MANILA (UCAN) – Imam Yesuit asal Amerika, Pastor James Reuter, yang membentuk sistem penyiaran radio Katolik di Filipina dan meletakkan landasan-landasan bagi jaringan media nasional dari konferensi waligereja, pensiun.
Pada 16 Juni, Monsignor Pedro Quitorio III, dari konferensi waligereja, mengumumkan pensiunnya Pastor Reuter sebagai sekretaris eksekutif Komisi Sosial Komunikasi dan Media Massa dari Konferensi Waligereja Filipina. Pastor Reuter, 93, meminta pensiun pada bulan Mei karena “gangguan kesehatan.”
Imam asal Amerika itu terkenal karena aksi-aksinya pada masa kekuasaan presiden Ferdinand Marcos, yang membungkam semua media ketika memberlakukan undang-undang dalam keadaan darurat yang berlangsung sejak 1972 hingga 1981. Pastor Reuter mengembangkan dan mendukung apa yang disebut “pers nyamuk” – penyebaran selebaran yang berisi artikel-artikel tak tersensor yang diproduksi di pusat-pusat yang bersifat klandestin.
Dia juga membentuk kelompok penyiar Katolik di sebuah radio swasta setelah tentara melumpuhkan Radio Veritas yang dikelola Gereja pada saat berlangsung gerakan rakyat (people power) tahun 1986 yang akhirnya menumbangkan Marcos.
Imam itu juga telah membentuk Jaringan Media Katolik (CWM) yang dimulai tahun 1964. Jaringan itu beranggotakan 54 radio Katolik dan empat stasiun televisi yang beroperasi di 11 wilayah dan 35 propinsi di seluruh negeri itu.
Pastor Reuter juga memimpin Kantor Media Massa Nasional dari konferensi waligereja, sebuah posisi yang dipercayakan Konferensi Waligereja Filipina kepadanya tahun 1969.
Misionaris Amerika itu itu tiba di Filipina 31 tahun lalu ketika dia masih sebagai seorang frater. Sejak awal, dia tertarik dengan penyiaran dan menggarap sebuah program radio ketika dia sedang mengajar di Universitas Ateneo de Manila milik Yesuit tahun 1941.
Ketika Jepang masuk tahun 1942, dia menghibur sesama pastor dan suster yang ditahan di sebuah kamp penjara dengan mementaskan drama yang ditulisnya dan menggubah lagu-lagu yang mereka nyanyikan bersama. Dia kemudian meninggalkan Filipina, tetapi kembali tahun 1948.
Tahun 1960, Provinsi Yesuit Filipina mengangkatnya sebagai pemimpin pertama Kantor Komunikasi tarekat itu.
Dia membentuk studio dan kantor di rumah Yesuit di Santa Ana, Manila, tahun 1964, pada tahun yang sama ketika dia memulai CWM, dengan nama asalnya Federasi Penyiar Katolik Filipina. Jaringan ini menjadi penyedia media utama ketika jaringan kabel belum masuk ke seluruh desa di kepulauan itu.
Para uskup mengangkatnya sebagai direktur nasional media massa tahun 1967. Dia belajar teknik-teknik penyiaran di Hollywood, di studio dari Pastor Patrick Peyton, pendiri gerakan Family Rosary Crusade sedunia.
Dia kemudian memulai penyiaran gerakan itu di Filipina dalam serial mingguan radio-televisi yang dikenal dengan “The Family Theater.”
Pastor Reuter mendirikan cabang Asia dari Unda (gelombang), Asosiasi Radio dan Televisi Katolik Internasional, yang membuat para penyiar Katolik saling berhubungan. Dia kemudian menjadi seorang tokoh penting regional di Unda dan OCIC (International Catholic Organization for Cinema and Audiovisuals). Pada tahun 2001, kedua organisasi itu menyatu dan membentuk SIGNIS, sebuah asosiasi Katolik sedunia untuk para profesional yang terlibat dalam bidang audiovisual, penyiaran, dan media baru.
Pastor Reuter memperoleh sejumlah trofi dan lencana penghargaan selama bertahun-tahun, termasuk sebuah penghargaan dari Paus Yohanes Paulus II tahun 1981 yang mengakuinya karena “berani menegakkan kebenaran, keadilan, dan integritas dalam komunikasi Katolik.”
Monsignor Quitorio mengatakan, Pastor Francis Lucas, yang kini memimpin CWM, telah diangkat untuk mengganti Pastor Reuter sebagai sekretaris eksekutif komisi dari konferensi waligereja itu.
Pastor Lucas, 61, menghabiskan 36 tahun hidupnya sebagai seorang imam yang mengadakan evangelisasi dan advokasi menyangkut pengembangan lingkungan hidup, ekonomi, dan pertanian melalui media. Dia juga mengetuai Koalisi LSM Asia untuk Reformasi Agraria dan Pengembangan Desa.