UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

VATIKAN – Isu Selibat Merintangi Publikasi Dokumen Anglikan

30/10/2009

KOTA VATIKAN (UCAN) – Masalah selibat imamat merupakan isu yang menyebabkan publikasi sebuah dokumen Vatikan tertunda. Dokumen itu memungkinkan kelompok-kelompok Anglikan masuk dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik Roma.

Kongregasi Ajaran Iman (CDF, Congregation of the Doctrine of Faith) bermaksud mempublikasi konstitusi apostolik itu – sebuah dokumen untuk menetapkan atau mengesahkan undang-undang – demikian siaran pers Vatikan 20 Oktober.

Namun, William Kardinal Levada, prefek kongregasi itu, mengatakan waktu itu bahwa sejumlah isu masih perlu dijelaskan sebelum dipublikasi. Menurut pertimbangannya, dokumen itu akan dipublikasi beberapa pekan mendatang.

Uskup Agung Augustine Di Noia, mantan wakil sekretaris CDF dan kini menjadi sekretaris Kongregasi Ibadat Ilahi, mengatakan kepada UCA News setelah siaran pers itu bahwa “sejumlah persoalan kanonik masih perlu diselesaikan” sebelum dokumen itu dipublikasi.

Kini menjadi jelas bahwa salah satu masalah itu adalah selibat. Dalam situasi yang baru dengan dibentuknya “personal ordinates” yang sama seperti keuskupan, imam-imam Anglikan yang menikah dapat menjadi imam Katolik yang menikah.

Ada lebih dari 100 mantan imam Anglikan yang menikah di Gereja Katolik di Wales dan Inggris yang berfungsi sebagai imam Katolik.

Tetapi pertanyaan muncul, apa yang akan terjadi setelah “fase transisi,” setelah umat Anglikan disatukan ke dalam Gereja Katolik. Dapatkah para seminaris atau para pemuda dalam struktur kanonik yang baru menjadi imam-imam Katolik tanpa harus selibat? Dengan kata lain, dapatkah mereka menjadi imam yang menikah dalam Gereja Katolik?

Dalam siaran pers 20 Oktober, Kardinal Levada tampaknya tetap membiarkan kemungkinan ini terbuka. Dia bahkan mengusulkan agar masalah itu diselesaikan berdasarkan “kasus demi kasus.”

Sejak itu, beberapa uskup – mencakup beberapa yang berbicara dengan UCA News – mengungkapkan keprihatinan menyangkut hal ini. Mereka percaya, ini juga akan secepatnya membuka pintu bagi Gereja ritus Latin untuk memiliki imam yang menikah.

Kini tampak bahwa Paus Benediktus XVI juga tidak senang dengan kemungkinan ini, demikian berita 29 Oktober dalam harian berbahasa Italia, “Il Giornale.”

Berita “Married priests: The Pope does not like the agreement with the Anglicans” (Imam Menikah: Paus Tidak Menyukai Kesepakatan dengan Anglikan itu) yang menjadi headline di harian itu menyatakan, teks konstitusi apostolik itu akan diperiksa oleh Dewan Kepausan untuk Interpretasi Teks Legislatif. Hasilnya, tampaknya para seminaris dari “personal ordinariates” akan diharuskan menerima selibat, seperti seminaris ritus Latin jika mereka ingin menjadi imam Katolik Roma.

UCA News mendapat informasi bahwa pembahasan-pembahasan untuk ketetapan baru dari paus bagi umat Anglikan untuk bersatu dengan Gereja Katolik telah berlangsung sedikitnya 18 bulan sebelum siaran pers itu diadakan.

Namun, CDF tidak berkonsultasi dengan satu konferensi waligereja yang terkait, walaupun anggota tiga konferensi yang berbeda — Inggris dan Wales, serta Australia dan Amerika Serikat –  dimintai pendapat, “namun hanya dalam kapasitas personal.”

Menjelang siaran pers 20 Oktober, Kardinal Levada terbang ke Inggris untuk berbicara dengan para uskup Katolik Inggris dan Wales tentang isi konstitusi apostolik itu. Dia juga berbicara dengan pemimpin utama Anglikan, Uskup Agung Williams dari Canterbury.

Kini menjadi nyata bahwa banyak orang di Vatikan dan — menurut “Il Giornale” — juga Paus Benediktus, lebih senang bahwa berita itu tidak dipublikasi sampai konstitusi apostolik itu diselesaikan.

Dokumen itu akan diterbitkan bersama dengan sebuah dokumen lain yang membeberkan aturan praktis implementasi konstitusi itu.

Sementara itu, teolog pembangkang asal Swiss, Pastor Hans Kung, menyerang paus atas keputusannya berkenaan dengan umat Anglikan.

Dalam suatu artikel yang diterbitkan di harian Inggris “The Guardian” dan di harian Italia “La Repubblica,” Kung menuduh bahwa “tindakan Roma jelas merupakan suatu perubahan dramatis.”

Dia mengatakan, Roma menyimpang dari “strategi ekumene yang terbukti baik berupa dialog langsung dan pemahaman yang jujur” dan mengarahkan Gereja ke “suatu bujukan yang tidak ekumenis terhadap para imam Anglikan, bahkan melonggarkan aturan selibat abad pertengahan untuk menarik mereka kembali ke Gereja Katolik Roma.”

Vatikan menjawab dengan halaman depan bagian editorial dalam hariannya “L’Osservatore Romano,” yang menyesali “kebohongan-kebohongan” dalam artikel tulisan Hans Kung dan menuduhnya memutarbalikkan dan salah menafsirkan tindakan paus yang ingin “mengatur kembali persatuan yang diinginkan Kristus” sambil “mengakui perjalanan ekumene yang lama dan membosankan.”

Editorial Vatikan itu mengutuk artikel itu sebagai “suatu serangan membabi-buta terhadap Gereja Roma dan komitmen ekumene Gereja Roma yang tak terragu.”

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Penutupan 17 gereja di Aceh dilaporkan ke Komnas HAM
  2. 1,6 juta anak Indonesia kekurangan gizi
  3. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  4. Ketegangan menyusul kekerasan
  5. Ziarah Santa Maria Fatima
  6. Peziarah Lourdes asal Indonesia alami kecelakaan, seorang meninggal
  7. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  8. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  9. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  10. Doa akbar sedunia digelar di Jakarta
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ketegangan menyusul kekerasan
  3. Ribuan umat Kristiani berdoa bagi perdamaian
  4. Presiden: Ciptakan kehidupan berbangsa tanpa kekerasan
  5. Relawan muda bangun rumah untuk korban banjir
  6. Korban Sukhoi didoakan umat Katolik pada Hari Kenaikan
  7. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  8. Ketua MPR bertemu pimpinan KWI dan PGI
  9. Ziarah Santa Maria Fatima
  10. Pemrotes anti-nuklir akhiri mogok makan
  1. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00
  2. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang melakukan kekerasan.  ...
    Said Andreas Darmadi on 2012-05-18 15:00:00
  3. Dasar islam:( ga mampu bangun mesjid. Akhirnya merampok dgn terang2an, dgn memin...
    Said rampok atas nama agama (islam) on 2012-05-18 09:25:00
  4. Kementrian Agama takut di demo. titik...
    Said Yantosaputrayo on 2012-05-18 05:40:00
  5. Beribadah merupakan hak paling asasi karena itulah cara manusia berkomunikasi da...
    Said Johnynatu on 2012-05-18 05:33:00
  6. Ah, Percuma itu komnas HAM. Hanya macan ompong....
    Said Omar Sarif on 2012-05-17 21:28:00
  7. medan aceh deket bungg.... hati2 ...
    Said Gos_ban on 2012-05-17 19:36:00
  8. Biarkanlah semua yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus yang mempunyai kuasa a...
    Said Agus Howay on 2012-05-17 18:20:00
  9. Konflik Maluku tahun 2002-2004 dibuat oleh alat keamanan. Orang Maluku yang ahli...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:27:00
  10. Sulit berkomentar jika ada kelompok2 yang mau benarnya sendiri, mau menangnya se...
    Said M Kusumahadi on 2012-05-17 09:21:00