UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

ASIA – Jurnalis Muda Hancurkan Hambatan Budaya dan Bahasa

28/10/2009

CHIANG MAI, Thailand (UCAN) – Sejumlah jurnalis video yang muda-muda dari berbagai negara mengatasi rintangan budaya dalam menyuting jalannya Kongres SIGNIS se-Dunia yang baru saja berakhir.

“Kami banyak belajar dari banyak orang yang datang dari berbagai negara. Ini menjadi pengalaman yang tak ternilai bagi kami 10 orang,” kata Rochelle Kimberly D’Souza dari India.

Jurnalis muda yang berjumlah 10 orang yang ikut dalam Program Pertukaran Kaum Muda Internasional pertama yang diadakan dalam kongres 17-21 Oktober itu berusia 18-22 tahun. Mereka berasal dari Filipina, India, Kamboja, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

SIGNIS merupakan sebuah asosiasi Katolik sedunia untuk para profesional dan akademisi dalam bidang audiovisual, penyiaran, dan media baru. Pertemuannya di Chiang Mai, Thailand, terfokus pada tema, “Media untuk Budaya Perdamaian – Hak Anak, Janji Masa Depan.”

D’Souza bercerita tentang tantangan yang dihadapi kelompoknya dalam meliput jalannya kongres itu.

Pemudi itu mengatakan, “Kami sibuk di pusat pertemuan itu dan hanya sedikit waktu tidur pada malam hari karena harus mengedit video.” Dia menambahkan, “Sangat melelahkan … namun bersama-sama banyak teman dari negara, kebudayaan, dan cara berpikir yang berbeda sangat memperluas pandangan kami tentang kehidupan.”

“Tidak gampang, banyak kali merasa sangat frustrasi, tetapi saya kira yang terutama adalah bahwa itu sangat mendidik.”

Hasil karya mereka dapat dilihat di SIGNIS Veejay’s Blog.

Para jurnalis muda itu juga memberi produksi video satu menit yang mereka buat di negara mereka masing-masing menyangkut tema kongres itu.

Vi Cao, seorang pemudi dari Vietnam, bercerita bahwa bekerja dengan tim yang anggotanya sangat beraneka ragam itu membantunya dalam “membuat keputusan yang jelas dan tajam karena jika setiap orang ingin menyuting apa yang mereka sukai, maka proses editingnya sangat sulit.”

Melissa Grace dari Malaysia mengatakan, dia lebih banyak memperoleh pengalaman dalam mendekati dan mewawancarai orang-orang.

Pakawat Kraisomsuk, seorang pemuda asal Thailand, memiliki sedikit pengalaman yang berbeda. Sebagai seorang jurnalis video yang telah berpengalaman, dia tidak punya masalah dengan penyutingan, editing, atau bagian apapun dalam proses produksi.

Tantangan utama yang ditemuinya, katanya, adalah mengatasi hambatan bahasa dalam komunikasi dengan para anggota timnya dari berbagai negara.

Dalam kongres itu, dia dan dua jurnalis video lainnya asal Thailand, memperoleh SIGNIS Asia Media Award untuk video satu menit yang mereka hasilkan terkait dengan tema kongres.

Kesepuluh anggota tim jurnalis video itu akan terus berbagi pengalaman dalam blog mereka. Mereka juga berencana untuk mengunjungi satu sama lain dan terus memproduksi video-video singkat tentang hak anak di negara asal mereka masing-masing.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  2. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  3. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  4. Ketegangan menyusul kekerasan
  5. Ziarah Santa Maria Fatima
  6. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  7. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  8. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  9. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  10. Doa akbar sedunia digelar di Jakarta
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00