
HO CHI MINH CITY, Vietnam (CNI) – Sesi doa pada akhir pekan di sebuah klinik Katolik turut membantu para karyawan kesehatan mengatasi stres karena bekerja sepanjang hari dan meladeni kebutuhan pasien, demikian UCA News.
Sebelum sesi dimulai, teknisi sinar-X Dominic Trieu Tuyen Quang dan rekan-rekannya merasa lelah yang menyebabkan pertengkaran dan kesalahpahaman di antara mereka.
“Sekarang kami dapat menyatakan keprihatinan kami dan mengoreksi segala kesalahpahaman kami dalam sesi doa setiap Sabtu,” kata Tuyen. “Saya tidak lagi cepat marah pada pasien dan berusaha mengikuti teladan Yesus untuk melayani mereka dengan baik.”
Tuyen adalah salah satu di antara 20 dokter, perawat dan karyawan lainnya dari berbagai agama, yang mengikuti sesi doa Sabtu pagi di Klinik Moi Xom di Ho Chi Minh City itu.
Dalam satu jam doa itu, para peserta men-sharing-kan bacaan, menyanyikan puji-pijian, berdoa, dan makan siang bersama. Tuyen bermain gitar mengiringi puji-pujian.
Dokter Therese Nhu Huong, kepala klinik, mengatakan, sesi doa itu dimulai September lalu. Tujuannya adalah untuk “membantu staf memperdalam iman mereka dan hidup rukun satu sama lain sehingga mereka dapat melayani pasien lebih baik.” Beberapa karyawan kesehatan di berbagai rumah sakit lokal memang kurang menghormati pasien dan hanya bekerja demi uang bukan cinta, katanya.
“Pekerja kesehatan Katolik harus mempraktekkan nilai-nilai Injil, sehingga mereka dapat membawa kasih Allah kepada para pasien,” kata Huong.
Ibu tiga anak itu mengatakan, makan siang gratis setelah doa merupakan kesempatan untuk anggota staf berbaur dan memperkuat hubungan tanpa mempedulikan latar belakang mereka.
Doa, kata Maria Nguyen Thi Xuyen, konselor HIV / AIDS, membantu para anggota staf yang saling bermusuhan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan tentang hidup dan bagaimana memperbaiki hubungan.
Nguyen Thi Hien, 22, seorang non-Katolik yang bekerja sebagai fisioterapis, mengatakan dia secara teratur menghadiri doa dan senang membaca Injil. “Nilai-nilai Katolik telah mengajarkan saya bahwa rumah sakit harus menjadi tempat kasih,” katanya.
Diep Trinh Thi Tuyet, yang menderita sakit tulang yang mengerikan, mengatakan, para karyawan kesehatan di klinik itu benar-benar memiliki kepedulian. Mereka mendengarkan saya dan memberi saya nasihat yang baik menyangkut makanan dan obat-obatan, katanya. Perempuan berusia 54 tahun itu mengatakan, para dokter di sebuah rumah sakit negeri setempat sering memarahinya karena dia menangis kesakitan lantaran penyakit yang dideritanya.
Didirikan tahun 2006, Klinik Moi Xom yang dikelola oleh beberapa dokter Katolik itu memiliki 40 karyawan kesehatan yang merawat sekitar 70 pasien per hari.