UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

INDIA – Kaum Religius Belajar Tangani Konflik dan Kekerasan

28/10/2009

NEW DELHI (UCAN) – Kaum Religius India menyelenggarakan serangkaian program pelatihan untuk turut meningkatkan kualitas kepemimpinan umat mereka dan untuk menangani berbagai konflik dan kekerasan.

“Waktunya telah tiba bagi para pemimpin kita untuk diperlengkapi dengan lebih baik guna menangani berbagai konflik karena kita baru saja mengalami kekerasan sektarian di negeri ini,” kata Bruder Mani Mekkunnel, seorang anggota Tarekat Para Bruder Monfortan, sekretaris nasional Konferensi Religius India (CRI, Conference of Religious India).

Konferensi itu merupakan asosiasi nasional dari 822 superior dari 334 kongregasi religius di India.

Sekitar 450 religius pernah menghadiri program pelatihan CRI selama tiga tahun terakhir. Setiap program dengan judul “Call to leadership” berlangsung selama lima hari.

Program pelatihan terakhir yang diikuti oleh 22 peserta itu diselenggarakan di New Delhi 20-25 Oktober. Program itu dimaksud agar kaum religius dapat memimpin desa dan komunitas untuk memulai berbagai dialog lintas agama melalui berbagai program yang melibatkan semua agama.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah para pemimpin aksi, bukan pengamat bisu,” kata Bruder Mekkunnel kepada UCA News. Kaum religius, lanjutnya, hendaknya menjadi pemimpin dalam menemukan penyelesaian terhadap berbagai persoalan seperti kekerasan dan sektarianisme.

Bruder Mekkunnel mengatakan, fanatisme agama yang tengah meningkat sekarang ini tidak membutuhkan “kepala sekolah, dokter, dan perawat yang baik” dari kaum religius, tetapi “para pemimpin yang baik.”

Gereja memiliki “banyak orang terdidik dan berkualitas,” katanya, namun banyak kali ketika dibutuhkan, “kita sangat menyesal karena tidak ada yang mau.”

Dia mencontohkan kekerasan anti-Kristen tahun lalu di Orissa, tempat sekitar 90 orang Kristen dibunuh dan 50.000 lainnya kehilangan tempat tinggal. “Tak seorang pun yang menuntun atau membela kita,” katanya.

Bruder R. Amaldas dari Kongregasi Hati Kudus Yesus, yang mengikuti program pelatihan terakhir, mengatakan kepada UCA News, pelatihan itu memberinya “suatu pemahaman akan spiritualitas religius modern.”

Pelatihan itu meyakinkan dia, katanya, bahwa “pertumbuhan spiritual” juga berarti tidak meninggalkan manusia dalam penderitaan. “Kita harus bersama mereka dalam kebahagiaan dan kesedihan mereka. Kita juga bahkan harus mengikuti cara mereka berdoa,” lanjutnya.

Program pelatihan itu memberi kesempatan untuk membicarakan skenario sekarang ini, apakah pertukaran atau peminjaman pandangan, kata Bruder Amaldas.

Suster Lilly Kuriakose, peserta lain, mengatakan bahwa sangat sering di banyak rumah pembinaan “kita mengikuti saja formula yang sudah jadi.” Ketimbang memberi para anggota baru “kebebasan untuk mengekspresikan diri mereka, kita menjejali mereka dengan apa yang kita miliki.”

Suster dari Tarekat Santo Carolus Boromeus itu mengatakan, program itu menekankan perlunya memberi kesempatan kepada orang untuk menemukan sendiri.

Yang paling disukai Suster Kuriakose adalah kelas-kelas tentang masalah hukum, yang memberi lebih banyak masukan menganai hak asasi manusia  kepadanya. “Paling tidak, kini saya tahu di mana dan siapa yang harus dihubungi jika menghadapi kasus pelanggaran hak asasi manusia,” lanjutnya.

Bruder Mekkunnel mengatakan, program itu meningkatkan keyakinan para peserta dan membuat mereka bersemangat untuk menyelesaikan berbagai masalah yang mereka hadapi di lapangan pekerjaan mereka.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  2. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  3. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  4. Ketegangan menyusul kekerasan
  5. Ziarah Santa Maria Fatima
  6. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  7. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  8. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  9. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  10. Doa akbar sedunia digelar di Jakarta
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00