SHIJIAZHUANG, Cina (UCAN – 23/12/2009 ) – Menurut sebuah survei terbesar yang pernah diadakan tentang Gereja Katolik di Cina daratan, pertumbuhan umat Katolik tidak seiring dengan pertumbuhan populasi secara keseluruhan.
Hasil studi, yang diadakan oleh Faith Institute for Cultural Studies (FICS), sebuah organisasi yang dikelola Gereja berbasis di Shijiazhuang, Propinsi Hebei, diterbitkan pada 18 Desember. Menurut survei itu, saat ini ada sekitar 5,71 juta umat Katolik di Cina daratan, yang dilayani oleh 3.397 uskup, imam dan diakon.
Dari jumlah itu, ada 3.268 imam melayani di lebih dari 100 keuskupan.
Statistik itu tidak menyebutkan perbedaan antara komunitas Gereja yang diakui pemerintah dan komunitas Gereja “bawah tanah.” Laporan itu menyatakan bahwa data terkait ‘gereja bawah tanah’ tidak akurat karena kesulitan dalam memperoleh informasi.
FICS melalukan survei tersebut selama tiga bulan untuk mengumpulkan informasi melalui email, panggilan telepon, fax dan wawancara pribadi.
Laporan itu mengatakan kini ada 628 seminaris yang belajar di 10 seminari tinggi ditambah 630 lainnya di 30 seminari menengah. Jumlah biarawati mencapai 5.451 orang dari 106 kongregasi, dan hanya 350 religius pria.
Seorang pengamat Gereja, yang menggunakan nama pena “Dade,” mengatakan survei itu menunjukan betapa kecil jumlah umat Katolik dibandingkan dengan penduduk Cina 1,3 miliar. Ia mengatakan Gereja perlu melakukan evangelisasi lebih banyak untuk perkembangan secara menyeluruh.
Dade, yang pandangannya dipublikasikan di website Hebei Faith Press, mencatat bahwa ada lebih dari 3 juta umat Katolik dari 500 juta penduduk tahun 1949, ketika komunis berkuasa.
Itu berarti dalam rentangan waktu 60 tahun, jumlah umat Katolik tidak bertambah secara signifikan, katanya.
Dade menambahkan bahwa selama beberapa dekade komunitas-komunitas Gereja tidak menjadikan evangelisasi sebagai sebuah prioritas, malah terlibat dalam perselisihan, sehingga kehilangan kesempatan untuk bertumbuh.
Survei FICS juga mencatat lebih dari 400 organisasi yang dikelola Gereja, termasuk sekolah-sekolah, lembaga penelitian, rumah penerbitan, fasilitas medis dan panti asuhan dan panti jompo.
Namun, berdasarkan statistik yang disusun oleh Holy Spirit Study Centre (HSSC)keuskupan Hong Kong tahun 2008, terdapat perbedaan dengan figur yang disampaikan FICS. Menurut HSSC, jumlah umat Katolik di Cina daratan mencapai sekitar 12 juta tahun lalu, lebih dari jumlah yang diberikan oleh FICS.
Anthony Lam Sui-ki, peneliti senior HSSC, mengatakan lembaganya mulai mengumpulkan data dari keuskupan-keuskupan Cina daratan tahun 1988, dan selalu ada perbedaan yang tajam antara angka yang mereka peroleh dengan angka yang resmi dari Gereja daratan.
Lam mengatakan bahwa menurut penelitian HSSC, ada 80 uskup yang diakui Vatikan, dan sekitar setengah dari mereka tidak diakui oleh pemerintah Cina. Ada sekitar 10 uskup dalam komunitas Gereja yang diakui pemerintah yang tidak mendapat mandat dari paus, tambahnya.
CH08430.675b