempat itu, maka di sinilah kami mengatur sebuah liturgi peringatan bagi para anggota keluarga mereka yang telah meninggal dunia.”

LTTE, yang ingin membentuk sebuah negara di Sri Lanka bagian timur dan utara bagi mayoritas warga etnis Tamil di sana, memulai perjuangan kemerdekaan terhadap pemerintah pimpinan etnis Sinhala tahun 1983. Sejak dimulai, konflik itu telah memakan korban lebih dari 100.000 jiwa.

Etnis Sinhala merupakan kelompok etnis mayoritas di Sri Lanka.

Sejumlah umat Katolik, termasuk para pastor dan suster dari banyak paroki, ikut dalam liturgi selama tiga jam di katedral dan menyaksikan umat menyanyikan sebuah lagu populer, “Do not fear, I am always with you,” dalam bahasa Tamil.

“Warga Tamil merasa bahwa mereka menjadi terpuruk, baik secara fisik, mental, maupun kultural. Kami berusaha memberi mereka sedikit kelegaan dan harapan,” kata Pastor Jayasegaram. “Akhir penderitaan warga Tamil tidak berada di tangan kami, tetapi di tangan para pemimpin bangsa. Kita bisa mencucurkan airmata dan berdoa, tetapi Allah sendirilah yang menunjukkan jalan bagi mereka yang sedang menderita ini,” kata imam itu.

Sekarang ini, sekitar 300.000 warga masyarakat masih berada dalam kelaparan di berbagai kamp pengungsian, karena orang-orang yang ingin memberi bantuan tidak memiliki akses ke sana. Beberapa dari mereka bahkan dicurigai punya hubungan dengan LTTE dan banyak kamp-kamp itu dipasangi kawat berduri dan dijaga tentara.

Pastor R.G. Vijintus, sekretaris dari Uskup Jaffna Mgr Thomas Savundaranayagam, mengatakan pada 25 Juni bahwa seorang imam baru saja dilepaskan dari sebuah kamp setelah menjalani penyelidikan yang dilakukan militer. Enam imam dan tiga suster masih berada di sejumlah kamp. Uskup Savundaranayagam mengatakan, dia berkontak dengan pemerintah untuk membebaskan para pastor dan suster itu.

Pada 22 Juni, Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapakse mengakui perlunya mengambil hati dan mengubah pikiran warga Tamil dan memastikan bahwa mereka mampu bebas dari ketakutan dan ketidakpercayaan.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  2. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  3. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  9. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00