KATHMANDU ( UCAN) – Seorang imam Katolik terluka dalam suatu serangan di Kathmandu bagian utara pada malam 27 Juli.
Pastor Sanjay Ekka SJ, kepala Paroki St. Ignatius Loyola di wilayah Baniyatar, yang menderita luka-luka di kepala, tangan, dan pinggul. Ia dibawa ke Tribhuvan University Teaching Hospital di ibukota negara itu untuk dirawat.
Imam itu berada dalam kondisi stabil, demikian Pastor Lawrence Maniyar, pemimpin Yesuit di Nepal.
“Meskipun rincian kini masih belum ada, kami yakin bahwa anak-anak dari asrama yang kami kelola itu terlibat dalam serangan itu, kata Pastor Maniyar.
Imam-imam Yesuit mengelola Asrama Mahasiswa Loyola, bagi anak-anak pria miskin. Mereka juga mengelola Laligurans, sebuah pusat perawatan bagi kanak-kanak di Baniyatar.
Menurut Buku Petunjuk Gereja Katolik Nepal, asrama itu menampung 34 orang, semuanya Katolik.
Pastor Maniyar mengatakan, seorang anak asrama dikeluarkan dari asrama karena “kelakuan tak senonoh” beberapa hari sebelumnya. “Ini mungkin menjadi alasan untuk serangan itu,” tambahnya.
Menurut Lawrence Lama, seorang umat dari Gereja Baniyatar, anak asrama itu pasti membawa “para penjahat dari luar” dan menyerang imam itu.
“Pengusiran anak asrama itu mungkin menjadi alasan penyerangan itu. Namun, ini masih belum jelas,” kata pria awam yang mengunjungi imam itu di rumah sakit. Lama menjelaskan bahwa sebuah khukuri, keris tradisional Nepal, dipakai dalam penyerangan itu.
Menurut Pastor Maniyar, polisi telah menahan “seorang anak laki-laki dari asrama itu” untuk interogasi.
Seorang aparat dari Kepolisian Maharajgunj, yang lingkup kontrolnya mencakup Baniyatar, mengatakan bahwa anak laki-laki berusia 13 tahun itu ditahan dalam kaitan dengan serangan itu. “Penyelidikan selanjutnya sedang berjalan. Kami melakukan yang terbaik untuk memastikan apa motif di balik serangan itu,” kata aparat yang tidak mau disebut namanya itu.
Gereja Katolik membentuk sebuah misi di Baniyatar untuk melayani umat Katolik yang terus bertambah di kalangan komunitas warga suku Tamang yang bermigrasi dari Distrik Dhading, suatu kawasan pegunungan miskin di bagian barat laut Kathmandu dekat perbatasan dengan Cina. Misi dijadikan suatu kuasi-paroki pada tahun 2003 dan dijadikan paroki pada tahun 2007. Salah satu dari tiga paroki di Kathmandu. Paroki itu memiliki 1.200 umat Katolik.