NEW DELHI (UCAN) — Seorang pejabat Gereja menyambut baik rencana sebuah kelompok Hindu untuk membuka lebih banyak sekolah dan mempekerjakan orang-orang muda sebagai guru.
“Membangun sekolah merupakan langkah awal untuk melenyapkan buta huruf dari negara ini,” kata Pastor Kuriala Chittattukalam, sekretaris komisi pendidikan dan kebudayaan Konferensi Waligereja India.
Hal ini disampaikan imam Salesian itu menanggapi berita bahwa Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) berencana membuka 100.000 sekolah setiap bulan di berbagai daerah warga suku yang terpencil.
RSS, organisasi induk dari kelompok-kelompok radikal Hindu, juga berencana untuk merekrut orang-orang muda sebagai guru,demikian laporan “Mail Today” 27 Januari.
Pastor Chittattukalam mengatakan hendaknya lebih banyak kelompok mengikuti usaha pemerintah untuk memperkenalkan pendidikan universal di negeri ini. Departemen Pendidikan federal telah mewajibkan pendidikan bagi anak-anak hingga usia 14 tahun.
Pejabat Gereja itu mengatakan penerapan hak atas pendidikan merupakan suatu “tugas menantang” dan LSM-LSM, termasuk Gereja, hendaknya “bergerak cepat” untuk membantu pemerintah.
Dia juga mengatakan, Gereja sadar bahwa RSS telah mengelola ribuan sekolah di seluruh India. “Jadi, rencana baru itu bukan hal yang baru,” katanya kepada UCA News pada 27 Januari.
Namun, Pastor Chittattukalam ingin pemerintah memantau “apa yang terjadi dalam kegiatan yang mengatasnamakan pendidikan. Kualifikasi para guru harus diverifikasi.”
Menurut “Mail Today,” alasan utama gebrakan RSS itu adalah untuk menarik kaum muda ke dalam Partai Bharatiya Janata (BJP, Bharatiya Janata Party), lengan politik kelompok-kelompok pro-Hindu dan oposisi utama dalam parlemen India.
Ram Madhav, pejabat senior RSS, mengkonfirmasikan fokus kelompoknya pada kaum muda.
Organisasinya sudah mengelola sekolah-sekolah untuk sekitar 70.000 guru di wilayah-wilayah warga suku di India, katanya. Kini direncanakan untuk membuka lebih banyak sekolah, yang untuk itu dibutuhkan “guru-guru muda yang energik.”
“Mail Today” juga melaporkan, RSS berharap akan merekrut “anak-anak muda yang bersemangat politik” di berbagai negara bagian yang populasi suku cukup signifikan seperti Andhra Pradesh, Chattisgarh, Jharkhand, Madhya Pradesh, Maharashtra, dan Orissa.
Setelah pemerintah, Gereja mengelola jumlah terbesar institusi pendidikan di India. Gereja telah banyak melakukan investasi di daerah-daerah yang kini mulai menjadi fokus RSS.
IA08648.679b