MANILA (UCAN) – Kepala kelompok usaha penyelamatan Pastor Michael Sinnott yang disandera mengusulkan agar kelompok pemberontak Islam Front Pembebasan Islam Moro (MILF, Moro Islamic Liberation Front) membentuk kelompok satuan tugas untuk turut membebaskan imam itu.
Gubernur Zamboanga del Sur Aurora Cerilles, ketua Komite Manajemen Krisis (CMC, Crisis Management Committee), diminta MILF tidak mengerahkan sebuah kelompok milisi untuk membebaskan imam itu. Karena khawatir bahwa hal itu justru akan menimbulkan pertikaian dengan tentara pemerintah.
Namun, CMC menentang dengan memberi sebuah proposal agar sebuah kelompok yang lebih kecil dari MILF dibentuk untuk mengumpulkan informasi dengan mengadakan negosiasi-negosiasi, kata seorang sumber dari komite itu.
Sebelumnya, militer Filipina juga telah memohon agar MILF tidak mengerahkan sebuah kelompok besar bersenjata.
“Seratus lebih tentara (MILF) mungkin akan menjadi masalah dan mereka akan melintas wilayah yang dikuasa militer dan polisi. Selain itu, ini bisa menarik perhatian lebih lanjut,” kata seorang sumber CMC yang tidak mau disebut namanya kepada UCA News.
CMC mengusulkan agar satuan tugas MILF itu tidak lebih dari 20 orang, termasuk para petugas keamanan, katanya.
Satuan tugas itu akan menjalani empat tugas: “untuk mengesahkan dan menyediakan informasi tentang lokasi Pastor Sinnott; bantuan memudahkan negosiasi untuk pelepasan imam itu; memudahkan pengiriman obat bagi imam yang sakit-sakitan itu, dan mengidentifikasi para pelaku penculikan,” kata sumber itu, dengan mengutip komunikasi Cerilles dengan MILF.
Jurubicara CMC Allan Juni memberi konfirmasi bahwa SMC menyambut baik pembentukan satuan tugas MILF, tetapi enggan untuk mengomentari jumlah anggota satuan tugas itu.
CMC telah mengirim pesan ke MILF pada 28 Oktober melalui Komandan Militer Filipina (AFT, Armed Forces of the Philippines) Mindanao Bagian Barat Major Jenderal Ben Dolorfino.
Pastor Sinnott diculik oleh orang-orang bersenjata dari kediaman Para Imam Columban di Pagadian City, Filipina bagian selatan, pada 11 Oktober.
Militer mengatakan, para penculik itu adalah sekelompok “bajak laut” yang dipimpin oleh satu Guingona Samal dan mereka telah menyerahkan imam itu ke sebuah kelompok “penjahat” MILF. CMC menolak mengkonfirmasikan hal ini.
MILF dengan 15.000 tentaranya yang dibentuk pertengahan 1970-an untuk mengusahakan terbentuknya pemerintahan Islam di wilayah-wilayah yang diklaimnya itu tengah mengadakan negosiasi damai dengan pemerintah.
Wakil ketua MILF untuk urusan politik Ghadzali Jaafar dan jurubicara MILF Eid Kabalu mengatakan, mereka masih menunggu tanggapan Cerilles atas kesediaan mereka untuk turut berusaha membebaskan Pastor Sinnott.