YANGON (UCAN) — Rektor seminari tinggi di Yangon berharap peristiwa Hari Panggilan yang diselenggarakan oleh seminari tinggi itu akan membuat lebih banyak kaum muda tertarik pada panggilan religius.
Peristiwa tahunan yang akan diadakan 30 Januari itu bertujuan untuk memberi kepada kaum muda pemahaman yang lebih baik akan Gereja dan kehidupan para imam dan kaum religius, kata Pastor Hyginus Myint Soe, rektor Seminari Tinggi St. Joseph.
Kami berharap orang-orang muda akan terinspirasi oleh apa yang mereka lihat dan dengar dan mencari suatu panggilan di dalam Gereja, katanya.
Kita juga akan berdoa untuk panggilan dan semoga anak-anak memiliki hubungan yang baik satu dengan yang lain melalui acara anak-anak dari berbagai paroki di Yangon, katanya.
Hari Panggilan pertama kali diadakan pada tahun 1980-an.
Pastor Myint Soe mengatakan hari panggilan itu akan dibuka dengan Ekaristi Kudus oleh para imam kemudian disusul dengan presentasi dari seorang imam dari seminari itu. Sebuah pameran yang menyoroti kegiatan para seminaris serta kegiatan beberapa kongregasi religius juga akan digelar.
Hari Panggilan telah menarik lebih dari 1.000 pengunjung dalam beberapa tahun terakhir, kata imam itu.
Seminari Tinggi St. Joseph didirikan tahun 1957 dan menyiapkan imam bagi Gereja Katolik di Myanmar. Sebelum dibuka, seminaris dikirim ke Penang, Malaysia, untuk pendidikan.
Ini merupakan lembaga pendidikan calon imam ketiga yang pernah dibangun di Myanmar.
Menurut statistik terbaru Gereja, di 15 keuskupan di Myanmar terdapat 22 uskup, 757 imam, 1.800 religius, dan 1.043 seminaris.