HONG KONG (UCAN) – Film dokumenter dari seorang jurnalis Katolik tentang keterlibatan Joseph Kardinal Zen Ze-kiun dalam isu-isu sosial memenangkan penghargaan dalam sebuah festival film religius internasional.
Doris Law Suk-yi, jurnalis yang bekerja untuk Hong Kong Cable Television (HKCTV), mengalahkan lima pesaing dalam kategori “Religion and Society” (Agama dan Masyarakat) di 2009 Religion Today Film Festival yang diselenggarakan di sejumlah kota di Italia. Seorang jurnalis asal Trento, Italia bagian utara, yang menjadi juri mengatakan, film dokumenter Law, “Zen’s Way,” merupakan interpretasi terbaik dari hubungan yang kompleks antara agama dan masyarakat. Itulah satu-satunya film Asia Timur yang mendapat penghargaan dalam festival 14-24 Oktober itu.
Film dokumenter berdurasi 46 menit itu mengikuti Kardinal Zen dari tahun 2007 hingga awal 2009 ketika kardinal itu menggunakan berbagai kegiatan dan kehidupannya untuk memperjuangkan hak-hak kelompok minoritas sosial. Kardinal Zen pensiun pada bulan April.
Film dokumenter itu juga memasukkan pemandangan-pemandangan Shanghai, tempat kelahiran pemimpin Gereja yang lantang itu dan bekas seminari Salesian yang dimasukinya.
Law mengatakan, film itu menunjukkan perhatian prelatus itu terhadap masyarakat.
Sebelum pensiun, Kardinal Zen dikenal karena lantang menyuarakan isu-isu sosial, berani mengeritik pelanggaran hak asasi manusia di Cina, dan khususnya situasi Gereja di Cina. Prelatus itu juga memperjuangkan hak anak-anak kelahiran Cina daratan yang orangtuanya menjadi penduduk Hong Kong. Kardinal juga menuntut agar demokrasi di Hong Kong lebih ditingkatkan.
Berbagai usahanya dalam memperjuangkan kebebasan beragama bagi umat Katolik di Cina daratan merupakan “tindakan yang paling patut dihargai, namun sebagai seorang nabi hal itu bahkan menjadi Jalan Salib (Way of Cross) yang harus dia jalani,” kata Law.
Law mengatakan, dia sangat tergerak dengan berbagai aksi dari kardinal itu. Dia dan suaminya menjadi Katolik pada Paskah 2005.
Penghargaan itu, kata Law, bukan untuk dirinya, tetapi “untuk saudara dan saudari yang tertindas, mereka yang tersingkir, dan mereka yang memperjuangkan haknya di Cina daratan.”
Dominic Yung Yeuk-yu, direktur Pusat Audio-Visual Keuskupan Hong Kong, yakin bahwa film itu mendapat penghargaan karena kepopuleran Kardinal Zen, dengan mencatat bahwa banyak orang mengenalnya bukan karena karena latar belakang keagamaannya, tetapi karena dukungannya yang vokal bagi mereka yang tersingkir.
Festival Film “Religion Today,” yang dimulai tahun 1997 itu, merupakan festival pertama yang menyoroti film-film religius. Tema tahun ini adalah “Born from Above. New Life in Faith” (Dilahirkan dari Atas. Hidup Baru dalam Iman).