UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

KOREA – Awam Katolik Terbitkan Kamus Korea-Latin

09/07/2009

SEOUL (UCAN) – Kerja keras seorang awam Katolik selama bertahun-tahun menuai hasil setelah ia  baru-baru ini menerbitkan kamus Korea-Latin-Korea yang terdiri dari 2.624 halaman. 

Bagi Mark Lee Soon-young, 52, publikasi kamus pada 1 Juli itu merupakan satu dari sorotan-sorotan utama terhadap karya pribadi tentang cinta kasih yang telah menghasilkan 16 buku – banyak dari buku-buku itu memberikan informasi lengkap tentang Gereja Korea.

Buku-buku itu termasuk “Daily History of the Korean Catholic Church” (Sejarah Harian Gereja Katolik Korea) yang terdiri dari empat volume dan menyoroti kejadian-kejadian yang berkaitan dengan Gereja mulai tahun 1540 sampai Juni 2006, dan sebuah buku petunjuk imam-imam Korea.

Buku petunjuk ini berisi informasi tentang 4.382 imam Katolik, mulai dari Santo Andrew Kim Dae-gon, imam Korea pertama yang meninggal pada 1846, sampai para imam yang ditahbiskan pada 14 September 2005.

“Banyak orang awam melayani Gereja melalui berbagai karya suka rela. Cara saya melayani Gereja adalah dengan mendokumentasi informasi yang berhubungan dengan Gereja,” katanya kepada UCA News.

Ia mulai mengerjakan kamus itu pada 1986 ketika ia menjadi anggota dari sebuah paduan suara. Ia mengatakan ia menemukan beberapa kesalahan dalam lirik sebuah lagu Gregorian, tetapi ia tidak dapat menemukan kata-kata Latin yang benar.

“Saya ingin sekali mempunyai kamus Latin karena Gereja sangat sering menggunakan bahasa Latin. Sejak itu, saya menyusun materi-materi berhubungan dengan bahasa Latin,” katanya.

Pekerjaan itu tidak mudah. Sebagai pekerja kantor dan seorang bapak, waktu luangnya sangat terbatas, tetapi keluarganya memberikan bantuan yang berharga. Ketiga putrinya membantunya mengetik sedangkan istrinya, seorang mantan guru bahasa Korea dan sekarang penilik sekolah, membantu mengoreksi.

Usaha-usaha Lee menghasilkan buah di tahun 2002 ketika ia menerbitkan “Kamus Korea-Latin” yang terdiri dari 700 halaman. Kamus itu merupakan yang pertama dan satu-satunya kamus Korea-Latin dan juga  melengkapi kamus Latin-Korea yang diterbitkan oleh Gereja setempat pada 1995. Sebagai penghormatan atas jasanya, ia menerima Penghargaan Komunikasi Massa dari Konferensi Waligereja Korea.

Pada 2004, ia menambah halaman kamus itu menjadi 1.500 dan terjual 200 eksemplar.

Tetapi karena ia seorang perfeksionis, Lee memutuskan untuk menambah bagian Latin-Korea dalam kamus Korea-Latinnya itu, yang akhirnya selesai menjadi kamus lengkap awal tahun ini.

Kamus yang terbaru itu, yang berdasarkan kamus Latin-Korea 1995, juga berisi informasi yang berhubungan dengan liturgi, katekese, dan Kitab Suci.

“Sayangnya, penerbit milik Gereja menolak untuk menerbitkan kamus itu karena alasan komersial. Jadi, saya menerbitkannya dengan biaya saya sendiri,” kata Lee.

Ia mencetak 1.000 eksemplar dan mencoba menjualnya sendiri dengan harga 94.000 won (US$74).

Pastor Kim Tjeung-nam dari Seoul, yang mengajar Kitab Suci dan Bahasa Latin di Seminari Tinggi Seoul mulai tahun 1980 sampai 1996, mendampingi Lee dalam menyusun kamus itu. Ia mengatakan bahwa Lee telah menghasilkan karya besar bagi Gereja.

“Kamus Lee disusun dengan baik dan memberikan informasi yang rinci tentang Gereja Katolik. Kamus itu akan menjadi buku sumber yang bagus tentang Gereja. Buku-bukunya yang lain juga mengisahkan sejarah Gereja Katolik di Korea secara rinci,” kata Pastor Kim.

“Sekaranglah waktunya bagi Gereja lokal untuk mendukungnya secara finansial sehingga ia dapat melanjutkan karyanya,” tambahnya. 

Proyek Lee yang akan datang adalah Kitab Suci multilingual. Ia sudah menerbitkan Mazmur dalam lima bahasa: Inggris, Yunani, Yahudi, Korea dan Latin, dalam satu volume. Ia berencana untuk menerbitkan Pentateukh, lima kitab pertama Perjanjian Lama, dalam lima bahasa setelah mendapat dana untuk itu.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  2. Keluarga masih menanti terpidana mati Mery Jane kembali ke rumah
  3. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  4. Kenapa Pria Modern Perlu Belajar dari Santo Yosef?
  5. Jelang prosesi Jumat Agung di Larantuka, rumah warga jadi "home stay"
  6. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  7. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  8. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  9. Menteri Anies: Tarik buku agama ajarkan membunuh kafir
  10. Ketakutan dan kemarahan orang Kristen menyusul pemboman gereja di Pakistan
  1. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  2. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  3. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  4. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  5. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  6. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  7. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  8. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  9. Pemerintah didesak revisi UU Kebebasan Berbicara dan Berkumpul untuk melawan ISIS
  10. Pastor dihukum penjara oleh pengadilan Tiongkok terkait protes pembongkaran gereja
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online