PAKISTAN – Pria Awam Mengisi Kekosongan Sekolah Minggu

14/01/2010

LAHORE, Pakistan (UCAN) — Enam hari seminggu Arif Noor bangun sebelum fajar  guna  membangunkan anak-nak untuk kelas pelajaran agama.

“Bangun anak-anak, waktunya untuk pergi ke gereja!” teriak Noor ketika ia melewati jalan-jalan di Salamat Pura, sebuah desa kecil di pinggiran utara Lahore. Sekitar 10 tahun lalu, pria awam Katolik berusia 58 tahun itu menjadi kekuatan pendorong di balik pusat pendidikan Kristen di Gereja St. Paulus di Keuskupan Agung Lahore.  Sejak 2007, jumlah pusat pendidikan meningkat menjadi 10 buah

Pusat-pusat itu dibuka pada waktu fajar dan memungkinkan anak-anak berusia lima sampai 15 untuk mendapatkan pendidikan agama. Setelah kelas, anak-anak pergi ke sekolah, jika mereka menghadiri sekolah, atau pulang.

Pusat-pusat itu membantu mengisi kekosongan karena kekurangan guru Sekolah Minggu di 29 paroki di Keuskupan Agung Lahore.

“Di komunitas kami, tidak ada pelayanan sekolah Minggu khusus bagi anak-anak,” kata Javaid Joseph, katekis dari Paroki St. Paulus, kepada UCA News. “Program dari Noor ini benar-benar membantu misi kami.”

Noor, seorang tukang listrik, juga menjadi wakil ketua di pusat di Paroki St. Paulus.

Joseph mengatakan misi pelajaran agama merupakan ungkapan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diterima putrinya dari lembaga amal Kristen setelah putrinya terluka parah ketika bermain kembang api tahun 1986.

Pastor Nasir Gulfam, memuji karya Noor. “Saya menghabiskan 10 tahun di paroki ini dan melihat Noor juga menyediakan buku-buku agama untuk paroki lain. Sekolah-sekolah semacam itu diperlukan di desa dan di daerah kumuh. “

Pusat-pusat pelajaran agama itu juga memiliki kebiasaan untuk berdoa setiap hari seperti berdoa rosario dan membaca Kitab Suci.

Sebuah tim yang terdiri dari 50 guru relawan, lima di setiap pusat, memimpin kelas enam hari seminggu. Program ini berdiri sendiri dan dari para siswa hanya dipungut biaya beberapa rupee setiap minggu untuk menutup pengeluran-pengeluaran pokok. Tujuh pusat berada di gereja-gereja di Lahore, sementara tiga berada di Sheikhupura, sekitar 40 kilometer ke arah barat laut.

Para orangtua mengatakan pusat itu membantu anak-anak mereka memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang iman Katolik.

Empat anak dari Masih Rafique telah mengikuti kelas pelajaran agama itu selama lima tahun. “Pelajaran-pelajaran itu sangat diperlukan. Kini anak-anak saya bisa membaca Kitab Suci dan berdoa sendiri,” katanya.

PA08528.677b




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  2. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  3. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  4. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  5. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  6. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  7. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  8. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  9. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  10. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  1. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  2. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  3. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  4. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  5. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  6. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  7. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  8. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  9. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  10. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
UCAN India Books Online