UCAN Document
IMUS, Philippines (UCAN) – Perhelatan akbar Hari Kaum Muda se-Asia atau Asian Youth Day yang berlangsung selama sepekan diakhiri dengan penegasan komitmen orang muda Asia untuk membangun masyarakat yang damai, saling memahami, dan saling mencintai.
Pesta orang muda se-Asia kelima ini, yang dilaksanakan di Cavite, Filipina dari tanggal 20-27 November menekankan pentingnya Ekaristi sebagai panduan hidup.
Berikut adalah naskah akhir yang dibaca bersama pada misa penutupan acara:
Pesan dari “YAsians” Ke-5 Untuk Orang Muda Asia
Kemudian Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ; demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. (Yoh 6:11)
Kami Kaum Muda Asia (YAsians!) yang datang dari berbagai negara di Asia untuk mengikuti Hari Kaum Muda se-Asia kelima. Kami berkumpul untuk merayakan Pesta Orang Muda Asia di Keuskupan Imus (Cavite, Filipina) dari tanggal 20-27 November 2009, sebagai satu kesatuan.
Kami sudah banyak makan, banyak berdoa, dan banyak bermain. Kami berbagi cerita, tertawa, menangis, dan menjalin pertemanan. Kami berjalan, mendengar, dan berbicara. Kami berpesta dan merayakan iman kami; semua dalam semangat kebersamaan, dijiwai Sabda Tuhan dan Ekaristi.
“Yasia Fiesta” ini menumbuhkan semangat kami sebagai orang muda. Kami menemukan kembali kreativitas dan kekayaan talenta kami. Meskipun ada rintangan terutama masalah bahasa, kami bisa saling bertegur sapa dan menghargai perbedaan kami masing-masing. Kami tahu kami masih muda, penuh energi, namun kami menyadari masih banyak hal dalam hidup yang harus kami pelajari.
Kami juga menyadari bahwa banyak kesempatan di depan dan sekeliling kami. Generasi kami adalah generasi yang diperkaya oleh kemajuan teknologi yang membuat hidup lebih efisien dan nyaman.
Kami menyadari Gereja di Asia terbuka untuk belajar dan bekerja sama. Kami juga menyadari hidup kami juga diperkaya oleh warisan hidup Kristen yang dimulai dari Abraham, kemudian Yosef, Maria, dan Juru Selamat kami Yesus Kristus, hingga saat ini. Kami menyadari kami sebagai orang muda Asia benar-benar istimewa dan terberkati.
Namun dengan rendah hati kami juga mengakui segala kesulitan yang menimpa kami. Kami menyadari adanya perbedaan pemahaman tentang nilai, kehadiran, peran maupun potensi kami sebagai orang muda, baik oleh Gereja maupun oleh kami sendiri. Banyak di antara kami yang sulit mengidentifikasi diri dengan praktek-praktek maupun ajaran Kristiani, meskipun kami sudah dibaptis sejak kecil. Lebih buruk lagi, sebagian dari kami hidup dalam lingkungan di mana kebebasan beragama dikekang, bahkan tidak ada kebebasan beragama sama sekali.
Kami juga dibebani kesenjangan harta yang sangat besar di negeri kami, sehingga menimbulkan kesenjangan ekonomi dan kurangnya kesempatan mengenyam pendidikan. Kami juga mendapat pengaruh negatif dari media masa yang dengan berbagai cara telah menyebabkan kami kehilangan identitas diri, dengan penekanan mereka pada konsumerisme dan sekularisme.
Kami orang muda Asia! Dengan dijiwai Sabda Tuhan dan Ekaristi [dengan ini menyatakan] berani untuk menghadapi dan mengatasi semua tantangan ini.
Kami berjanji untuk terus membaharui, menguatkan dan mempraktekan iman Kristiani dalam perkataan dan perbuatan, dalam doa dan pelayanan, meskipun akan dicemoohkan orang lain. Kami berjanji untuk lebih mencintai Sabda Tuhan dan Ekaristi sehingga iman akan Kristus tetap membara dalam diri kami.
Kami juga berjanji untuk memaksimalkan pengembangan potensi diri kami sehingga kami bisa lebih percaya diri.
Bersama dengan Gereja, yang berawal dari keluarga, paroki, dan komunitas Kristen, kami bertekad akan membangun perdamaian, rasa saling percaya, dan cinta kasih. Kami mengakui kekurangan kami dan meminta semua yang lebih tua dari kami untuk terus mendukung kami. Kami juga memohon kepada Gereja agar kami bisa menghayati iman kami.
Kami berjanji untuk mewartakan kebaikan Tuhan dengan mengukuhkan kekuatan yang ada dalam diri kami sebagai orang muda, yakni kekuatan untuk bermimpi, untuk memberi pengaruh yang baik, kekuatan untuk tampil beda, dan kekuatan untuk mengubah dunia. Ini sungguh-sungguh saat paling berrahmat bagi kami.
Kemudian Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ; demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.(Yoh 6:11)
Kami adalah ikan. Kami adalah roti, yang diambil, diberkati dan dibagi-bagi. Kami adalah Orang Muda Asia. Kami berharap anda pun bangga menjadi seorang muda Asia. ***