UCAN Indonesia Catholic Church News

Peran Gereja dalam kemajemukan Indonesia

03/03/2010

Peran Gereja dalam kemajemukan Indonesia thumbnail

Berikut ini adalah sambutan Sekjen KWI Mgr Johannes Pujasumatra pada Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di Cisarua, Bogor, Senin, 1 Maret 2010.

Pokok pikiran yang diutarakan adalah “meneguhkan peran Gereja di tengah masyarakat majemuk Indonesia.”

Gereja diajak agar “Bersama-sama seluruh komponen bangsa, wewujudkan masyarakat majemuk Indonesia yang berkeadaban, inklusif, adil, damai dan demokratis.’

Sambutan selengkapnya:

 

Yang terhormat Menteri Agama RI, Bp. Surya Dharma Ali,

Yang terhormat Ketua Umum PGI, dan peserta Sidang Majelis Pekerja Lengkap PGI,

PERAN GEREJA DI TENGAH MASYARAKAT MAJEMUK INDONESIA

Deskripsi tentang Gereja di Indonesia

Untuk menegaskan peran gereja-gereja di Indonesia perlu dideskripsikan tentang realitas Indonesia. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa ada tiga faktor pokok yang berwarnai realitas Indonesia. 1. Kemajemukan beragama, 2. Kemajemukan budaya, dan 3.Kemiskinan.

1. Kemajemukan beragama:

Kemajemukan beragama terjadi karena di Indonesia ada berbagai macam agama. “Being religious in Indonesia is being interreligious.” Beragama di Indonesia berarti beragama bersama dengan umat beragama lain. Karena itu, dialog interreligious tidak dapat lagi dikatakan suatu pilihan, tetapi suatu keniscayaan untuk membangun Indonesia masa depan. Dalam berbagai kesempatan saya menegaskan bahwa dialog adalah cara dewasa dan cara cerdas menjadi Indonesia.

2. Kemajemukan budaya:

Kekristenan memuat dalam diri Kristus firman Allah yang telah menjadi manusia, dan diam di tengah kita. Inkarnasi firman menjadi pola inkulturasi. Agar benih firman berakar mendalam menjadi Indonesia, pembudayaan iman menjadi strategi untuk evangelisasi, pewartaan kabar suka cita bagi orang Indonesia, agar orang Indonesia berhati Kristus dan menampakkan wajah Kristus yang tidak asing bagi budaya majemuk di Indonesia.

3. Kenyataan kemiskinan

Kenyataan kemiskinan menjadi tantangan berat bagi perutusan murid-murid Kristus. Tantangan itu semakin berat karena kemiskinan pada zaman sekarang bersifat struktural, menjadi membuahkan ketidakadilan yang bersifat struktural pula. Gereja yang kita bangun seharusnya adalah Gereja orang-orang miskin, yang peduli dan peka pada mereka yang menjadi korban ketidakadilan struktural.

Karena itu, agar Gereja sungguh berperan di Indonesia, Gereja harus menjadi Gereja yang berdialog dengan umat berbagai agama, melalui budaya-budaya sebagai strategi, dan berpihak kepada mereka yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir dengan pemberdayaan, agar kabar sukacita Injil diwartakan.

Keprihatinan bersama

Agar Gereja sungguh berperan untuk mengubah realitas Indonesia sesuai dengan kehendak Tuhan, kerjasama merupakan keharusan. Kita telah membangun kerjasama tersebut untuk bisa bekerjasama dengan pemerintah Indonesia pada tingkat pusat maupun daerah. Saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang beberapa waktu yang lalu mengikuti Rapat Dengar Pendapat pada Komisi III DPR RI. Pokok-pokok gagasan saya, saya utarakan sbb.:

Selasa, 9 Februari 2010, mulai jam 14.00 diselenggarakan Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI. Didampingi oleh teman dari Komisi HAK KWI dan beberapa teman Tim Advokasi Pembangunan Gereja Stasi Santa Maria Kota Bukit Indah – Purwakarta selaku Uskup Keuskupan Bandung dan Sekretaris Jendral Konferensi Waligereja Indonesia saya datang menyampaikan keprihatinan kami berkaitan dengan kerukunan hidup beragama.

1. Kita bersyukur bahwa hidup di Negara Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan UUD 1945, yang berasaskan Pancasila. Seharusnya seluruh warga negara memiliki logika konstitusional.

2. Namun, dalam kenyataannya kami mengalami keprihatinan mendalam berkaitan dengan kerukunan antarumat beragama, dan pendirian rumah ibadat.

3. Persatuan Bersama Dua Menteri No. 9/2006, No. 8/2006 diundangkan sebagai solusi terhadap keprihatinan tersebut. Namun, kenyataannya tidak.

4. Kenyataannya, pelaksanaan Peraturan Bersama Dua Menteri sangat ditentukan oleh oknum pemegang kekuasaan (jabatan pemerintah, jumlah, kekerasan). Sementara berkembang semangat komunalisme, sektarianisme, dan primordialisme. Kenyataan tersebut menjadi semakin menyedihkan ketika otonomi daerah dimengerti secara tidak tepat.

5. Peraturan Bersama tidak berdaya dihadapkan pada penguasa setempat, timbullah berbagai kasus di berbagai tempat.

Demikianlah dengar pendapat pada Rapat Komisi III DPR RI.

Gereja signifikan dan relevan

Masih saya ingat betul apa isi pokok pembicaraan almarhum Bp. Eka Dharmaputra tentang peran Gereja di Indonesia yang saya dengar ketika menyampaikan pemaparannya dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2005.

Dua kata kunci: signifikan, dan relevan. Kalau Gereja hendak sungguh berperan di Indonesia, maka Gereja harus signifikan dan relevan. Signifikan berarti bahwa Gereja harus bermaknya bagi umatnya sendiri. Karena imannya umat bertumbuh semakin dewasa dalam Kristus. Dan, Gereja juga harus relevan. Relevan berarti bahwa Gereja juga harus bermakna bagi kehidupan Indonesia. Kehadirannya tidak menjadi ancaman, tetapi menjadi berkah.

Terinspirasi dari sikap orang Samaria yang baik, umat Kristiani seharusnya bersikap sama terhadap sesamanya. Jalan dari Yerusalem adalah jalan tidak peduli, acuh tak acuh terhadap korban. Sebaliknya jalan dari Yeriko ke Yerusalem adalah jalan kepedulian, yang ditunjukkan oleh orang Samaria terhadap korban.

Hidup kita adalah suatu perjalanan. Kita berjalan bersama dengan yang lain, sesama kita. Semoga dalam perjalanan hidup ini kita memiliki hati yang mudah tergerak oleh belaskasihan kepada sesama kita.

Selamat ber-Sidang selama hari-hari Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia.

Dalam terang firman Tuhan, “Tuhan itu baik kepada semua orang” (Mzm 145:91)

Strategi: Bersama-sama Seluruh Komponen Bangsa, Mewujudkan Masyarakat Majemuk Indonesia yang Berkeadaban, Inklusif, Adil, Damai dan Demokratis.

Salam, doa dan Berkat Tuhan,

Cisarua, 1 Maret 2010

+ Johannes Pujasumarta

Sekretaris Jendral KWI

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Romo Magnis: Pemeluk agama tak sama dengan pendukung bola
  2. Gereja Katolik dukung aksi mogok nasional pekerja di India
  3. Jika Gairah Hidup Anda Redup, Nyalakan dengan Ini
  4. Kehadiran minoritas harus memberi arti bagi mayoritas
  5. Umat Katolik diajak gunakan media digital sebagai sarana pewartaan
  6. Umat Katolik di Tiongkok desak bebaskan uskup lansia yang sakit dan lama dipenjara
  7. Tanggapan Gereja Katolik Asia terhadap Laudato si' dalam mengatasi perubahan iklim
  8. Prioritas, pewartaan, sentuhan kasih mencerminkan latar belakang Paus Fransiskus
  9. TV María akan menampilkan acara untuk anak-anak, orang muda
  10. Kardinal Hong Kong: Ia tidak diundang ke Sinode tentang Keluarga
  1. Sekolah di Timor Leste masih berjuang dengan kebutuhan dasar
  2. Gereja Katolik dukung aksi mogok nasional pekerja di India
  3. Gereja: UU Ras dan Agama Myanmar bisa menimbulkan perpecahan
  4. Cendikiawan Muslim: Pemerintah harus mengambil langkah pemblokiran situs radikal
  5. Tanggapan Gereja Katolik Asia terhadap Laudato si’ dalam mengatasi perubahan iklim
  6. Umat Katolik di Tiongkok desak bebaskan uskup lansia yang sakit dan lama dipenjara
  7. Hadiri HUT Paroki Salib Suci, Azizah jadi ikon pluralisme
  8. Pemenang Magsaysay Award dinilai sebagai ‘pahlawan modern’ di Asia
  9. Komnas HAM desak pelaku diadili
  10. Para demonstran menuntut akhiri kekerasan terhadap komunitas Kristen di India
  1. Kapan Tiongkok itu jadi negera yang normal - sehat lahir batin?...
    Said on 2015-09-03 08:54:00
  2. Tentu saja kesibukan sebatas Liturgi - Altar, perlu diimbangi dengan ketegasan p...
    Said sani@ on 2015-08-21 11:51:00
  3. Silahkan baca di teks ini selengkapnya...terima kasih.. http://www.mirifica.net...
    Said on 2015-08-19 14:30:00
  4. “Dalam perjalanan ke depan, Gereja Katolik memandang bahwa pemerintah dan para p...
    Said kristiadjirahardjo on 2015-08-17 10:55:00
  5. Undangan kepada Bapa Suci dr Menag unt berkunjung ke Indonesia,tentu sangat meng...
    Said tarcisius fenfat on 2015-08-15 10:51:00
  6. Menuju keteraturan......
    Said on 2015-08-14 16:46:00
  7. Baik sekali kalau Bpk Menteri kunjung ke Vatikan.....
    Said on 2015-08-14 16:45:00
  8. Salut kepada menteri agama t ksi atas upayanya utk mengundang bp paus franciskus...
    Said Eduardus on 2015-08-13 13:29:00
  9. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
  10. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
UCAN India Books Online