KANNUR, India (UCAN) — Seorang perempuan Katolik yang pindah dari agama Hindu 10 tahun lalu melakukan evangelisasi melalui penjualan tiket undian.
Devi Kokkatta, 62, berbicara tentang Yesus kepada orang-orang yang ditemuinya ketika menjual tiket. “Stasi misi” perempuan itu adalah terminal bus Kannur dan daerah-daerah di sekitarnya, kata Suster Merlin Maria, yang mengamati “evangelisasi” yang dilakukan Kokkatta.
Kannur merupakan sebuah kota besar di bagian utara Negara Bagian Kerala.
Meskipun Kokkatta baru menjadi Katolik tahun 2000, “ia memberi kesaksian akan imannya secara mengagumkan,” kata suster itu.
Selama bertahun-tahun, perempuan awam ini telah membawa lebih dari 10.000 orang untuk mengikuti retret sepekan di Divine Retreat Centre, sebuah pusat pembaruan karismatik di Muringoor, yang jauhnya sekitar 250 kilometer.
Setiap minggu, setidaknya Devi mengilhami tujuh orang yang dia temukan berkeliaran di kota dan membawa mereka ke pusat retret itu. Kadang-kadang, ia menemani mereka dan menanggung biaya perjalanan dan makanan mereka. “Saya mendapat uang untuk membawa mereka ke pusat retret ini dengan menjual tiket lotre,” kata Kokkatta.
“Celakalah saya jika saya tidak memberitakan Injil,” kata perempuan buta huruf itu. “Banyak orang mengancam saya beberapa kali, tetapi pada akhirnya mereka mendukung saya juga,” tambahnya.
Dia mengatakan, dia dulu adalah “seorang Hindu yang taat,” tapi sebuah “mujizat” yang dialaminya mengubah hidupnya. Setelah didiagnosa menderita tumor perut, seorang tetangga memintanya untuk ikut retret. “Saya pergi ke Divine Retreat Centre bersama tetangga saya selama sepekan, dan di sanalah saya disembuhkan secara ajaib oleh Yesus,” katanya.
“Saya tidak membuat orang pindah agama,” katanya. “Saya memberitahu mereka bahwa ada Allah yang peduli. Ikutilah retret dan dalamilah dirimu sendiri. Itulah yang saya lakukan.”
Sebelumnya, mata pencahariannya adalah menjual permen dan rokok di kios kecilnya. Ketika ia sadar bahwa kios itu membatasi jumlah orang yang bisa ditemuinya, maka dia menutup kios itu. Sebagai gantinya, dia memilih untuk menjual tiket lotre di jalanan.
Omana, temannya yang beragama Hindu, mengatakan bahwa ”kehidupan Kokkatta selalu mengilhami” dan melalui dia,dirinya ” telah mengalami kasih Tuhan.”
Hermukka, seorang pemilik kedai teh beragama Islam, mendukung karya Kokkatta. “Dia sedang melakukan hal-hal indah di sini. Dia ini seperti seorang ibu bagi semua yang tidak diinginkan dan dibiarkan berkeliaran di kota ini,” kata Hermukka.
Kokkatta juga membantu orang sakit yang ia temukan di jalan, membawa mereka ke rumah sakit. Dia juga mendistribusikan bahan bacaan rohani Kristen kepada mereka yang datang ke halte bus.
Pastor George Painadath dari Katedral Tritunggal Kudus di kota itu mengatakan, Kokkatta “adalah saksi yang kuat akan iman Kristen.”
Joy Alappadan, yang bekerja di stasiun bus, mengatakan, Kokkatta telah “mengubah banyak orang, termasuk sejumlah penjahat.”
IB08659.679b