UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

INDIA – Lima Orang Dihukum Penjara dalam Kasus Kekerasan Orissa

29/07/2009

NEW DELHI (UCAN) – Para pemimpin Gereja menyambut baik hukuman penjara dalam proses pengadilan yang cepat terhadap lima orang yang terbukti terlibat dalam kekerasan anti-Kristen di Negara Bagian Orissa tahun lalu.

“Ini merupakan suatu pengembangan yang baik. Ini sesuai keadilan yang dirindukan umat kami,” kata Uskup Agung Cuttack-Bhubaneswar Mgr Raphael Cheenath kepada UCA News pada 28 Juli, sehari setelah pengadilan menjatuhkan hukuman itu. Prelatus itu memimpin Gereja Katolik di negara bagian di India bagian timur itu.

Jaksa penuntut,  Bijoy Krishna Pattnaik, mengatakan kepada wartawan bahwa pengadilan menjatuhkan enam tahun “hukuman berat penjara” dan denda 5.000 rupee (US$105) masing-masing untuk Disara Kanhar, Durbasa Kanhar, Gupteswar Kanhar, Naresh Kanhar, dan Rabindra Kanhar.

Umat Kristen di desa-desa yang mengalami kerusuhan itu masih berada dalam ketakutan, karena mereka melihat bahwa orang-orang yang melakukan dan memimpin kekerasan terhadap mereka itu masih bebas berkeliaran, kata Uskup Agung Cheenath. “Keyakinan dan hukuman akan menyemangati orang-orang Kristen untuk kembali ke kampung halamannya dan memulai kembali kehidupan.”

Keuskupan agungnya meliputi Distrik Kandhamal yang didominasi warga suku. Distrik itu paling parah mengalami kekerasan itu. Kerusuhan di sana dimulai pada hari setelah kelompok Maois menembak mati seorang tokoh agama Hindu.

Kelompok radikal Hindu menuduh umat Kristen terlibat dalam pembantaian itu. Sebagai balas dendam, mereka menghancurkan rumah-rumah, gereja, dan biara-biara. Sekitar 90 orang tewas dan sekitar 50.000 orang kehilangan tempat tinggal, hampir semuanya adalah orang Kristen, kata para pemimpuin Gereja.

Pada bulan Juni, sebuah pengadilan kilat mulai menyelidiki 900 kasus terhadap umat Hindu yang diduga terlibat dalam serangan yang sudah direncanakan itu terhadap umat Kristen yang hampir semuanya petani.

Aparat yang mengadakan penyelidikan menangkap sekitar 680 orang, dengan tuduhan merencanakan, memprovokasi, dan melancarkan kekerasan.

Dengan putusan terakhirnya, pengadilan menutup enam kasus dan menghukum enam pelaku, demikian yang diberitakan. Pengadilan juga membebaskan 15 orang karena tidak ada bukti.

“Masalah terbesar yang kita hadapi adalah ancaman terhadap para saksi,” kata Uskup Agung Cheenath, yang mencatat bahwa mengeluarkan ancaman mati bagi mereka yang berani memberi kesaksian.

“Kami mengambil langkah-langkah untuk melindungi para saksi. Kami melindungi mereka di tempat aman sebelum pengadilan dan menasehati mereka untuk mengatakan kebenaran,” lanjut prelatus itu.

Dalam situasi itu, prelatus menyebut pengadilan 27 Juli itu sebagai “suatu dorongan besar” bagi orang-orang Gereja “yang bekerja keras untuk memberi bantaun hukum” bagi para korban yang tidak terdidik itu.

Di tempat lain, Pastor Dominic Emmanuel SVD, jurubicara Keuskupan Agung Delhi, mengatakan bahwa keputusan pengadilan itu “jelas disambut baik, tetapi kasus-kasus ini harus pertimbangkan dengan lebih serius.”

Para penyulut kekerasan itu “harus dikenai hukuman berat sehingga bisa menjadi pelajaran bagi mereka dan lainnya yang mengobarkan kebencian sektarian,” kata imam itu kepada UCA News.

Frater Mani Mekkunnel dari Tarekat Monfort, sekretaris Konferensi Religius India, menggarisbawahi nilai dari keberadaan negara bagian yang dilihat “melakukan sesuatu untuk menjamin keadilan bagi rakyatnya,” serta nilai dari pengadilan yang relatif berlangsung cepat.

Sistem yuridis di India biasanya “memerlukan banyak waktu dalam menyelesaikan kasus-kasus, tetapi kali ini pengadilan memperlihatkan suatu langkah yang baik,” jelasnya. Menurutnya, pengadilan yang berlangsung cepat dalam menjatuhkan putusan dan hukuman itu “akan turut menormalkan situasi dan meredakan frustrasi umat.”

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Romo Budi gelar konser amal untuk pembangunan pusat pastoral
  2. Umat Kristiani India mengungkapkan keterkejutan terkait serangan gereja
  3. Paus desak dunia bertindak menyusul tragedi Mediterania
  4. Keadilan sulit dipahami terkait pembunuhan para aktivis lingkungan
  5. Politisi Hong Kong berkomentar 'rasis' terhadap PRT
  6. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  7. Penganiayaan orang Kristen di Zhejiang lebih parah dari data sebelumnya: China Aid
  8. Otoritas Malaysia desak pemimpin Gereja memasang kembali salib
  9. Para uskup Filipina minta KWI membantu Mary Jane
  10. Ribuan umat Katolik Medan doakan kelancaran KAA
  1. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  2. NIIS dan Janji Surga
  3. Gereja Armenia memberikan gelar orang kudus korban genosida
  4. Renungan Hari Minggu Paskah IV bersama Pastor Bill Grimm
  5. RUU kontroversial Myanmar akan berdampak buruk bagi perempuan dan minoritas
  6. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  7. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  8. Asia-Afrika nyatakan perang terhadap narkoba
  9. Jaksa agung diminta sidik pelanggaran HAM berat
  10. Menag masih persoalkan batasan agama RUU PUB
  1. Terlalu banyak TKI yang nasibnya dihukum mati. Apa gerangan yang mereka lakukan...
    Said on 2015-04-16 20:46:00
  2. Sepertinya orang "Rimba" Jambi tidak mempunyai nama lain? Tidak masuk sensus? T...
    Said on 2015-04-14 09:11:00
  3. Nasib mereka bergantung di benang sutra.. karena getolnya para jaksa penuntut......
    Said on 2015-04-11 09:21:00
  4. Menteri dalam kasus ini harus gebrak meja! Beliau terlalu manis.....
    Said on 2015-04-11 09:13:00
  5. Semoga bagi para pengungsi merasa terhibur dan perhatian dari Paus Fransiskus me...
    Said on 2015-04-09 06:01:00
  6. Kalau sampai pada vonis hukuman mati, diam saja ya, tidak perlu menentangnya....
    Said on 2015-04-03 08:59:00
  7. Apakah waktunya setiap perempuan membawa rotweiler kalau bepergian??...
    Said on 2015-04-03 08:55:00
  8. Terima kasih untuk bantuannya... semoga aman saja....
    Said on 2015-04-03 08:50:00
  9. Domba tidak bisa mengerti apa maunya serigala... Siapa menulis buku sejahat itu ...
    Said on 2015-04-03 08:43:00
  10. Yang tidak tertarik juga tidak akan membacanya.....
    Said on 2015-04-02 15:28:00
UCAN India Books Online