UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

ASIA – Kolom UCAN – Aquino, Kennedy, dan Kim: Kesaksian Mereka terhadap Realitas Gereja Lokal

25/09/2009

BRISBANE, Australia (UCAN) – Selama Agustus, dunia mengucapkan selamat jalan kepada mantan presiden Corazon Aquino dari Filipina, Senator Edward Kennedy dari Amerika Serikat, dan mantan Presiden Thomas More Kim Dae-jung dari Korea Selatan. Dan  dalam minggu-minggu terakhir, banyak telah dikatakan tentang pelayanan publik dan kesetiaan religius dari ketiga pemimpin Katolik itu.

Menarik, seorang rekan, yang melihat seberapa banyak media mempublikasi kematian ketiga orang itu, mencatat bahwa setengah lebih dari hampir 50 juta berita setelah kematian ketiga pemimpin politik itu terfokus pada Kennedy. Apakah itu karena dia meninggal ketika masih aktif memegang jabatan publik sementara kedua lainnya sudah pensiun, demikian pertanyaan rekan itu. Atau apakah itu karena ia adalah seorang Katolik “kontroversial” sementara kedua lainnya adalah orang Katolik “tradisional,” demikian muncul pertanyaan yang menantang itu.

Pelayanan berlandaskan imam melampaui perhitungan manusia, dan hal ini hendaknya menuntun kita ke pertanyaan yang lebih penting: Apa kekhasan Kristen menyangkut kehidupan dan pelayanan dari ketiga pemimpin politik ini?

Aquino meninggal sebagai seorang pensiunan dari pelayanan publik. Sekalipun masa pensiunannya lebih banyak dari masa jabatannya sebagai presiden, kepresidenannya selama satu periode telah menjadi suatu ikon nasional karena peran yang dimainkannya setelah dia pensiun. Rekor politiknya yang bersih menantang keadaan korupsi-kolusi-nepotisme sebelum dan setelah kepresidenannya. Sering dianggap sebagai seorang seorang ibu rumah tangga biasa, dia tetap menjadi sebuah simbol kekuatan rakyat (people power) melalui komitmennya yang luar biasa terhadap pelayanan publik.

Sebagaimana orang Filipina menganggap Aquino itu kudus karena peran heroiknya setelah pensiun dari jabatan kepresidenannya, Kim menjadi sedemikian dicintai rakyatnya terutama karena kegigihannya yang cukup lama dalam mengkampanyekan people power versi Korea jauh sebelum dia menjadi presiden. Dia memerangi korupsi dan kediktatoran dengan suatu kekhasan dari tradisi iman yang mengilhami kaum awam negeri itu.

Cukup benar, Aquino tidak mempertahankan warisan aristokratisnya. Demikian pun Kim, dia membuang bebannya sebagai pengusaha di awal masa hidupnya. Dalam suatu dunia politik yang tidak sempurna, tidak satupun dari mereka menjadi teladan spiritualitas dalam komunitas iman mereka. Namun, sejauh kedua tokoh kenegaraan itu adalah produk tradisi iman mereka yang sederhana, mereka meningkatkan kehidupan publik dengan pelayanan yang penuh rahmat. Dan sebagaimana dilaporkan, upacara-upacara kematian mereka tidak diwarnai pawai politik.

Kennedy dianggap penting sebagai seorang legislator terkemuka. Kematiannya dan upacara pemakamannya disusul dengan banyak diskusi tentang kehidupan Gereja di negaranya. Hal ini memunculkan dikotomi yang dihasilkan oleh pencarian akan sebuah etika keagamaan yang relatif dalam semangat sekularisme. Sejauh dikotomi itu merangsang minat kaum beriman tradisional, dia mengizinkan pemikiran liberal memenuhi gaya hidup.

Dalam ketiadaan landasan menengah yang lebih sehat, Kennedy dilihat sebagai seorang pencari setidaknya bagi sekelompok tenaga Gereja yang memaparkan batas-batas pengajaran Gereja.

Jika surat Kennedy kepada Paus Benediktus XVI tentang “menjadi seorang manusia yang tidak sempurna” dilihat sebagai praktek penyesalan, tanggapan Bapa Suci muncul “sebagai janji akan kebijaksanaan, penghiburan, dan kekuatan dalam Tuhan.” Tidak seperti pesan Bapa Suci untuk pemakaman Kim dan Aquino, jawaban paus merupakan suatu tanggapan pastoral terhadap permohonan doa dari Kennedy. Dan yang kurang terpuji adalah usaha lobi Kennedy untuk mendapatkan persetujuan paus atas warisan Kennedy.

Beberapa orang menyesali tindakan itu sebagai penyalahgunaan tanggapan paus dalam usaha “pengudusan” Kennedy di mata masyarakat. Yang lain menganggapnya sebagai suatu dosa yang membahagiakan (felix culpa) yang oleh sejumlah pemimpin Gereja yang bingung di tingkat Negara Bagian digunakan sebagai suatu trik untuk mencegah jangan sampai kedukaan keluarga Kennedy menjadi hambar. Meskipun begitu, ada yang lain yang tidak bisa dipersalahkan karena memperdebatkan apakah pemakaman itu merupakan bagian gaya politik dari lobi Kennedy atau bagian dari suatu hasrat untuk berdamai.

Sekalipun demikian, pengharapan adalah ratu dari keutamaan-keutamaan, dan perdebatan tentang kematian Kennedy masih bisa menjadi suatu awal menuju pertobatan hati dan rekonsiliasi di dalam Gereja.

Umat Katolik memegang atau mengupayakan suatu jabatan publik bisa banyak belajar dari kehidupan Aquino, Kennedy, dan Kim. Kehidupan ketiga orang ini dapat juga menjadi perumpamaan-perumpamaan bagi para pemimpin Gereja sendiri yang memiliki banyak kelemahan.

Semoga perumpamaan-perumpamaan dan kelemahan-kelemahan menyadarkan Gereja akan misi penyempurnaan kaum awam untuk tugas kepemimpinan politik yang profetik. Misi ini mengatasi politik populis, dan mendampingi masyarakat untuk bisa mengatasi etika relatif menuju landasan moral yang lebih kokoh. Penyempurnaan seperti itu akan menjadi suatu misi yang lebih berakar pada Injil dalam melayani masyarakat ketimbang pendidikan para klerus untuk memegang jabatan diplomatik.

 

————

 

Hector Welgampola, seorang jurnalis Sri Lanka, pernah menjadi Executive Editor UCA News sejak 1987 hingga pensiun pada Desember 2001. Alamat e-mail beliau adalah hwelgampo@yahoo.com

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Anak yatim-piatu temukan rasa kekeluargaan
  2. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  3. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Ketegangan menyusul kekerasan
  6. Ziarah Santa Maria Fatima
  7. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  8. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  9. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  10. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00