LEMBANG, Jawa Barat (UCAN) – Pemimpin Gereja di Jawa Barat meminta umat Katolik untuk mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Islam serta menahan diri untuk tidak merayakan pesta pernikahan selama masa puasa ini.
“Carilah tempat yang tepat untuk memasang spanduk ucapan selamat menjalankan puasa di bulan suci Ramadan dan kemudian selamat merayakan Idul Fitri,” Uskup Bandung Mgr Johannes Maria Trilaksyanta Pujasumarta menganjurkan. Uskup mengusulkan agar spanduk-spanduk itu ditempatkan di depan gereja-gereja di setiap paroki.
Anjuran uskup itu disampaikan di akhir Misa tanggal 23 Agustus yang dirayakan untuk menutup pertemuan wakil-wakil paroki yang terlibat dalam komisi atau seksi hubungan antaragama dan kepercayaan di keuskupan itu. Prelatus yang juga anggota Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama itu mendesak umat Katolik untuk mengucapkan selamat kepada kaum Muslim yang tanggal 22 Agustus memulai bulan Ramadan saat mereka berpuasa dari semua makanan dan minuman, bahkan air putih, sejak subuh hingga petang.
Prelatus itu mengatakan ia berharap selama Ramadan itu, “saudara-saudari” Muslim lapar akan Tuhan sendiri dan juga berupaya membangun persaudaraan sejati dengan semua agama.
Di halaman Facebook-nya tanggal 22 Agustus, uskup itu menulis: “Johannes Pujasumarta is greeting his Muslim sisters and brothers, ‘Ramadan kariim,’ best wishes for your fasting to be hungry and thirsty for God alone.” (Johannes Pujasumarta menyalami saudara-saudarinya yang beragama Islam ‘Ramadan kariim’ selamat menunaikan ibadah puasa, semoga kalian menjadi lapar dan haus hanya akan Allah.”
Pastor Yohanes Cantius Abukasman OSC, pastor paroki Kristus Raja Cigugur, ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Bandung, yang juga menjadi pembicara dalam pertemuan itu, mendorong umat Katolik untuk menunda pesta perkawinan selama Ramadan. “Baik kalau umat Katolik terus mengirim makanan bagi kaum Muslim yang berkekurangan untuk berbuka,” imam itu mengajurkan.
Imam itu mendorong umat Katolik untuk bersilahturami dengan tetangga-tetangga beragama Islam dan untuk memahami dan belajar lewat buku dan pengalaman tentang agama Islam dan tentang Ramadan.
Sekitar 50 aktivis bidang HAK dari paroki-paroki di keuskupan itu menghadiri pertemuan itu. Dalam pertemuan itu mereka melakukan sharing dan diskusi. Topik-topik yang dibicarakan antara lain “Ajaran Sosial Gereja dan HAK: Ajaran dan Realitas Saat ini serta Harapan ke Depan” oleh Pastor Ignatius Ismartono SJ, mantan sekretaris eksekutif Komisi HAK Konferensi Waligereja Indonesia, dan “Fungsi, Peran, Tugas dan Tantangan Seksi HAK Paroki” oleh Pastor Abukasman. Mgr Pujasumarta memberi arah kebijakan keuskupan itu di bidang HAK serta membekali peserta dengan Metode Dinamika Pastoral.
Arcenius Acen Setiawan dari Paroki Salib Suci Purwakarta mengatakan ia akan segera memasang spanduk ucapan selamat menunaikan ibadah puasa di depan kompleks gereja.
Thomas Djoko dari Paroki St Ignatius Cimahi berjanji akan terus melaksanakan acara berbuka puasa dengan umat Islam yang miskin yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir ini, sementara Viktor Suharto dari Paroki St. Yusuf Cirebon mengatakan umat parokinya akan terus melakukan kunjungan silahturami dengan umat Islam di mesjid-mesjid dan pasantren-pesantren yang banyak terdapat di wilayah paroki itu.
Menurut Robertus Suryatno, ketua harian Komisi HAK Keuskupan Bandung, komisi itu telah memasang spanduk berbunyi “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa – Ramadan 1430H” di depan gedung Dewan Karya Pastoral keuskupan itu.
Keuskupan Bandung meliputi bagian terbesar dari Provinsi Jawa Barat. Umat Islam di wilayah keuskupan itu sebesar 96,5 persen dari jumlah penduduk 25,7 juta jiwa.