UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

BANGLADESH – Pusat-Pusat yang Dikelola Gereja Memberikan Harapan bagi Anak-Anak Telantar

28/07/2009

SATKHIRA, Bangladesh (UCAN) — Satkhira adalah satu bagian Bangladesh yang selalu diabaikan, dihantam badai, siklon, dan kemiskinan yang mengerikan.

Bagi anak-anak seperti Bannya Boiragee yang berusia 12 tahun, kehidupan terlihat suram setelah ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi dengan seorang perempuan lain yang segera bosan dengan Boiragee.

Ketimbang ditelantarkan di jalanan, dia merasa tertolong ketika masuk ke sebuah panti yang dikelola Gereja. Panti itu memungutnya ketika dia berusia delapan tahun.

Ia mengatakan kepada UCA News, “Ibu tiriku tidak memperlakukan saya dengan baik dan memaksa saya untuk datang ke panti asuhan ini.”

Boiragee adalah satu dari 50 anak yang tinggal di Panti Asuhan St. Aloysius untuk anak-anak putri. Mereka diasuh oleh 10 janda Katolik yang juga tinggal di pusat itu. Panti asuhan itu didirikan tahun 1957 dan dikelola oleh Suster-Suster St. Aloysius Gonzaga, yang terkenal sebagai Suster-Suster Luigine.

Boiragee tidak tahu jelas tentang ibunya, namun ia kini bisa datang kepada para janda di panti asuhan itu untuk mendapatkan dukungan dan penghiburan.

“Perempuan-perempuan yang kami panggil Masi (tante yang kami anggap sebagai ibu kandung) mengasuh kami dengan baik dan Suster Irene Cruze, direktur, seperti seorang ibu bagi kami” kata pelajar kelas tiga itu.

Pusat itu membantu anak-anak di bagian Bangladesh yang sangat terkebelakang itu, yang mata pencaharian kebanyakan keluarga di sana adalah bertani dan menangkap ikan. Kebanyakan keluarga bertahan hidup dengan kurang dari 70 taka (US$1) per hari.

Keluarga-keluarga sering merasa sulit menanggung seorang anak dalam kasus kematian salah satu orangtuanya, dalam masalah ekonomi, dan bencana alam.

Sering, keluarga-keluarga seperti itu mengontak pastor paroki mereka untuk tolong mengasuh anak-anak mereka. Kadang-kadang, anak-anak dikirim ke pusat-pusat seperti itu.

Sama Panti Asuhan St. Aloysius melayani para remaja putri, Pusat Anak-Anak St. Andrew Bobola, yang berdekatan, membantu 150 anak-anak putra.

“Dalam 70 tahun terakhir, pusat itu telah membantu ribuan anak untuk membuat kehidupan lebih baik melalui pendidikan akademia dan pendidikan moral,” kata Pastor Giovanni Gargano, seorang Misionaris Italia dari Serikat St. Fransiskus Xaverius untuk Misi Asing (Society of St. Francis Xavier for Foreign Missions).

Panti anak-anak putra itu didirikan tahun 1939 oleh Pastor Henry Costa, seorang misionaris Yesuit asal Portugal.

Pastor Gargano, yang menjadi diretur sekarang ini, mengatakan: “Semula, para imam Xaverian, dengan bantuan uskup dari Khulna, serta para donatur lokal dan asing, mengelola pusat itu.”

Kedua pusat itu didirikan untuk menyediakan makanan, pakaian, dan bantuan medis.

Setiap bulan, pusat-pusat itu mengadakan sesi-sesi penyuluhan bagi anak-anak. Anak-anak juga belajar nilai-nilai Kristen, doa, dan pelajaran agama melalui kelas-kelas khusus yang diadakan oleh para pastor dan suster.

Anak-anak itu juga menerima pendidikan SD dan SMP di sekolah-sekolah negeri dan sekolah-sekolah yang dikelola Gereja.

Setelah menyelesaikan lulus ujian dengan mendapat ijazah dari sekolah menengah, mereka kembali ke paroki asal mereka. Pastor paroki mereka kemudian membantu mereka melanjutkan pendidikan mereka dengan dukungan dana dari para donatur.

Seperti Boiragee, Prince Halder juga mengalami masa-masa sulit.

“Ayahku meninggal dua tahun lalu dan ibuku mulai bekerja di pabrik garmen di Dhaka. Ia meninggalkan saya dengan tante saya, namun karena terlalu miskin, mereka tidak bisa mengasuh saya maka mereka mengirim saya” ke pusat St. Andrew Bobola, kata pelajar kelas lima itu.

“Saya masih merasa kehilangan orangtuaku namun saya senang dengan apa yang saya miliki sekarang, termasuk pendidikan,” tambahnya.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  2. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  3. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  9. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00