
KAOHSIUNG, Taiwan (UCAN) – Umat Katolik dari dua keuskupan di selatan Taiwan baru-baru ini merayakan Tahun Baru Imlek dengan 800 veteran.
Paul Kardinal Shan Kuo-hsi, uskup emeritus Kaohsiung, memimpin Misa khusus di panti jompo Gangshan Veterans Home pada 21 Februari. Sejumlah klerus dan umat awam dari Keuskupan Kaohsiung dan Keuskupan Tainan yang bertetangga menghadiri Misa tahun baru yang jatuh pada 14 Februari.
Panti jompo yang telah berusia 50 tahun itu mengakomodasi para pensiunan prajurit (Partai Nasionalis) Kuomintang yang hengkang ke Taiwan ketika komunis mengambil-alih Cina daratan tahun 1949.
Banyak pensiunan tentara tetap bujangan dan tidak punya sanak saudara di pulau itu. Namun, karena usia lanjut dan kesehatan buruk tidaklah mungkin bagi mereka untuk kembali ke kota-kota asalnya.
Perawatan para mantan prajurit ini ditangani pemerintah. Mereka disebut “warga negara kehormatan” di Taiwan. Di antara 800 penghuni panti itu, yang tertua kini berusia 103 tahun.
Dalam homilinya, Kardinal Shan berempati dengan perasaan mereka yang rindu kampung halaman karena kardinal itu sendiri juga tidak pernah kembali ke kota asalnya di Puyang, Provinsi Henan (sekarang Hebei), untuk mengikuti berbagai perayaan Tahun Baru Imlek sejak ia meninggalkan Cina daratan 64 tahun yang lalu.
Prelatus Yesuit yang didiagnosis menderita kanker paru-paru tiga tahun lalu itu mengatakan, dia melihat penyakitnya dan kerinduan akan kampung halamannya sebagai suatu pengorbanan spiritual.
Penderitaan itu bagaikan “tangga bagi manusia untuk naik agar semakin mendekati Allah,” katanya.
Dalam Komuni, Uskup Agung Thomas Yeh Sheng-nan, nuntius asal Taiwan untuk Aljazair, dan teman sekelas di seminari yaitu Uskup Tainan Mgr Bosco Lin Chi-nan, memberkati para veteran berbadan sehat yang belum dibaptis.
Seusai Misa, Uskup Agung Kaohsiung Mgr Peter Liu Cheng-chung dan para imam mendoakan dan memberkati penghuni lain panti itu yang hanya berbaring di tempat tidur.
Umat Katolik dari Paroki Holy Name di Kaohsiung memainkan musik-instrumen bagi penghuni panti, ketika mereka sedang menikmati makanan kecil dan buah-buahan yang disediakan bagi mereka.
Gangshan Veteran Home itu berada di Paroki Gangshan. Imam-imam Kongregasi Misi mengunjungi panti itu secara teratur.
Han Hung-ming, seorang anggota panitia acara itu, mengatakan kepada UCA News, para imam sering datang bersama umat untuk mengunjungi orang jompo dan memberi pelayanan sakramen-sakramen. Mereka telah membangun hubungan baik dengan penghuni panti itu selama bertahun-tahun, katanya.
Han berharap bahwa perayaan itu bisa menunjukkan kepada generasi muda bagaimana mencintai orang tua dan membantu mereka mengalami kasih Allah.
Menurut Komisi Urusan Veteran dari pemerintah, ada 471.306 veteran, sebagian besar laki-laki. Sekitar 12.600 dari mereka tinggal dalam 12 panti jompo.